
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Tatacara Tawajjuh dan Tawassul Dengan Shalawat Jauharatul Kamal
Dalam thariqah at-Tijaniyyah ini pun ada tatacara murid Tijany ber-tawajjuh dan ber-tawassul dengan shalawat Jauharatul Kamal, demikian caranya:
- Melakukan shalat sunnah sebanyak 2 raka’at pada rumah/ruangan yang kosong nan suci, atau juga di masjid dalam kondisi sendirian, tidak ada orang yang bisa mengganggumu atau juga memotong apa yang sedang engkau perbuat. Dalam setiap raka’at shalat tersebut, engkau hanya perlu membaca surah al Fatihah saja.
- Apabila engkau sudah salam sebagai pertanda usainya shalat tersebut, bemiatlah untuk menziarahi Nabi Muhammad Saw, lalu mulailah engkau membaca ta’awwudz, basmalah, surah al Fatihah, lalu shalawat Fatih dan kemudian membaca shalawat Jauharatul Kamal sebanyak 7 kali.
- Saat engkau ditengah bacaan shalawat Jauharatul Kamal yang ketujuh, tepatnya sampai bacaan, “Allahumma shalli wasallim ‘ala thal’atil haqq bil haqq,” berdirilah tegap dengan menghadap kiblat, kondisikan jiwamu seolah engkau berdiri dihadapan Raudhah, lalu selesaikan bacaan shalawat Jauharatul Kamal tersebut, kemudian tutup rangkaian bacaan itu dengan bacaan yang biasa dibaca untuk menutup bacaan wazhifah.
- Setelah itu ucapkanlah dimana engkau masih berdiri tegap seolah menghadirkan diri dihadapan Raudhah,
السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَيِّدِي يَا رَسُوْلَ اللهِ (3x)
“Semoga keselamatan senantiasa terlimpah padamu, wahai, penghuluku; wahai Rasulallah.” (3 kali).
السَّلامُ عَلَيْكَ يَا خَلِيفَةً رَسُوْلِ اللَّهِ، رَفِيقَهُ فِي الْغَارِ، سَيِّدَنَا أَبَا بَكْرِ الصِّدِّيقُ
“Semoga keselamatan senantiasa terlimpah padamu, wahai khalifahnya Rasulullah Saw, pendamping beliau di gua, penghulu kami Abu Bakar ash-Shiddiq.”
السَّلامُ عَلَيْكَ يَا خَلِيفَةَ رَسُوْلِ اللَّهِ، سَيِّدَنَا عُمَرَ الْفَارُوْقُ
“Semoga keselamatan senantiasa terlimpah padamu, wahai khalifahnya Rasulullah Saw, penghulu kami; Umar al Faruq.” - Lalu engkau membaca,
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Aku berlindung dari godaan syaithan yang terkutuk, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” - Kemudian mengucapkan:
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّد
“Semoga Allah senantiasa bershalawat padamu, wahai Muhammad,” sebanyak 100 kali, dimana pada urutan yang keseratus dilanjut dengan bacaan:
صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِكَ وَأَصْحَابِكَ يَا سَيِّدَنَا محمد
“Semoga Allah senantiasa bershalawat padamu, pada keluarga dan para sahabatmu wahai Muhammad.” - Kemudian angkatlah kedua telapak tanganmu dan ucapkan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا مَوْلَايَ بِهَذَا النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى الْكَرِيمِ وَبِمَا خَصَصْتَهُ بِهِ مِنَ الْآيَاتِ الْبَيِّنَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَيْهِ وَ عَلَى آلِهِ وَأَنْ تُشَفِّعْهُ فِي وَفِي وَالِدَيَّ وَفِي جَمِيعِ إِخْوَانِي وَوَالِدِيْهِمْ وَسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَأَنْ تَقْضِي لِي كَذَا وَكَذَا
yang “Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu, wahai tuan kami, dengan Nabi al Musthafa pemurah ini, juga dengan ayat-ayat serta adz-Dzikr al Hakim (Al Qur’an) yang Engkau khususkan untuknya, agar Engkau berkenan bershalawat padanya dan juga pada keluarganya dan agar Engkau menjadikan syafa’atnya padaku, pada kedua orang tuaku, pada semua ikhwanku dan juga para orang tua mereka serta seluruh kaum muslimin, dan agar engkau mengabulkan untukku ini dan itu.” (Engkau sebutkan hajatmu, yang berupa kebaikan di dunia dan akhirat serta ampunan dan husnul khatimah). - Lalu engkau membaca shalawat Fatih dan akhir surah ash-Shaffät: 180-182:
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامُ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Mahasuci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. dan kesejahteraan dilimpahkan atas para Rasul. dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”
(Qs. Ash-Shaffât [37]: 180-182)
