You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Nafa`is dan Asrar : Wiridan Yang Dibaca Seusai Shalat

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Wiridan Yang Dibaca Seusai Shalat

1. Konsistenkan bacaan berikut seusai shalat, yaitu:

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۙ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ وَاُ ولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا بِۢا لْقِسْطِ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ 
syahidallohu annahuu laaa ilaaha illaa huwa wal-malaaa-ikatu wa ulul-‘ilmi qooo-imam bil-qisth, laaa ilaaha illaa huwal-‘aziizul-hakiim

“Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 18)

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِ سْلَا مُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ فَاِ نَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَا بِ
innad-diina ‘ingdallohil-islaam, wa makhtalafallaziina uutul-kitaaba illaa mim ba’di maa jaaa-ahumul-‘ilmu baghyam bainahum, wa may yakfur bi-aayaatillaahi fa innalloha sarii’ul-hisaab

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 19)

Kedua ayat ini bergelantungan di ‘Arasy, ketika Allah ingin turunkan ke bumi, keduanya berkata, “Wahai Rabb kami Engkau turunkan kami ke bumi dan juga kepada orang yang bermaksiat pada-Mu,” Allah Swt berfirman, “Aku berjanji padamu, tidaklah ada seseorang yang membaca kalian seusai shalat kecuali Aku tempatkan ia di tempat yang suci, aku akan jauhi ia dari setiap musuh, Akupun akan pandang ia dengan pandangan-Ku yang tersembunyi setiap harinya. Akupun akan tunaikan tujuh puluh hajatnya setiap hari dan dalam setiap pandangan-Ku.”

2. Konsistenkan bacaan berikut seusai shalat, yaitu:

أَللَّهُمَّ إِنِّي أُقَدِّمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيْكَ كُلُّ نَفْسٍ وَلَمْحَةٍ وَطَرْفَةٍ يَطْرِفُ بِمَا أَهْلُ السَّمَوَاتِ وَأَهْلُ الْأَرْضِ وَكُلُّ شَيْءٍ هُوَ فِي عِلْمِكَ كَائِنٌ أَوْ قَدْ كَانَ، أُقَدِّمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ ذَلِكَ كُلَهُ وَعِنْدَ ذَلِكَ كُلَّهُ وَمِلْءُ ذَلِكَ كُلَّهُ

Lalu membaca Ayat Kursi :

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
allohu laaa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qoyyuum, laa ta-khuzuhuu sinatuw wa laa na-uum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, mang zallazii yasyfa’u ‘ingdahuuu illaa bi-iznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihiii illaa bimaa syaaa, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘azhiim

“Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)

(Maka Allah akan catatkan untuknya berupa 70 juta kebaikan sepanjang siang dan malam dan juga sejak ia membacanya hingga sangkakala ditiupkan.)

3. Konsistenkan bacaan berikut seusai shalat fardhu yaitu:

فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ
fa sub-haanallohi hiina tumsuuna wa hiina tushbihuun

“Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 17)

وَلَـهُ الْحَمْدُ فِيْ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَعَشِيًّا وَّحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ
wa lahul-hamdu fis-samaawaati wal-ardhi wa ‘asyiyyaw wa hiina tuzh-hiruun

“dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari maupun pada waktu zuhur (tengah hari).”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 18)

يُخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَيُحْيِ الْاَ رْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا   ۗ وَكَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ
yukhrijul-hayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-hayyi wa yuhyil-ardho ba’da mautihaa, wa kazaalika tukhrojuun

“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 19)

(Niscaya Allah akan tulliskan kebaikan baginya sejumlah batu dan pepohonan yang ada di bumi.)

4. Barangsiapa yang membaca dzikiran, وَالْحَمْدُ اللَّهِ dan سُبْحَانَ اللّٰهِ  setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit dan setelah shalat Ashar hingga matahari tenggelam masing-masing 100x , tenggelam, niscaya Allah akan tuliskan pahala di setiap antara dua tersebut berupa pahala 100 unta yang dihadiahkan kepada Baitil haram, 100 kuda yang dihadiahkan di jalan Allah dan Allah akan bebaskan 100 budak, serta iapun mendapatkan kebaikan apa yang ada di antara langit dan bumi.

5. Barangsiapa yang membaca shalawat ini,

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ عَدَدَ مَنْ صَلَّ عَلَيْهِ مِنْ خَلْقِكَ، وَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ عَدَدَ مَنْ لَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ مِنْ خَلْقِكَ، وَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ كَمَا يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نُصَلِّ عَلَيْهِ، وَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ كَمَا أَمَرْتَنَا أَنْ نُصَلِّيَ عَلَيْهِ

Ya Allah, semoga Engkau berkenan bershalawat atas penghulu kami Muhammad yang seorang nabi sejumlah makhluk yang bershalawat kepada beliau, semoga Engkau berkenan pula bershalawat atas penghulu kami Muhammad yang seorang nabi sejumlah makhluk yang belum bershalawat kepada beliau. Semoga Engkau berkenan bershalawat atas penghulu kami Muhammad yang seorang nabi sebagaimana sudah seyogyanya kita bershalawat kepada beliau, semoga Engkau berkenan bershalawat atas penghulu kami Muhammad yang seorang nabi sebagaimana Engkau telah perintahkan kami untuk bershalawat kepada beliau.” Niscaya Allah angkat pahala ibadahnya setiap hari seperti pahalanya semua orang yang menyembah Allah dari makhluk-Nya, dimana tidaklah ada kebaikan seseorang diangkat, kecuali iapun mendapatkan kebaikan semisalnya.

6. Barangsiapa yang membaca shalawat ini,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ السَّابِقِ لِلْخَلْقِ نُورُهُ، وَالرَّحْمَةِ لِلْعَالَمِينَ ظُهُورُهُ عَدَدَ مَنْ مَضَى مِنْ خَلْقِكَ وَمَنْ بَقِيَ وَمَنْ سَعِدَ مِنْهُمْ وَمَنْ شَقِيَ، صَلَاةً تَسْتَغْرِقُ الْعَدَّ وَتُحِيْطُ بِالْحَدِّ، صَلَاةَ لاَ غَايَةَ لَهَا وَلَا انْتِهَاءَ وَلَا أَمَدَ لَهَا وَلَا انْقِضَاءَ، صَلَا تُكَ الَّتِي صَلَّيْتَ عَلَيْهِ صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِكَ بَاقِيَةً بِبَقَائِكَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ كَذَالِكَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى ذَلِكَ

“Ya Allah, semoga Engkau berkenan menyampaikan shalawat kami atas penghulu kami Muhammad, yang cahaya penciptaannya tercipta lebih dulu, yang menjadi rahmat bagi alam semesta, nampaknya dia seperti sejumlah makhluk yang pernah tercipta dan yang tersisa dan yang senang maupun yang sengsara; yaitu shalawat yang mendalami bilangan dan dibatasi dengan batasan; shalawat yang tiada puncaknya maupun tiada akhirnya;

yaitu shalawat-Mu yang Engkau gunakan untuk bershalawat padanya, yang berupa shalawat yang terus menerus dengan keberlangsungan-Mu; shalawat yang tetap dengan kekekalan Dzat-Mu’.” Seusai shalat Shubuh dan shalat Ashar sebanyak 10 kali, niscaya Allah Swt wajibkan ia mendapatkan keridhoan Allah yang paling besar, diapun akan aman dari murka-Nya; baik di dunia maupun di akhirat, bahkan rahmat dan penjagaan Allah akan senantiasa turun kepadanya secara bergiliran.

7. Barangsiapa yang membaca kalimat,

بسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan dari Allah yang Maha Luhur lagi Besar.”

sebanyak 10 kali, niscaya ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti ia baru dilahirkan, bacaan ini lebih utama daripada pahala 70 haji dan 70 umrah, Allah pun akan angkat 70 ujian darinya, yang paling ringan adalah penyakit judzam.”

8. Barangsiapa yang membaca ayat,

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۙ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ وَاُ ولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا بِۢا لْقِسْطِ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ 
syahidallohu annahuu laaa ilaaha illaa huwa wal-malaaa-ikatu wa ulul-‘ilmi qooo-imam bil-qisth, laaa ilaaha illaa huwal-‘aziizul-hakiim

“Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 18)

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِ سْلَا مُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ فَاِ نَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَا بِ
innad-diina ‘ingdallohil-islaam, wa makhtalafallaziina uutul-kitaaba illaa mim ba’di maa jaaa-ahumul-‘ilmu baghyam bainahum, wa may yakfur bi-aayaatillaahi fa innalloha sarii’ul-hisaab

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 19)

Setelah shalat Shubuh dan Ashar sebanyak 10 kali, niscaya Allah tuliskan ia menjadi penghuni Surga Firdaus.

9. Barangsiapa yang membaca shalawat ini, maka ia seperti membaca shalwat Dalailul Khairât sebanyak 70 ribu kali. Demikian redaksinya,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَعْدِلُ جَمِيعَ صَلَوَاتِ أَهْلِ مَحَبَّتِكَ، وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَلَامًا يَعْدِلُ سَلَامَهُمْ

“Ya Allah semoga Englau berkenan bershalawat atas penghulu kami Muhammad dengan shalawat yang setara dengan semua shalawat ahli mahabbah-Mu. Semoga Engkau pula berkenan manyampaikan salam atas penghulu kami Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad dengan salam yang setara dengan salam mereka.”

(Keistimewaan ini merupakan rahasia Allah Swt yang tersembunyi, yang hanya diketahui oleh orang-orang yang Allah beri ma’rifat tentangnya. Hendaknya perkara ini bisa dipergunakan dengan baik dan dengan niatan yang baik, serta tidak ragu akan keutamaannya, dan tidak pula berkeyakinan buruk tentang keutamaan ini. Sebab orang yang memiliki niat yang baik, niscaya ia mendapatkan apa yang telah disebutkan diatas).

(Lihat, Sayyidi Ahmad al ‘lyyasy Sukairij, Kasyfil Hijab ‘Amman Talaqqa Ma’a Asy-Syaikh at-Tijany Min al Ashbab, hal. 438-440)

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY