You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Penjelasan Lafazh dan Makna Shalawat Fatih : Catatan Pertama

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Penjelasan Lafazh dan Makna Shalawat Fatih : Catatan Pertama

Disebutkan dalam Al Ibriz. Sayyidi Ahmad bin Abdullah sang wali ghauts pernah berkata kepada muridnya: Wahai anakku, jika bukan lantaran cahaya penghulu kita Muhammad Saw, maka tidak akan nampak rahasia bumi ini. Jika bukan karena Nabi Muhammad Saw, niscaya mata air pun tidak akan pernah mengalir, air sungai pun tidak mengalir. Wahai anakku, sungguh cahayanya Nabi Muhammad Saw itu berhembus pada bulan Maret sebanyak tiga kali, ke ragam pepohonan dengan keberkahan Nabi Muhammad Saw dan jika bukan lantaran cahaya Nabi Muhammad Saw, maka pepohonan itupun tidak bisa berbuah wahai anakku. Sungguh orang yang paling sedikit keimanannya adalah orang yang dirinya merasa memiliki keimanan sebesar gunung pada dzatnya (tubuhnya) bahkan lebih dari itu dan menganggap remeh yang lainnya. Sungguh diri manusia itu terkadang tidak kuat mengemban keimanan, sehingga terkadang tubuh ingin membuang dan menghempaskan keimanan, lalu ia terkena hembusan cahaya Nabi Muhammad Saw, hingga akhirnya ia mampu mengemban keimanan tersebut bahkan memperbagusnya.”

Al Hakim meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi Adam As melihat nama Nabi Muhammad Saw tertulis di atas Arasy dan Allah Swt berfirman pada nabi Adam As,

لَوْلَا مُحَمَّدٌ مَا خَلَقْتُكَ

“Jika bukan karena Muhammad, niscaya Aku tidak ciptakan engkau.”

Diriwayatkan pula bahwa cahayanya Nabi Muhammad Saw adalah cahaya yang dengan itulah ragam cahaya bermunculan dan Allah Swt menciptakan dunia ini lantaran beliau. Sungguh yang pertama kali tercipta dari cahayanya Nabi Muhammad Saw adalah Arasy dan Allah perintahkan ia untuk menetap di bumi, kemudian Allah ciptakan Al Qalam dari cahayanya Arasy, seraya berfirman pada Al Qalam, “Tulislah, Lâ ilaha illallah, Muhammadur-Rasulullah,” Al Qalam menimpali, “Wahai Rabb, siapakah sosok yang namanya Engkau sandingkan dengan nama-Mu dan Engkau berfirman, Jika bukan karenanya, Aku tidak akan ciptakan engkau dan tidak pula ciptakan sesuatu. Begitu juga setiap yang ingin Aku ciptakan, maka Aku tidak ciptakan itu kecuali untuknya.

Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah Ra disebutkan: Aku pernah bertanya pada Rasulullah Saw tentang sesuatu yang pertama kali Allah ciptakan, beliau Saw menjawab, “Nur Nabimu yang Allah ciptakan wahai Jabir! Dari cahaya itu Allah ciptakan segala kebaikan, setelahnya Allah pun ciptakan segala sesuatu. Ketika Allah ciptakan segalanya, Allah tempatkan cahaya Nabi Saw pada maqam qurb selama 12.000 tahun. Lalu Allah pisahkan proses penciptaannya menjadi empat: Pertama, Allah ciptakan Arasy; kedua, Allah ciptakan kursi; ketiga, Allah ciptakan malaikat hamalat Arasy (malaikat pemikul Arasy); dan yang keempat adalah Allah berdiam pada maqam hubb (kecintaan) selama 12.000 tahun. Kemudian bagian yang ini Allah pisahkan lagi menjadi empat bagian penciptaan; Pertama, menciptakan Al Qalam; kedua, menciptakan Lauh; ketiga, menciptakan panjaga kursi; dan keempat, Allah kembali berdiam pada maqam khauf (takut) selama 12.000 tahun. Kemudian bagian yang ini Allah pisahkan lagi menjadi empat bagian penciptaan; Pertama, menciptakan malaikat; kedua, menciptakan matahari; ketiga, menciptakan gugusan bintang; dan keempat adalah Allah berdiam pada maqam roja (pengharapan) selama 12.000 tahun. Kemudian bagian yang ini Allah pisahkan lagi menjadi empat bagian penciptaan; Pertama, menciptakan akal; kedua, menciptakan ilmu; ketiga, menciptakan hilm, ‘ishmah dan taufik; dan keempat adalah Allah berdiam pada maqam haya (malu) selama 12.000 tahun. Kemudian Allah Swt melihat cahaya tersebut, dimana cahaya itupun berkeringat dan meneteslah darinya 124.000 tetesan, yang dari setiap tetesan ini Allah Swt ciptakan seorang nabi atau rasul. Lalu ketika ruh para nabi ini bernafas, maka dari nafas inilah Allah Swt ciptakan cahayanya para wali, syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan orang-orang taat dari kalangan orang mukmin hingga Kiamat tiba nanti. Maka Arasy, kursi tercipta dari cahayaku, para malaikat dan Ruhaniyyun pun juga tercipta dari cahayaku, malaikat tujuh langit juga tercipta dari cahayaku, surga dan seisinya juga dari cahayaku, matahari, rembulan, gugusan bintang, akal, ilmu dan taufik pun tercipta dari cahayaku, ruhnya para rasul, para nabi, su’ada (orang yang bahagia di akhirat), syuhada (orang-orang yang mati syahid), orang-oang yang shaleh juga tercipta dari cahayaku. Kemudian Allah ciptakan 12 tirai penghalang, lalu cahaya tersebutpun berdiam dan menetap sementara, dimana ini adalah sisi yang keempat; didalam setiap tirai penghalang lamanya 1.000 tahun; ini adalah maqom ubudiyyah (penghambaan), yang berupa tirai penghalang karomah, kebahagiaan, kewibawaan, rahmat, kasih sayang, ilmu, kesabaran, keteduhan jiwa, ketenangan jiwa, sabar, kejujuran dan keyakinan, dimana pada semua itu Allah ikat dengan cahaya pada setiap hijab yang ada selama 1.000 tahun.

Setelah nur tersebut keluar dari setiap hijab yang ada, Allah turunkan cahaya tersebut di bumi, dimana cahaya inilah yang menyinari dari timur hingga ke barat seperti lampu yang mampu menyinari gelapnya malam. Kemudian Allah Swt ciptakan Nabi Adam As dari tanah dan memasangkan cahaya tersebut padanya, lalu cahaya tersebutpun pindah dari beliau kepada sesuatu yang lainnya; yaitu dari sesuatu yang suci kepada sesuatu yang baik hingga sampai tulang sulbinya Abdullah; yaitu ayahku, dari beliau kemudian ke rahim ibuku; Aminah, lalu lahirlah aku ke dunia ini dan Allah jadikan aku sebagai penghulunya para utusan Allah, seperti inilah permulaan penciptaan nabimu wahai Jabir!.

مَا زَالَ نُوْرُ مُحَمَّدٍ مُنْتَقِلَا # فِي الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ أُوْلِي الْعُلَا

حَتَّى لِعَبْدِ اللَّهِ جَاءَ مُطَهَّرًا # وَمُكَرَّمًا وَمُعَظَّمًا وَمُبَجَّلَا

“Nur (cahaya) Muhammad masih saja berpindah-pindah # pada orang-orang baik lagi suci nan memiliki kedudukan yang tinggi

Hingga sampai ke Abdullah, cahaya itu datang disucikan, #dimuliakan, diagungkan dan dihormati.”

Dengan paparan diatas, kini engkau telah mengetahui bahwa Rasulullah Saw adalah sosok pembuka semua makhluk, pembuka ragam kebaikan, pembuka ragam pintu rahmat.

Sumber : BUKU KUPAS TUNTAS SHALAWAT FATIH (AZ-ZUHRUL FA`IH FI FADHLI SHALATIL FATIH) SAYYIDI MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN AL HASAN IBNU ‘ABDILLAH AL FASI AT-TIJANY