You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Prolog dalam Kitab Yaqutat al Muhtaj fi ash-Shalati ‘ala Shahib al Mi’raj

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Prolog dalam Kitab Yaqutat al Muhtaj fi ash-Shalati ‘ala Shahib al Mi’raj

Segala puji bagi Allah Dzat yang pemberi nikmat lagi mewujudkannya dengan pengadaan, semoga sholawat dan salam-Nya terus tercurah pada ruhnya ragam madad, penghulu kami Muhammad Saw; pembuka segala kebaikan dan kebahagiaan, tempatnya segala kemuliaan, keberkahan dan keluhuran, yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
wa maaa arsalnaaka illaa rohmatal lil-‘aalamiin

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
innalloha wa malaaa-ikatahuu yusholluuna ‘alan-nabiyy, yaaa ayyuhallaziina aamanuu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)

Semoga Allah Swt berkenan manyampaikan rahmat dan kesejahteraan pada beliau Saw dan juga pada keluarga, para sahabat dan keturunan beliau, serta ummat-nya yang mengikuti beliau Saw dengan baik. Wa ba’du.

Sungguh Rasulullah Saw merupakan pintu segala kebaikan yang dapat dirasa maupun tidak; baik kebaikan dunia dan akhirat. Sholawat merupakan kunci ragam kebaikan tersebut, oleh karena itu kamipun berusaha menerbitkan buku sholawat yang ditulis oleh seorang wali besar, sahabat Sayyidi Syaikh Ra yang terkenal; Sayyidi Muhammad bin al ‘Araby ad-Damrawy, yang nama beliau tidak perlu lagi diperkenalkan dan dituliskan biografinya.

Buku sholawat ini beliau beri judul Yaqutat al Muhtaj fi ash-Sholati ‘ala Shahib al Mi’raj.

Dalam Kasyf al Hijab, sayyidi Ahmad Sukairij Ra mengatakan, bahwa sang wali; Sayyidi Muhammad bin al ‘Aroby ad-Damrowi, menuliskan sholawat ini dengan adanya izin dari Nabi Muhammad Saw, berikut redaksinya:

“Beliau tuliskan ini dengan izin dari Nabi Saw, dimana Nabi Saw pun berpesan pada beliau, ‘Suruhlah orang-orang mukmin membaca dan anjurkan mereka untuk membacanya, insya Allah sholawat ini memberikan manfaat’.”

Dalam catatan buku ini disebutkan, bahwa orang yang mengkonsistenkan diri membaca sholawat ini, ia akan dijamin bisa melihat Nabi Saw; baik dalam mimpi maupun dalam kondisi yaqzhah. Jika memang tidak ada lagi keutamaan lain kecuali bentuk kebaikan ini (mampu melihat Nabi Saw), maka perkara ini jelas merupakan perkara yang agung dan memberikan manfaat, lantas bagaimana pula jika kami kemukakan ragam kautamaan sholawat ini?!

-Semoga Allah jadikan kami dan kalian tergolong orang yang memperoleh manfaat sholawat ini, Aamin.-

Pada awal buku ini saya hanya menyebutkan ragam mutiara yang terpendam didalamnya, terlepas dari kekhusuannya, hal itu karena dua alasan: Pertama, takut menjadi bahasan yang menjemukan karena penjelasannya yang panjang. Kedua, terhentinya izin untuk kekhususan sholawat ini bagi pembacanya.

Dalam penutup buku ini, pengarang menuliskan sebagai berikut:

“Ketahuilah semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya padaku dan pada dirimu. Sungguh segala yang aku tuliskan mengenai kekhususan sholawat dari rangkaian sholawat yang ada dalam buku ini, dasarnya adalah adanya izin dari pemiliknya atau orang yang telah diberikan izin pada sholawat ini. Mengenai membacanya dengan mengharap pahala semata, maka ini tidaklah membutuhkan izin, bahkan hanya cukup dengan membaca sholawat ini, secara otomatif yang bersangkutan pun telah mendapatkan pahala. Begitu juga prihalnya mengenai bisa melihat Nabi Saw yang menjadi jaminan bagi orang yang mengkonsistenkan membaca sholawat ini, maka sebenarnya ia tidak perlu mendapatkan izin, bahkan hanya dengan bermodalkan keinginan diri yang kuat ditambah konsisten diri dalam membacanya, ia akan mendapat keutamaan tersebut.”

Inilah bagian terbesar yang mendorongku menerbitkan buku ini, dengan harapan bisa memberikan manfaat bagi setiap ikhwan. Segala puji Allah sejak awal hinga akhir.-

Berikut ini kami akan suguhkan sedikit penjelasan dari pengarang agar semakin melengkapi buku ini. Beliau susun buku ini sesuai abjad hijaiyyah, dimana setiap huruf abjad terdiri dari tujuh sholawat, setiap abjad hijaiyyah ini kami jadikan bab pemisah yang satu dengan lainnya. Buku ini dimulai dari huruf abjad hijaiyyah Ba (ب), dimana pengarang tidak mencantumkan huruf abjad hijaiyyah Alif (ا) sebagai pemula.

Aku pun pernah bertanya kepada beliau kenapa tidak mencantumkan huruf abjad hijaiyyah Alif (ا), beliau berkata, “Karena huruf Alif (ا) masuk dalam setiap bab huruf abjad hijaiyyah dan dalam setiap sholawat, maka dari itu aku tidak cantumkan.’

Pada setiap sholawat beliau samakan bunyi akhirannya, dan begitulah yang berlaku pada setiap bab. Nah, pada khusus pada huruf abjad hijaiyyah Ya’ (ي), ada sedikit ketidak cocokan pada bunyi akhirannya, karena memang sebenarnya beliau bukanlah orang yang ahli dalam bidang kebahasaan ini, tentu jika beliau ahli dalam kebahasaan, maka ini pun tidak akan terjadi. Sebab, seolah-olah ragam kalimat sholawat ini keluar bagitu saja secara terpaksa dari diri beliau, beliau tidak salah ketika antara satu shighat sholawat dengan shighat sholawat lainnya tidak memiliki keterkaitan, ini hanya hal yang kurang dari sebuah karya, namun sama sekali tidak mengurangi nilai agungnya karya ini, sebab yang beliau pikirkan adalah agar ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Segala puji bagi Allah dan semoga Allah membalas jerih payah dan usaha yang telah beliau lakukan.-

Syaikh Tijany ‘Ali Sisi

7 Syawwal 1416 H/27 Februari 1996

Sumber : BUKU YAQUTAT AL MUHTAJ (YAQUTAT AL MUHTAJ FI ASH-SHALATI ‘ALA SHAHIB AL MI’RAJ) SYAIKH MUHAMMAD IBNU AL ‘ARABY AD-DAMRAWY AT-TIJANY