
Elsubha.com – Serangan Mereka Melalui Salafiyyah Dan Penolong Sunnah
Apabila Ar-Ruh yang Maha Penguasa telah menjadi seperti ruh makhluk dalam suatu masa, berarti mereka (kelompok Salafiyyah) telah mengkaji beberapa hadits mutasyabihah, seperti Sabda Rasulullah Saw
يَنْزِلُ رَبُّنَا كُلِّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنيا
“Setiap malam Rabb kita turun ke langit dunia”, kemudian mereka memahaminya dengan turun yang biasa dilakukan oleh tubuh dan bukan turun selain turun yang dilakukan tubuh. Mereka juga memahami bersemayam di atas ‘Arasy dengan duduk yang biasa dilakukan tubuh. Padahal disamping itu, ulama salaf sepakat tentang tidak adanya cara (kaif. Turun yang dimaksud bukan turun yang biasa dan bersemayam yang dimaksud bukan bersemayam yang biasa seperti bersemayamnya makhluk.
Sedangkan mereka, setelah penjelasan mereka tentang madzhab dan cara yang mereka ajukan, tidak ada gunanya mereka katakan, bahwa turun dan bersemayam yang biasa itu tanpa cara, karena bersemayam yang biasa itu memiliki cara dan batasan. Mereka mengatakan demikian itu hanya untuk menyesatkan orang yang belum sampai pada taraf keilmuan yang kuat.
Jadi, mereka bukan bagian dari ulama salaf dan bukan pula bagian dari ulama khalaf. Penjelasan tentang hal ini telah dipaparkan sebelumnya. Para ulama ahli tahqiq sepakat bahwa yang dimaksud pengetahuan Al Haq bukanlah seperti pengetahuan makhluk, pendengaran-Nya bukanlah seperti pendengaran makhluk dan perkataan-Nya bukanlah seperti perkataan mereka.
Apabila kita bertanya kepada mereka, “Apakah tangan yang dinisbatkan kepada Al Haq itu adalah seperti anggota badan yang telah diketahui bersama dari tangan makhluk?” mereka menjawab, “Tidak, tangan-Nya bukan seperti tangan makhluk.”
Jika demikian, berarti turun-Nya bukan seperti turunnya makhluk dan bersemayam-Nya juga bukan seperti bersemayamnya makhluk. Inilah yang benar lagi pantas dinisbatkan kepada Dzat yang dibersihkan (dari segala keserupaan) dan inilah pendapat para ulama salafush-shalih.
Seakan-akan dia tidak menolak dari Allah Swt dan Rasul-Nya, kecuali penyerupaan yang mereka palingkan dari tujuan syari’ kepada penisbatan Al Haq terhadap sifat jasmani yang nyata atau apa yang di dalamnya ditetapkan sifat jasmani, disamping ada penjelasan yang nyata dari firman Allah Swt dan sabda Rasul-Nya. Pendapat mereka tentang sifat jasmani ini kembali pada agama penyembah berhala yang bersifat materi, sehingga mereka menuhankan materi.
Engkau telah mendapatkan penjelasan tentang setiap cara atau model yang mereka gunakan, bahwa tujuan mereka dalam semua itu hanyalah satu; yaitu mengembalikan manusia kepada dakwah penyembah berhala yang materialistis.
