
Elsubha.com – Shalawat Kepada Rasulullah Saw
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى رَسُولِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَحْسِنُوا الصَّلَاةَ عَلَيْهِ، فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُوْنَ لَعَلَّ ذَلِكَ يُعْرَضُ عَلَيْهِ، قَالَ: فَقَالُوا: عَلَّمْنَا ، قَالَ : قُولُوا: اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَاتِكَ وَرَحْمَتَكَ وَبَرَكَاتَكَ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ، وَإِمَامِ الْمُتَّقِينَ، وَخَاتَمِ النَّبِيِّينَ مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ، إِمَامِ الْخَيْرِ، وَقَائِدِ الْخَيْرِ، وَرَسُوْلِ الرَّحْمَةِ، اللَّهُمَّ ابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا يَغْبِطُهُ بِهِ الْأَوَّلُوْنَ وَالْآخِرُوْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آل مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Ra, ia berkata, “Jika kalian bershalawat kepada Rasulillah Saw, maka perbaguslah shalawat kalian kepadanya, sebab kalian tidak mengetahui bisa jadi hal tersebut ditampakkan kepadanya (beliau),” ‘Abdullah bin Mas’ud berkata: Mereka berkata, “Ajarkanlah kami”, ia berkata, “Katakanlah, ‘Ya Allah, jadikanlah shalawat, rahmat dan keberkahan-Mu atas penghulu para Rasul, imamnya orang-orang yang bertakwa, penutup para nabi; Muhammad yang merupakan hamba dan Rasul-Mu, imamnya kebaikan, pemimpin kebaikan dan utusan yang membawa rahmat; Ya Allah, tempatkanlah ia pada tempat terpuji yang diirikan (dicemburui) oleh generasi terdahulu dan terakhir; Ya Allah, semoga Engkau bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau bershalawat kepada Ibrahim dan juga keluarga Ibrahim, sungguh Engkau terpuji dan Agung; Ya Allah, turunkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau turunkan keberkahan bagi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sungguh Engkau terpuji dan Agung.” (HR. Ibnu Majah, dimana Al Hafiz Al Mundziri menilainya hasan).
Diriwayatkan dari jalur periwayatan Sa’id bin Manshur, Yazid bin Harun dan Zaid bin Al Hubab, mereka bertiga meriwayatkan dari Nûh bin Qais, Salamah Al Kindi menceritakan kepada kami, bahwa Ali Ra sering mengajarkan do’a ini,
اللَّهُمَّ دَاحِيَ الْمَدْحُوَّاتِ، وَبَارِئَ الْمَسْمُوْ كَاتِ، وَجَبَّارَ الْقُلُوْبِ عَلَى فِطْرَتِهَا، شَقِيهَا وَسَعِيدِهَا، اجْعَلْ شَرَائِفَ صَلَوَاتِكَ، وَنَوَامِي بَرَكَاتِكَ، وَفَضَائِلَ أَلَآئِكَ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، وَالْمُعْلِنِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ.
“Ya Allah, Pembentang (segala) yang terbentang, Pengangkat (segala) yang terangkat, Pematri beragam kalbu atas fitrahnya; baik yang sengsara maupun yang bahagia, jadikanlah beragam kemuliaan shalawat-Mu dan keberkahan yang terus bertambah serta beragam keutamaan karunia-Mu kepada Muhammad; hamba dan rasul-Mu, pembuka yang telah tertutup, penutup yang telah lampau, pendeklarasi kebenaran dengan kebenaran…”
Al Hafizh Ibnu Katsir berkata, “Do’a ini masyhur dari pernyataan Ali Ra. Ibnu Quthaibah mengulas do’a ini dalam Musykil al Hadits. Abu Al Husain Ahmad bin Faris Al-Lughawi juga mengulas do’a ini dalam sebuah volume buku tentang keutamaan Nabi Saw.
Sebagian ulama ada yang menilai cacat sanad hadits ini dan menyatakan, bahwa Salamah Al Kindi tidak pernah bertemu dengan Ali. Pernyataan yang menolak hal ini ditunjukkan oleh riwayat Al Hafiz Abu Al Qasim Ath-Thabrani dengan riwayat yang bersumber dari Muhammad bin Ali Ash-Sha`igh dari Sa’id bin Manshur; Nüh bin Qais menceritakan kepada kami, dari Salamah Al Kindi, ia berkata, “Ali pernah mengajarkan kami shalawat kepada Nabi Saw, dengan mengatakan,
اللَّهُمَّ دَاحِيَ الْمَدْحُوَّاتِ
“Ya Allah, Yang Maha Menyebarkan Pujian.”
Diriwayatkan oleh Imam Asy-Syafi’i dalam Ar-Risalah,
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ، وَعَدَدَ مَا غَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُوْنَ
“Dan Allah bershalawat atas Muhammad sejumlah apa yang disebutkan oleh orang-orang yang berdzikir (kepada-Nya) dan sejumlah apa yang dilalaikan oleh orang-orang yang lalai.”
Para sahabat Nabi pun kerap memuji beliau Saw dengan gubahan sya’ir dan beliaupun memperbolehkan hal itu. Apabila ada orang yang beranggapan, bahwa memuji Nabi Saw dengan gubahan sya’ir itu diperbolehkan, sedangkan dengan natsar tidak diperbolehkan, maka orang ini perlu kiranya dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Kami memohon keselamatan kepada Allah Swt dari kesalahan dan juga lupa.- Engkau tidak mungkin mengangkat beliau dari derajat manusia, sebagaimana kaum Nashrani menuhankan Isa bin Maryam. Tidak ada perbedaan pendapat, bahwa beragam lafazh Nabi Saw (dalam bentuk do’a dan lain sebagainya) merupakan lafazh yang paling utama dan paling agung. Ulasan kami diatas untuk membantah orang yang telah mengharamkan apa yang Allah Swt dan Rasul-Nya perbolehkan.
