
Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 12. Al Jü’ wa Tarkusy-Syahwah
Membiasakan diri lapar merupakan bagian dari ragam sifat sufi, ia pula merupakan salah satu dari rukun mujahadah.
Orang-orang yang ber-suluk membiasakan diri untuk lapar dan menahan rasa lapar secara bertahap dan mereka ternyata menemukan ragam hikmah dalam rasa lapar tersebut.
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi pernah mengatakan, “Jikalau saja rasa lapar itu dijual di pasar, maka orang yang senantiasa mencari akhirat; ketika dia masuk ke dalam pasar seyogyanya tidak membeli selain itu.”
Sahl bin At-Tustari pernah mengatakan, “Ketika Allah Swt ciptakan dunia, Allah Swt jadikan dalam rasa kenyang itu maksiat dan kebodohan, serta jadikan dalam rasa lapar itu ilmu dan hikmah.”
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi pernah mengatakan, “Rasa lapar bagi murid suluk sebagai sarana olah jiwa, bagi orang yang senantiasa bertobat sebagai percobaan, bagi orang yang zuhud sebagai politik dan bagi orang yang ‘Arifbillah sebagai kemuliaan.”
Abu Sulaiman Ad-Dârani pernah mengatakan, “Kunci pembuka dunia adalah rasa kenyang dan kunci pembuka akhirat adalah rasa lapar.”
Ada orang yang berkata kepada Sahl bin ‘Abdullah At-Tustari, “Seorang lak-laki makan dalam sehari sebanyak satu kali’, orang tadi berkata, “Ash-Shiddiqin apakah makan?, beliau menjawab, “Mereka makan sebanyak dua kali,” orang tadi kembali berkata, “Orang-orang mukmin apakah juga makan?, beliau menjawab, “Mereka makan sebanyak tiga kali,” Lalu Sahl berkata, “Katakan kepada keluargamu agar mereka senantiasa membawakanmu sendok untuk makan.”
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi pernah mengatakan, “Rasa lapar adalah cahaya, rasa kenyang adalah api dan syahwat itu seperti kayu bakar yang bisa terbakar, dimana api di kayu bakar itu tidak bisa padam sampai pemiliknya terbakar.”
Abu Sulaiman Ad-Darani pernah mengatakan, “Aku mampu meninggalkan satu suapan makan malam ku itu lebih aku cintai daripada aku bangun dari awal hingga akhir malam.’
Malik bin Dinar pernah mengatakan, “Barang-siapa yang mampu mengalahkan syahwatnya dunia, maka dia itulah yang bisa membuat syaithan lari dari bayangan orang tersebut.”
