
Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 31. Asy-Syauq
Asy-Syauq (Rindu) adalah butuhnya kalbu bertemu dengan yang dicinta. Kerinduan akan sesuai dengan kadar cinta.
Abu Utsman pernah mengatakan, “Cinta kematian itu dengan istirahat diri.”
Yahya bin Mu’adz pernah mengatakan, “Tanda kerinduan adalah tersapihnya anggota tubuh dari ragam syahwat.”
Ibnu Atha pernah ditanya tentang rasa rindu, maka dia mengatakan, “Terbakarnya isi perut, rindunya kalbu dan terputusnya hati.”
Sara As-Saqathi pernah mengatakan, “Rasa rindu adalah paling agungnya maqam bagi Arfibillah, jika dia mengejawantahkan rasa rindu pada dirinya, maka dia akan lalai dari segala sesuatu yang menyibukkan dirinya dari yang dicintainya (Allah).”
Ada ulama yang mengatakan: “Syu’aib menangis hingga ia buta, lalu Allah Swt kembalikan lagi penglihatannya, diapun menangis lagi hingga buta, lalu Allah Swt kembalikan lagi penglihatannya, kemudian dia menangis lagi hingga buta kembali, lalu Allah Swt kembalikan lagi penglihatannya seraya berfirman, ‘Andai tangisan ini lantaran surga, maka Aku persilahkan engkau untuk itu, andai tangisan ini lantaran neraka, maka Aku selamatkan engkau dari itu’.” Syu’aib pun menjawab, “Tidak, aku menangis lantaran aku rindu pada-Mu,” maka Allah Swt wahyu-kan untuk itu, “Nabi dan kalim-Ku Aku khidmahkan padamu selama 20 tahun.”
Ada ulama yang mengatakan, “Barangsiapa yang rindu kepada Allah Swt, niscaya segala sesuatu (di alam ini) rindu padanya.”
