
Elsubha.com – Sufi; Pengemban Ilmu Syari’at di Setiap Masa (Mereka paling konsisten terhadap keilmuan)
Salah satu ikhwan Tijany kita di Sudan mengirimkan surat kepada Syaikh Muhammad Al Hafiz At-Tijany, didalam surat tersebut yang bersangkutan menyebutkan bahwa ada sebagian ulama menulis ulasan yang didalamnya menyerang para sufi dan mengkafirkan mereka, bahkan secara khusus menyerang thariqah At-Tijaniyyah. Yang bersangkutan meminta kepada Syaikh Muhammad Al Hafiz untuk memberikan ulasan ilmiah berupa sanggahan terhadap tuduhan batil tersebut, yang mana tuduhan seperti ini telah lama digencarkan oleh pembenci para sufi atau orang yang memiliki dendam pribadi terhadap thariqah At-Tijaniyyah.
Syaikh Muhammad Al Hafiz pun memberikan bantahan atas tuduhan tersebut. Ulasan tersebut dicetak dan diterbitkan diseluruh penjuru dunia Islam, sehingga hiruk-pikuk suara kebatilan itu redam dengan sendirinya.
Bantahan terhadap ragam tuduhan batil tersebut dituliskan dalam sebuah buku dan kami berinisiatif agar buku itu diterbitkan, sehingga bisa memberikan manfaat bagi orang yang Allah Swt kehendaki.
Alhamdulillah, wa shallallohu ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shahbihi wa man wâlâh.
Wahai saudaraku, Ibrahim Mahmud Fath Al Alîm, semoga Allah menjaganya-, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuhu wa ridwanuh (Semoga keselamatan, rahmat, keberkahan dan juga keridhaan-Nya menyertaimu), keluargamu, saudaramu dan semua orang-orang yang mencintai kita semua, semoga kalian senantiasa dalam kebaikan, Wa ba’du.
Terkait dengan sekelompok orang yang engkau sebutkan sebelumnya, memang ada perseteruan antara mereka dan para sufi, karena mereka sejatinya tidak mengenal sufi dan tidak bisa membedakan antara sufi dan orang-orang yang hanya mengaku-ngaku bertasawuf, sebagaimana mereka tidak bisa membedakan antara hakikat yang benar dalam diri seorang sufi dan beragam kedustaan yang sengaja dibuat-buat dan dinisbatkan kepada mereka.
Sungguh para sufi merupakan pengemban bendera Islam dalam setiap bidang, seperti pada bidang tauhid, fikih, tafsir, ilmu hadits, ilmu bahasa dan ilmu akhlak yang merupakan ilmu penggemblengan jiwa dan ruhani yang merupakan inti dari ajaran Islam sebenarnya.
Semua ragam keilmuan ini mereka bawa pada setiap zaman, bahkan sampai Ibnu Taimiyah sendiri orang yang dijadikan rujukan para pembenci sufi- sanad keilmuan yang ia miliki berujung pada Sayyidi Abdul Qadir Al Jilani Ra. (Muhammad Sulaiman Ar-Raudani -Pengarang kitab Jami’ Al Fawa’id min Jâmi’ Al Ushûl wa Majma’ Az-Zawa `id, Shillah Al Khalaf bi Maushûl As-Salaf.)
“Kaidah yang selalu dipegang oleh pengamal thariqah adalah, bahwa apapun yang dinisbatkan kepada Sayyidi Syaikh Ra, maka perkara itu harus di-kembalikan kepada syari’at. Perkara yang tidak bisa digiring kepada makna yang sesuai dengan syari’at, maka itu dikate-gorikan sebagai penisbatan perkara dusta terhadap Syaikh Ahmad At-Tijany Ra.”
