You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Talqin Dzikir dan Wiridan

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Talqin Dzikir dan Wiridan

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dengan sanad yang hasan, ath-Thabrani dan Imam lainnya juga meriwayatkan dari Ya’la bin Syaddad, ia berkata: Ayahku; Syaddad bin Uwais dan Ubadah bin ash-Shamit juga datang membenarkan, ia berkata:

كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : هَلْ فِيْكُمْ غَرِيْبٌ؟ يَعْنِي أَهْلَ الْكِتَابِ، فَقُلْنَا: لَا ، يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَأَمَرَ بِغَلْقِ الْبَابِ، وَقَالَ: ارْفَعُوا أَيْدِيَكُمْ، فَقُوْلُوْا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَرَفَعْنَا أَيْدِيَنَا سَاعَةً، ثُمَّ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُمَّ إِنَّكَ بَعَثْتَنِي بِهَذِهِ الْكَلِمَةِ ، وَأَمَرَتْنِي بِهَا، وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهَا الْجَنَّةَ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ، ثُمَّ قَالَ: أَبْشِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ غَفَرَ لَكُمْ

Kami ada bersama Nabi Saw, beliau Saw bersabda, “Apakah diantara kalian ada yang gharib (maksudnya dari kalangan Ahli kitab)?” Kamipun menjawab, “Tidak wahai Rasulallah.” Beliaupun memerintahkan untuk menutup pintu, dan bersabda, “Angkatlah tangan kalian dan katakanlah, Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah’, kamipun mengangkat tangan kami selama satu jam kemudian beliau Saw bersabda, ‘Segala puji bagi Allah; ya Allah sungguh Engkau telah utus aku dengan kalimat ini, perintahkan aku dengannya dan janjikan surga atasnya.

Sungguh Engkau tidaklah menyelisihi janji. Kemudian Nabi Saw bersabda, “Bergembiralah kalian, sungguh Allah telah mengampuni kalian.”

(HR. Ahmad dalam Musnadnya (4/124); pada Musnad Syaddad bin Aus Ra; Abdullah menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepadaku, al Hakim bin Nafi’ dan Abul Yaman menceritakan kepada kami, la berkata: Isma’ll bin ‘Ayyasy menceritakan kepada karni, dari Rasyid bin Dawud, dari Ya’la bin Syaddad, la berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, kemudian la menyebutkan haditsnya.

HR. ath-Thabrani dalam Mu’jam al Kabir, vol. 7, hal. 289, по. 7163; Bab. Ya’la bin Syaddad bin Aus, dari riwayat Ayahnya: Ahmad bin Ma’la Ad-Dimasyqi dan Husain bin Ishaq at-Tustari menceritakan kepada kami, la berkata: Hisyam bin ‘Ammar menceritakan kepada kami. Abdul Malik bin Muhammad ash-Shaghghani menceritakan kepada kami, Rasyid bin Dawud ash-Shaghghani hingga akhir sanad Imam Ahmad. Diriwayatkan juga hadits semisalnya yang diangkat kepada al Haitsami dalam Majma ‘az-Zawa ‘Id, vol. 10, hal. 81, setelah la nisbatkan hadits ini kepada Ahmad. Didalamnya terdapat riwayat Rasyid bin Dawud. Banyak ulama yang menilainya sebagai periwayat yang tsigah, sebagian lagi ada yang menilainya senagal periwayat yang dha ‘lf, para periwayat lainnya termasuk periwayat yang tsigah. al Haitsami pun mengatakan pada vol 1, hal. 19: Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, ath-Thabarani, al Bazzar, dimana para periwayatnya merupakan periwayat yang tsiqah.)

Ibnu Hajar al ‘Asqalani berkomentar: Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad hasan. Sementara ath-Thabrani menambahkan dengan redaksi, “Rasulullah Saw mengangkat tangan dan kamipun mengangkatnya.” ath-Thabrani pun berkata: Kemudian Nabi Saw bersabda, “Taruhlah tangan kalian dan beritakanlah kabar gembira, kalian telah diampuni (oleh Allah Swt).”

Dalam Risalah-nya, syaikh Yusuf al Kauzani (al Ajami) meriwayatkan, “Sungguh Ali bin Abi Thalib Kw pernah bertanya kepada Nabi Saw dengan berkata: “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku jalan paling dekat menuju Allah, yang paling mudah bagi hamba-Nya dan paling utama di sisi-Nya?” Rasulullah Saw bersabda, “Wahai ‘Ali, hendaknya engkau mendawamkan dzikir pada Allah dalam kondisi khalwat,” Ali berkata, “Seperti inilah keutamaan dzikir dan setiap manusia semuanya berdzikir.” Nabi Saw bersabda, “Wahai ‘Ali, hari Kiamat tidak akan terjadi, dimana di atas bumi ini ada orang yang mengatakan, ‘La ilaha illallah (Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah).” (Aku tidak mendapati hadits ini diriwayatkan dari Ali Ra. Yang aku temukan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih nya; Kitab Iman, Bab. Simanya keimanan di akhir zaman vol. 1, hal. 131: Diriwayatkan dari Anas, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, “Hlari Kiamat tidak akan didirikan selama di bumi ini masih ada yang mengucapkan, ‘Allah, Allah’.”

HR. at-Tirmidzi dalam Sunarnya; Kitab al Fitan, bab. no 35, vol. 4, no. 201; Dari riwayat Anas bin Malik, dengan riwayat yang sama dengan Muslim. Abu Isa at-Tirmidzi berkata, “Ini merupakan hadits yang hasan.”

HR. Ahmad dalam Musnadnya, vol. 3, hal. 107 dan 201, dari riwayat Anas Ra.)

Ali pun berkata, “Bagaimana aku berdzikir wahai Rasulallah?” Rasulullah Saw bersabda, “Pejamkan kedua matamu dan dengarkan tiga kali dariku, kemudian engkau ucapkan tiga kali dan aku mendengarnya, maka Nabi Saw bersabda, ‘Lâ ilâha illallah (Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah);” Nabi ucapkan itu dengan memejamkan mata, bersuara lantang, sementara Ali mendengar. Kemudian Ali berkata: ‘La ilaha illallâh (Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah);” seraya memejamkan mata dan bersuara lantang, dimana Nabi Saw mendengar.”

Dua hadits ini juga dituliskan oleh pengarang ar-Rimah dalam kitabnya, kemudian Sayyidina Ali menalqinkannya kepada Hasan al Bashri, kemudian Hasan al Bashri menalqinkannya kepada Habib al ‘Ajami, lalu Habib al ‘Ajami menalqinkannya kepada Dawud ath-Tha’i, kemudian Dawud ath-Tha’i menalqinkannya kepada Ma’ruf al Karkhi, lalu Ma’ruf al Karkhi menalqinkannya kepada Sara Saqathi, kemudian Sara Sagathi menalqinkannya kepada Junaid al Baghdadi, lalu dari sinilah berpindah kepada para masyayikh ahli tarbiyah dan seterusnya sesuai dengan kehendak Allah Swt. Keduanya ini merupakan asal muasal talqin wiridan dan dzikiran.

Sumber : BUKU FAIDHAH TIJANI (KASYIFUL ILBAS ‘AN FAIDHATI AL KHATMI ABIL ABBAS) SYAIKH IBRAHIM NIASS AL KULKHI AT-TIJANY