
Elsubha.com – Tatacara Berkhalwat Versi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra
Al Hajj Buu Gharaarah pernah meminta penjelasan dari Sayyidi Syaikh Ra berkaitan dengan tatacara khalwat dan ragam persyaratannya, maka Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
“Apa yang kusebutkan tentang tatacara khalwat, maka itu adalah selama 5 X 40 hari, pada malam hari engkau makan seperti makanan biasanya, ambillah makananmu itu dan timbanglah, kemudian mulai dari malam itu kurangilah setiap piring makananmu senilai dua dirham. Tetapkanlah enam waktu untuk engkau berdzikir; waktu diakhir siang, setelah shalat Shubuh, waktu Dhuha, waktu sebelum Zhuhur, waktu setelah Ashar, waktu setelah Maghrib, berdzikir dengan dzikiran apa saja yang tidak memberatkan jiwamu. Ketika waktu sudah berlalu pada 40 hari pertama, keluarlah engkau dan berikanlah hak istrimu sekali atau dua kali, begitu pula lakukan itu setiap 40 hari
## Dalam 40 hari pertama: Akan hilang keterkaitan dirimu dengan sisi keduniawiaan
## Dalam 40 hari kedua: Allah akan
menampakkan sisi supernatural dirimu
## Dalam 40 hari ketiga: Engkau akan bibsa mendengar kalbumu mengucapkan, “Allah, Allah,” dengan fasih.
## Dalam 40 hari keempat: Ketika dirimu berdzikir, engkau akan lihat lisanmu mengeluarkan cahaya yang mengitari kepalamu layaknya burung, mungkin bisa juga ketika itu melihat para ruhaniyyin dari tingkatan tinggi dan rendah.
## Dalam 40 hari kelima: Akan nampak padamu puncak tauhid dari sisi perbuatan-Nya; niscaya engkau bisa melihat perbuatan Allah di alam ini; engkau akan melihat alam ini menjadi benda mati yang tidak bergerak dan dihadapan matamu Allah menggerakkannya dengan yadd al qudrah. Maka ketika engkau mencari maqam ini, datanglah padaku, aku akan lepaskan dirimu dari hal tersebut, sebab engkau tidak mampu bersuluk dalam maqam ini kecuali ditangan syaikh yang kamil.
Khalwat Yang Pernah Dilakukan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.
1. Khalwat-nya Sayyidi Syaikh Ra di Abi Samghun, di kamar Sirr, beliau berkhalwat seorang diri. Para sahabat beliaupun pernah berkhalwat di sana, hal ini ketika Sayyidi Syaikh Ra sedang membangun rumah beliau di Ainu Madhi.
2. Al Qadhi Sayyidi Ahmad Sukairij pernah mengemukakan pernyataan Nabi Saw yang disabdakan (melalui bisyarah) kepada perantara hajat Sayyidi Syaikh Ra; Sayyidi Muhammad bin Al ‘Arabi Ad-Damrawi agar ia menyampaikannya kepada Sayyidi Syaikh Ra: “Rasulullah Saw mengabarkan, ‘Katakan kepadanya (Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra), ‘Jika engkau membangun sebuah rumah, buat pula sebuah bilik yang engkau beri nama bilik sirr (rahasia) dan simpanlah beragam bacaan wiridan, adzkar dan semua perintahmu di sana, dimana tidak boleh ada seorangpun yang masuk ke dalamnya selain dirimu, niscaya beragam kebaikan dan keberkahan akan nampak padamu dan engkau dapat menggapai semua maksud (keinginan) mu’.”
3. Khalwat-nya perantara hajat Sayyidi Syaikh Ra; Sayyidi Muhammad bin Al ‘Arabi Ad-Damrawi; tempatnya berupa pohon cypress, yang dekat dengan muara lembah Syalf.
a. Sayyidi Muhammad bin Al ‘Arabi Ad-Damrawi pernah berkata kepada orang yang ada di sekitar tempat itu, “Apabila kalian tidak menemukan pohon berjenis kelamin laki-laki yang bisa membuahi, maka ambillah tanah, yang ada di tempat khalwat-ku, jadikan itu pengganti pohon laki-laki tadi, niscaya ia akan dapat membuahkan,” para penduduk sekitar pun melakukannya dan mereka temui itu bermanfaat berkat keberkahan tanah tersebut.
b. Pernah dituliskan khasiat tempat tersebut melaui cara mukasyafah kepada Sayyidi Syaikh Ra, bahwa di tempat tersebut ada rasa aman bagi para wali Allah dari tercerabutnya sebagian wali dari sebagian wali lainnya. Sayyidi Syaikh Ra, ketika beliau ingin memasukkan seseorang untuk ber-khalwat, seringkali beliau mengutus yang bersangkutan ke sana. Di tempat tersebut ada beberapa macam khalwat yang pernah dilakukan.
4. Khalwat-nya Sayyidi Mahmud At-Tunisi Ra, beliau tinggal di dalamnya selama 14 tahun sejak diizinkan Sayyidi Syaikh Ra, yang tujuannya adalah ber-tabarruk dengan tempat tersebut. Tempatnya ini sangat terkenal, bahkan orang yang pernah ada pada masa itu pernah mengabarkan padaku, bahwa hingga saat ini tempat itu masih ada, disana ada alas kulit yang biasa dijadikan alas duduk dan selimut yang juga biasa digunakan Sayyidi Syaikh Ra.
5. Khalwat-nya Sayyidi Muhammad bin Al Musyri di tempat tersebut. Beliau pernah menuliskan surat kepada Sayyidi Syaikh Ra, yang didalamnya mengadukan bahwa dirinya tidak mampu untuk melakukan khalwat pada waktu itu lantaran kedinginan dan juga makanan yang tidak cocok baginya.
Sumber : BUKU FAEDAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY
