
Elsubha.com – Tentang tidak adanya bukti valid yang menyatakan bahwa sahabat pernah melihat Nabi Saw Sepeninggal Beliau
Anggapan bahwa tidak ada sahabat yang melihat Nabi Saw secara terjaga sepeninggal beliau; hal ini pun tidak bisa diberlakukan begitu saja tanpa adanya dalil, sebab perkara tersebut merupakan bagian dari perkara yang mungkin saja terjadi. Ia merupakan perkara khusus, meskipun tidak ada nukilan tentang perkara tersebut, bukan berarti perkara tersebut tidak pernah terjadi.
Sahabat Nabi Saw sering kali tidak menampakkan kelebihan yang mereka miliki, bahkan mereka sengaja untuk tidak menampakkan perkara tersebut kepada yang lainnya, inilah kondisi para sahabat Nabi Saw.
Ath-Thabrani telah meriwayatkan dengan sanad yang hasan:
عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ ثَعْلَبَةَ : أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: ادْعُ اللهَ لِي بِالشَّهَادَةِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللَّهُمَّ حَرِّمْ دَمَ ابْنِ ثَعْلَبَةَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ وَالْكُفَّارِ.
قَالَ : فَكُنْتُ أَحْمِلُ فِي عُرْضِ الْقَوْمِ فَيَتَرَاءَى لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلْفَهُمْ، فَقَالُوا : يَا ابْنَ ثَعْلَبَةَ، إِنَّكَ لَتُغَرَّرُ وَتَحْمِلُ عَلَى الْقَوْمِ، فَقَالَ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَرَاءَى لِي خَلْفَهُمْ، فَأَحْمِلُ عَلَيْهِمْ حَتَّى أَقِفَ عِنْدَهُ، ثُمَّ يَتَرَاءَى لِي عِنْدَ أَصْحَابِي فَأَحْمِلُ حَتَّى أَكُوْنَ مَعَ أَصْحَابِي . قَالَ : فَعُمِّرَ زَمَانًا طَوِيلًا مِنْ دَهْرِهِ.
Diriwayatkan dari Dhamrah bin Tsa’labah, bahwa ia pernah datang kepada Nabi Saw (semasa Nabi Saw hidup) seraya berkata, “Do’akanlah aku agar aku mendapatkan kesyahidan,” maka Nabi Saw pun bersabda, “Wahai Allah, haramkanlah darah Ibnu Tsa’labah bagi orang musyrik dan kafir.”
Tsa’labah berkata (sepeninggalan Nabi Saw), “Aku turut pergi (berperang) dibarisan depan kaum tersebut, lalu Nabi Saw terlihat olehku di belakang mereka,” Ada yang berkata, “Wahai Tsa’labah, engkau akan cidera jika ikut-ikutan kaum ini (berada dibarisan depan),” Tsa’labah berkata, “Sungguh Nabi Saw nampak untukku di belakang barisan kaum, maka akupun berjalan ke arah mereka hingga aku berdiam disisi beliau Saw, kemudian Nabi Saw nampak disisi sahabat Nabi hingga aku pun berjalan dan ada bersama mereka.” Periwayat berkata, “Perkara ini pun ramai diperbincangkan dalam kurun waktu yang lama.”
