You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Tunggal Dalam Berthariqah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Tunggal Dalam Berthariqah

Terkait dengan pendapat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra yang berpendapat bahwa seyogyanya seorang murid mengambil satu thariqah saja. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra telah gamblang mengatakan bahwa semua thariqah itu senantiasa berjalan diatas hidayah dan juga dapat me-wushutkan diri kepada Allah Swt.

Para ulama pun telah menekankan bahwa yang paling utama adalah seseorang menyibukkan diri dengan satu thariqah, sebagaimana sibuknya penuntut ilmu dengan seorang guru, dimana orang yang fokus dengan satu pilihan, niscaya dia akan memaksimalkan itu, lantas apa yang salah dari itu?

Sedangkan tentang pernyataan bahwa Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tidak takut jika muridnya meninggalkan thariqah beliau, hal tersebut karena memang murid tersebut tidak meninggalkan beragam amalan wajib dan apa yang sudah dia nadzarkan hingga ia berdosa karena meninggalkannya. Sedangkan kemarahan Allah itu datang lantaran kemaksiatan yang diperbuatnya.

Adapun perkataan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang tidak merasa aman dari makar Allah Swt, maka itu merupakan syarat mendasar dalam thariqah At-Tijaniyyah ini, maka tuduhan bahwa beragam bisyarah (kabar gembira) yang isinya memberikan rasa aman dari makar Allah itu adalah dusta.

Orang yang tertipu oleh orang yang miskin ilmu mengadu kepada Syaikh Marzuq tentang kaitan dirinya dengan Syaikh Marzuq. Orang yang miskin ilmu mengatakan bahwa Syaikh Marzuq adalah orang awam yang tidak bisa membaca dan menulis. Oleh karena itu, dia percaya saja jika dikatakan bahwa shalawat fatih bagian dari Al Qur’an dan percaya juga bahwa Nabi Saw menyembunyikan sebuah perkara yang tidak beliau sampaikan kepada umatnya. Sungguh ini merupakan hal-hal dusta yang tidak pernah diturunkan oleh Allah Swt.

لِي حِيْلَةً فِيْمَنْ يَنْمُ # وَلَيْسَ فِي الْكَذَّابِ حِيْلَةُ

مَنْ كَانَ يَخْلُقُ مَا يَقُوْلُ # فَحِيْلَتِي فِيْهِ قَلِيْلَةُ

“Aku punya tipuan bagi orang yang mau # para pendusta tidak lagi punya tipuan

Siapa yang menciptakan apa yang dia utarakan # maka tipu dayaku dalam hal itu sedikit.”

Kemudian orang yang miskin ilmu tersebut mengaku dirinya sebagai seorang ‘Allamah, bahkan dia mengaku lebih alim daripada Syaikh Marzuq, bahkan dia juga mengharuskan dirinya untuk menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, lantas mana hal mungkar yang dia maksud itu? Sementara Syaikh Marzuq dan pengamal Tijany tidak ada yang tahu kemungkaran yang dia maksud itu. Maka kemungkaran itu tak lain ada pada otaknya dan orang semisalnya. mana

Engkau dan orang semisalmu merupakan orang-orang yang mengisi hati dengan kebencian, kalian sudah berani menyematkan penyelewengan kalian kepada ulama yang mengamalkan ilmunya, namun sayangnya itu meleset pada murid pemula, mereka para ulama adalah orang-orang yang berkompeten dalam bidang keilmuan dan simbol keislaman, kami merasa kasihan pada kalian, sebab kalian sejatinya mempermalukan diri kalian sendiri.

Syaikh Abdurrahman si pendusta- dan orang yang semisalnya mengaku bahwa mereka mau menyebarkan hidayah kepada pengamal thariqah At-Tijaniyyah. Syaikh ‘Abdurrahman ini merupakan murid dari As-Syaikh Ath-Thayyib At-Timbakti, dimana Syaikh Ath-Thayyib ini merupakan murid dari Syaikh Alfa Hasyim, dimana Syaikh Alfa Hasyim ini merupakan tokoh dalam thariqah At-Tijaniyyah. Para pendusta juga membuat-buat kedustaan kepada beliau, Syaikh pun membantah semua tuduhan mereka itu layaknya tindakan semua ulama ketika difitnah, dimana Syaikh Alfa Hasyim merupakan ulama kenamaan kaum muslimin yang ahli dalam bidang fikih, hadits dan tafsir serta beragam ilmu keagamaan lainnya, sehingga tidak sulit baginya menjawab semua tuduhan tersebut.

Syaikh Alfa Hasyim juga pernah membantah orang-orang semisal mereka (yang tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Sayyidi Muhammad Al Kabir, tentang apa yang terjadi padanya dan juga kelompok wahabi), selain itu Syaikh Alfa Hasyim juga masih memberikan izin thariqah mewakili Sayyidi Syaikh At-Tijany Ra dalam memberikan izin thariqah kepada banyak orang di penjuru dunia selama hidup beliau, semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada beliau.

Lantas apakah masuk akal ulama semisal Syaikh Alfa Hasyim yang notabene seorang yang alim dalam beragam bidang ilmu keagamaan memerlukan murid dari muridnya; ‘Abdurrahman untuk mengingatkannya bahwa Nabi Saw tidak menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan, perkataan yang bukan Al Qur’an tidak akan pernah menjadi Al Qur’an dan tidak lebih utama daripada Al Qur’an, juga bahwa makhluk yang paling utama adalah para Nabi dan sahabat Rasulullah Saw; juga bahwa tidak ada syari’at setelah Rasulullah Saw; Allah Swt telah memerintahkan untuk berdo’a dengan asma ‘ul husna, dimana pengharaman berdo’a dengannya itu perkara kufur; juga bahwa Allah Swt menurunkan kepada Nabi Muhammad Saw berupa firmannya,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗ ۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰ نٌ مُّبِيْنٌ 
wa maa ‘allamnaahusy-syi’ro wa maa yambaghii lah, in huwa illaa zikruw wa qur-aanum mubiin

“Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 69); juga perihal tidak masuk akal jika mimpi seseorang itu dapat menjadi penyebab pemimpi tersebut masuk surga tanpa perlu beramal; juga tidak ada kenabian setelah Rasulullah Saw, tidak ada syari’at kecuali syari’at beliau; juga jika ada orang yang mengaku me-nasakh (menghapus) syari’at, maka dia murtad, keluar dari Islam; Sungguh tidaklah seseorang merasa aman dari makar Allah kecuali dia adalah orang yang merugi.

Lantas apakah murid dari murid Syaikh Marzuq ini ragu akan semua permasalahan ini? Lantas apakah pemahaman yang dinilai menyelisihi syari’at itu timbul dari adanya kedengkian atau malah bersumber dari kedunguan orang-orang semisalmu terhadap beragam buku-buku thariqah, yang tujuannya tak lain agar pengamal thariqah menafikan akal pikiran mereka dan mengikuti orang-orang yang dengki tanpa memandang pernyataan ulama serta kebiasaan yang berlaku pada mereka; yaitu kebiasaan yang berlaku pada perkara yang tidak diketahui oleh orang-orang bodoh yang kurang akal dan dikalahkan oleh tujuan tertentu?

Sumber : BUKU SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ MENJAWAB, ANTARA TUDUHAN DAN FAKTA (RADD AKADZIB AL MUFTARRIN; ULAMA TAZKIYAT AN-NAFS MIN A’LAM AN-NAS BIL KITAB WAS-SUNNAH) SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI