
Elsubha.com – Shalawat Fatih Dengan Niatan isim A’zham
Syarat-syarat membacanya:
1. Adanya izin yang shahih
2. Konsisten dengan jumlah tertentu, yaitu: 313 atau 315 atau 489 atau 1041 atau 11 atau 111 atau 1111, yang dibaca pagi dan sore.
3. Berkeyakinan bahwa itu merupakan bagiam dari kalam Allah Al Qadim.
4. Menghadirkan gambaran Nabi Saw saat membacanya.
5. Meresapi makna shalawat tersebut dengan kalbunya.
6. Berkeyakinan bahwa dirinya tidak dapat mengetahui kadar kemuliaan Nabi Muhammad Saw, dan meyakini bahwa dirinya mewakilkan kepada Allah agar Dia berkenan bersholawat kepada beliau, sebab Dialah yang tahu akan kadar kemuliaan nabi-Nya.
7. Berkeyakinan bahwa Nabi Muhammad Saw merupakan inti daripada dzat Al Muhammadiyyah dan rahasia sisi Al Ahmadiyyah dan juga rahasia makhluk yang ada namun tidak dapat diketahui kemuliaannya kecuali Dzat yg menciptakannya.
8. Berkeyakinan bahwa Allah lebih dekat pada dirinya daripada kedekatannya dengan urat nadi.
9. Menyebarkan dzikiran tersebut ke seluruh tubuh.
10. Berniat ketika membacanya dengan niat-an karena Alah Swt semata, bukan lantaran mengharapkan pahala atau takut akan adzab.
11. Membacanya dengan tartil
Maqashid yang dibaca sebelum memulai
dzikiran:
اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ أَنْ أَتَقَرَّبَ إِلَيْكَ بِتِلَاوَةِ اسْمِكَ الْعَظِيمِ الْأَعْظَمِ الْكَبِيرِ الْأَكْبَرِ، وَالَّذِي هُوَ اِسْمُ الذَّاتِ وَعَيْنُهَا الْخَاصُ بِهَا، بِتِلَاوَةِ صَلَاةِ الْفَاتِحِ تُحَدِّدُ الْعَدَدَ) بِنِيَّةِ إِهْدَاءِ ثَوَابِهَا إِلَى سَيِّدِ الْوُجُوْدِ وَعَلَمِ الشُّهُودِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنِيَابَةً عَنْ شَيْخِنَا وَوَسِيْلَتِنَا إِلَى رَبِّنَا، سَيِّدِي أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ الْتَجَانِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَأَقَوْلُ بِعَوْنِكَ وَحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ وَمُسْتَعِيْنَا بِكَ.
[Allahumma inni nawaitu an ataqarraba ilaika bi tilaawati ismikal ‘azhiimil a’zhami, al kabiiril akbari, walladzi huwa ismudz-Dzaat wa ‘ainuhal khaas bihaa, bi tilaawati shalatul faatihi lima ughliqa (…… X), biniyyati ihdaa `i tsawaabiha ilaa sayyidil wujuud wa ‘alamisy-syuhuud sayyidina Muhammadin Shallallahu ‘alaihi wa sallama, wa niyaabatan ‘an Syaikhina wa washiilatina ila Robbina; Sayyidi Ahmad bin Muhammad At-Tijany radhiyallahuu ‘anhu, wa aquulu bi ‘Aunika wa haulika wa quwwatika wa musta’iinan bika.]
Ya Allah, aku niat untuk mendekat diri pada-Mu dengan membaca isim-Mu yang agung yang paling agung, yang besar, paling besar, yang mana itu merupakan isim Dzat; yaitu dengan membaca shalawat fatih (…..kali) dengan niatan menghadiahkan pahala bacaannya untuk penghulunya wujud dan alam penyaksian, penghulu kami Muhammad Saw, sebagai perwakilan dari guru dan perantara kami menuju Allah, Sayyidi Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra. Aku ucapkan itu seraya memohon perlindungan-Mu, daya dan kekuatan-Mu juga memohon bantuan pada-Mu untuk itu…
Kemudian membaca jumlah yang tadi ditentukan.
Sumber : BUKU FAEDAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY
