You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (092)

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu (092)

Pada artikel ini, kami mencoba menyebutkan contoh dari karomah yang Allah Swt anugerahkan kepada Sayyidi Syaikh Abul ‘Abbas Ahmad At-Tijany Ra.- Aku pun ridho kepada beliau dan semoga kita pun mendapat keridhoan beliau.-

Ketika Sayyidi Muhammad Ma’zur Ra duduk di dalam rumah, tiba-tiba ada kucing kecil masuk ke dalam rumah, ia memeong berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Sayyidi Muhammad Ma’zur Ra berkata kepada anaknya, “Berdirilah anakku, ambil kucing itu, bawa ia ke deretan rumah pertama Darb As-Sa’ud, disitulah tempatnya, kucing itu bicara demikian.”

anbi

Anaknya kaget akan ucapan tersebut, ia pun mengambil anak kucing itu dan membawa kemudian melepaskannya di pintu Darb, anak itu senang sekali. Ketika kucing kecil itu masuk rumah tersebut, anak itu mendengar suara penghuni rumah itu berkata, “Anak kucing ini sudah terlepas di tempat si fulan, ini dia datang lagi,” penghuni rumah itupun terkejut, tentang bagaimana anak kucing itu bisa datang kembali ke rumah, yang notabene jaraknya jauh, anak Sayyidi Muhammad Ma’zur Ra pun pulang dengan kondisi takjub akan kejadian itu.

Sayyidi Musa bin Ma’zur Ra merupakan orang yang banyak bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, ia kerap membahas beberapa perkara di hadapan Sayyidi Syaikh Ra secara tuntas, bahkan ada sebagian sahabat Sayyidi Syaikh yang batinnya berubah melihat kebiasaan Sayyidi Musa bin Ma’zur Ra, takut bahwa itu akan menimbulkan su ‘ul adab kepada Sayyidi Syaikh Ra.

Suatu hari Sayyidi Muhammad Ma’zur Ra berada di majelis Sayyidi Syaikh Ra, disana ada pamannya; Muhammad As-Salasi yang notabene lebih tua darinya mengikuti dan berkata kepadanya, “Wahai Sayyidi Musa, aku takut dengan keberanianmu di hadapan qudwah kita; Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, yaitu engkau banyak bertanya dimana itu menafikan adab murid di hadapan Sayyidi Syaikh Ra,” ia mengolok-oloknya dengan perkara tersebut.

Ketika kondisi mereka berdua demikian, Sayyidi Syaikh Ra mengutus seseorang kepada keduanya, memerintahkan keduanya untuk menghadap Sayyidi Syaikh Ra, keduanya pun memenuhi perintah itu. Ketika sampai, Sayyidi Syaikh Ra langsung berkata kepada sang paman tersebut; Muhammad As-Salasi, “Apa urusanmu dengannya, bagaimana pun kondisinya, ia tetap orang yang kami cintai.”

Sejak waktu itu, jika Muhammad As-Salasi bertemu dengan Sayyidi Musa, ia berkata, “Wahai Sayyidi Musa, engkau tidak perlu takut lagi, engkau merupakan orang yang dicintai (oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra).”

Sumber : BUKU 100 KAROMAH TIJANY (AR-RAHIQ AL-MAKHTUM FI THARIQAH AL QUTHBIL MAKTUM) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY