
Elsubha.com – Wushul
Abu Al Hasan An-Nuri Ra mengatakan, “Wushul adalah ketersambungan, mukasyafah kalbu dan musyahadah seorang hamba akan beragam asrar.”
Kala seseorang melepaskan diri dari keterikatan dengan makhluk; keterikatan dengan hawa, keterikatan dengan keinginan dan angan-angan diri, ditambah dengan kekonsistenan pada segala perbuatan yang datangnya dari Allah Swt, bukan yang orang tersebut lakukan atau juga yang orang lain lakukan padanya, tetapi orang tersebut berbuat atas landasan hukum-Nya; atas landasan perintah dan juga perbuatan-Nya.
Wushul pada Allah tidak bisa digambarkan seperti wushul pada makhluk yang ada di alam semesta ini. Sebab, tidak ada yang serupa dengan-Nya ataupun yang sepadan dengan-Nya. Dzatnya tersucikan dari segala yang ada. Bahkan setiap orang yang sudah wushul memiliki penjabarannya tersendiri dalam menjelaskan terminologi kondisi ini, sebab setiap orang memiliki rahasia yang tidak ditampakkan pada yang lainnya.
Abu Yazid Al Busthami pernah mengatakan, “Orang yang telah wushul dapat dicirikan dengan tiga hal: Pertama, Yang mereka pentingkan hanyalah Allah; Kedua, kesibukan mereka hanya pada Allah; Ketiga, mereka senantiasa mengembalikan apapun pada Allah Swt.
Berikut ini beragam pondasi keilmuan yang mengajak anda menyelami mutiara ilmu yang dapat mengarahkan anda supaya bisa wushul pada hadrah-Nya Allah Swt.
Sumber : BUKU RAHASIA WUSHUL TIJANY (AL USHUL FI SIRR AL WUSHUL) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY
