You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pondasi Ke-13 : Perasaan, Syi’ar dan Syari’at

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Pondasi Ke-13 : Perasaan, Syi’ar dan Syari’at.

Agama adalah perasaan, syi’ar dan syari’at.

Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ اللهَ لا يَنْظُرُ إِلَى أَحْسَادِكُمْ، وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ

“Sungguh Allah tidak melihat pada jasad kalian, gambaran kalian, akan tetapi Dia melihat pada kalbu kalian,” seraya Rasulullah menunjuk ke dada beliau. (HR. Muslim dalam Shahih-nya.)

Hati merupakan tempat perasaan, maka sudah seyogyanyalah manusia mengedepankannya untuk Allah Swt; yaitu mengedepankan hati dan kalbu yang bersih nan terang benderang, agar Allah Swt bisa memperlihatkan Dzat-Nya pada diri orang tersebut, sebab telah disebutkan dalam sebuah riwayat,

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ الْمُؤْمِنِ

“Seorang mukmin merupakan cerminan daripada Dzat Allah Al Mukmin. ” (HR. Ath-Thabrani dalam Al Ausath, Adh-Dhiya; Al Bazzar; Al Qadhdha’l dari riwayat Anas, dimana As-Suyuthi menilainya hasan. Dan juga Al Bukhari dalam Al Adab, Abu Daud; Ibnu Jarir dari riwayat Abu Hurairah, dimana Al Iraqi menilainya hasan.)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْـفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِا لْفَحْشَآءِ ۚ وَا للّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ 
asy-syaithoonu ya’idukumul-faqro wa ya-murukum bil-fahsyaaa, wallohu ya’idukum maghfirotam min-hu wa fadhlaa, wallohu waasi’un ‘aliim

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 268)

Sebab syeitan adalah musuhmu, dia senang jika engkau sedih, takut dan kalut. Dia akan memanfaatkan sisi negatif dirimu. Sementara Allah suka jika engkau bahagia dan gembira, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ 
alaaa inna auliyaaa-allohi laa khoufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS. Yunus 10: Ayat 62)

Maka Allah disini memanfaatkan sisi positifmu, baik itu berupa kesenangan, keceriaan dan kegembiraan. Rasulullah Saw pernah bersabda,

بَشِّرُوْا وَلَا تُنَفِّرُوْا وَيَسِّرُوْا وَلَا تُعَسِّرُوا

“Berilah kabar gembira dan jangan ditakut-takuti, permudahlah dan jangan dipersulit. ” (HR. Al Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya.)

Maka yang nampak adalah syi’ar dan syari’at, sedangkan yang tersembunyi adalah perasaan dan simpati.

Setiap manusia menekuni syiar dan syari’at namun tidak semua manusia bisa merasakan sesuatu. Sementara syari’at tanpa perasaan tidak akan diterima dan tidak pula diangkat.

Perasaan tanpa syari’at tidak akan berguna.

Setiap kali perasaan itu halus, maka syi’ar itu benar dan untuk wushul pun lebih cepat.

Sumber : BUKU RAHASIA WUSHUL TIJANY (AL USHUL FI SIRR AL WUSHUL) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY