
Elsubha.com – Pondasi Ke-20 : Taufik
Taufik merupakan kunci pembuka kebahagiaan yang kekal, sejak masa azali dan untuk selamanya.
Taufik adalah pemberian Allah dan bukan dari hasil usaha manusia.
Seorang hamba pun tidak bisa mengusahakannya bahkan tidak bisa pula menginginkannya.
Sebab kehendak akan taufik itu adalah taufik yang sejati.
Taufik senantiasa menemani seorang hamba sejak ia belum ada hingga dirinya menjadi wali Allah Swt.
Seorang hamba yang mendapatkan taufik, maka dirinya akan mendapatkan hidayah dan petunjuk, sehingga dirinya bisa memberikan petunjuk kepada yang lainnya. Dan tidaklah seseorang kehilangan taufik tersebut kecuali ia akan murtad dan hina;
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَا بِهًا مَّثَا نِيَ ۖ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَا دٍ
allohu nazzala ahsanal-hadiisi kitaabam mutasyaabiham masaaniya taqsya’irru min-hu juluudullaziina yakhsyauna robbahum, summa taliinu juluuduhum wa quluubuhum ilaa zikrillaah, zaalika hudallohi yahdii bihii may yasyaaa, wa may yudhlilillaahu fa maa lahuu min haad
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 23)
Orang yang istiqamah dengan keistiqamahannya, maka merekalah pemilik keselamatan di hari kiamat.
Orang yang berjalan dijalur keistiqamahan namun tanpa istiqomah diri- maka ia akan tersingkir dari tempat yang mulia.
Maka setiap jalan itu lurus.
Tidak ada yang dapat membawa seseorang kepada kebahagiaan akhirat kecuali jalan yang lurus.
Taufik, hidayah, cahaya dan jalan yang lurus merupakan bagian dari nama Allah; Al Wahhab (Yang Maha Pemberi karunia).
Wahai Allah, berikanlah kepada kami taufik, hidayah dan cahaya diatas jalan yang lurus.
Sumber : BUKU RAHASIA WUSHUL TIJANY (AL USHUL FI SIRR AL WUSHUL) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY
