You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pondasi Ke-21 : Persahabatan

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Pondasi Ke-21 : Persahabatan

Beragam segi keilmuan dan pengetahuan dapat menghilangkan kebodohan dan penghalang yang tebal.

Nabi Muhammad Saw itu disahabati dan bukan beliau yang mensahabati yang lainnya.

Para sahabat adalah sahabat Nabi Muhammad Saw, beliau tidak mensahabati mereka akan tetapi beliau mensahabati Rabbnya.

Para sahabat Nabi Saw pun turut mengikuti beliau dalam hujjah yang nyata.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْۤ اَدْعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ ۗ عَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَاۡ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ ۗ وَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
qul haazihii sabiiliii ad’uuu ilalloh, ‘alaa bashiirotin ana wa manittaba’anii, wa sub-haanallohi wa maaa ana minal-musyrikiin

“Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.””
(QS. Yusuf 12: Ayat 108)

Hujjah nyata mereka itu bersumber dan mengikuti mata batin Nabi Saw. Sebagaimana para sahabat pun turut mengikuti Nabi Saw dalam memerangi orang-orang yang musyrik.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۙ وَّيَقْتُلُوْنَ الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِا لْقِسْطِ مِنَ النَّا سِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَ لِيْمٍ
innallaziina yakfuruuna bi-aayaatillaahi wa yaqtuluunan-nabiyyiina bighoiri haqqiw wa yaqtuluunallaziina ya-muruuna bil-qisthi minan-naasi fa basysyir-hum bi’azaabin aliim

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira, yaitu azab yang pedih.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 21)

Merekapun ikut serta bersama Nabi Saw dalam memerangi orang-orang musyrik, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَا تِلُوا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَلَا بِا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَلَا يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ وَ رَسُوْلُهٗ وَلَا يَدِيْنُوْنَ دِيْنَ الْحَـقِّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْـكِتٰبَ حَتّٰى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَّدٍ وَّهُمْ صٰغِرُوْنَ
qootilullaziina laa yu-minuuna billaahi wa laa bil-yaumil-aakhiri wa laa yuharrimuuna maa harromallohu wa rosuuluhuu wa laa yadiinuuna diinal-haqqi minallaziina uutul-kitaaba hattaa yu’thul-jizyata ‘ay yadiw wa hum shooghiruun

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 29)

Mereka juga turut mendapatkan pahala bersama Nabi Saw. Lihatlah bagaimana Allah Swt melibatkan orang-orang yang beriman bersama Nabi Saw dalam berbagai perkara.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَا لْمُؤْمِنُوْنَ ۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَا لشَّهَا دَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ 
wa quli’maluu fa sayarollohu ‘amalakum wa rosuuluhuu wal-mu-minuun, wa saturodduuna ilaa ‘aalimil-ghoibi wasy-syahaadati fa yunabbi-ukum bimaa kungtum ta’maluun

“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.””
(QS. At-Taubah 9: Ayat 105)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رَا كِعُوْنَ
innamaa waliyyukumullohu wa rosuuluhuu wallaziina aamanullaziina yuqiimuunash-sholaata wa yu-tuunaz-zakaata wa hum rooki’uun

“Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah).”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 55)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَقُوْلُوْنَ لَئِنْ رَّجَعْنَاۤ اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَ عَزُّ مِنْهَا الْاَ ذَلَّ   ۗ وَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰـكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
yaquuluuna la-ir roja’naaa ilal-madiinati layukhrijannal-a’azzu min-hal-azall, wa lillaahil-‘izzatu wa lirosuulihii wa lil-mu-miniina wa laakinnal-munaafiqiina laa ya’lamuun

“Mereka berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 8)

Sumber : BUKU RAHASIA WUSHUL TIJANY (AL USHUL FI SIRR AL WUSHUL) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY