You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

12 Adab Murid Thariqah At-Tijaniyah Terkait Dirinya

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Adab Murid Tijany Terkait Dirinya.

1. Sikap dominan yang harus ada pada dirimu adalah sedikit berbicara dengan penuh rasa malu kepada Allah Swt, maka jangan engkau berbuat maksiat kepada Allah Swt kecuali pada tempat yang Dia tidak melihatnya. Jika engkau meminta kekuatan kepada selain-Nya, maka engkau telah berbuat maksiat kepada-Nya.

2. Jangan sampai urusan rezeki menyibukkanmu dari beribadah untuk Rabb-mu.

3. Amalklanlah ilmu yang engkau miliki. Sebab ilmu yang sedikit dibarengi keikhlasan dalam pengamalan, kelak menjadi perkara yang dapat menyelamatkan.

4. Jangan sampai yang terlihat dalam semua ahwal-mu kecuali bentuk keridhaan diri kepada Allah, yaitu dengan bertawakkal kepada Allah Swt, takut dan mengharapkan rahmat-Nya.

5. Janganlah engkau memotong dzikiran setelah membukanya, sampai engkau pada kondisi “ghaibah” dari orang yang ada di sekitarmu dan semua penghalang lainnya, dimana kala itu jiwamu hadir bersama Allah Swt. Sementara orang yang belum mencapai derajat ini dalam berdzikir, maka dzikirannya itu adalah simbol pengakuan diri akan beragam kebaikan Allah dan bukan bertujuan untuk menggapai suatu derajat atau menaiki suatu tingkatan ruhani.

6. Janganlah engkau makan, minum, mengenakan pakaian, menggunakan alat transportasi, menikah dan tidur kecuali dalam kondisi darurat dan membutuhkan. Mengerjakan beragam perkara yang mubah bukanlah ciri murid Tijany, kecuali jika guru ruhanimu memerintahkan perkara lainnya.

7. Jangan sampai engkau mengaku-ngaku, sebab orang yang mengaku-ngaku itu biasanya tidak akan beruntung selamanya.

8. Hendaklah dirimu mengistiqomahkan dzikiran sampai jiwamu condong kepada alam ghaib nan suci (alam akhirat) daripada condong kepada alam yang nampak nan bisa diindera (alam dunia). Juga sampai dirimu dapat merindukan pertemuan dengan Allah Swt yang lebih banyak daripada kerinduanmu kepada ibu dan ayah.

9. Jangan sampai engkau bertentangan dengan suatu adat yang berlaku, ikutilah ijma’ para ulama. Karena pengambilan suatu manfaat terbatas pada ittiba’ (mengikuti apa yang sudah ada), sementara lenyapnya seorang murid itu terletak pada ibtida (membuat hal yang baru).

10. Jadikanlah takwa menjadi pondasi dirimu, selalu awasi detikan jiwa dan helaan nafasmu.

11. Saat engkau meminta sesuatu, posisikan dirimu dengan beragam adab yang baik, sandarkan dirimu pada sifat wara’ dan jauhkanlah sifat tamak. Bagian dari dunia yang halal itu akan dihisab dan yang haram akan diberi hukuman. Zuhud wajib dilakukan pada perkara yang haram dan juga sunah dilakukan pada perkara yang mubah, bahkan sebenarnya zuhud itu wajib pada segala perkara. Saat engkau berada didalam suatu kelompok, buatlah dirimu senantiasa dipenuhi sifat qana’ah (rendah hati).

12. Percayalah kepada Dzat pemberi rezeki dan Pencipta semua makhluk, bertemanlah dengan orang-orang fakir. Jangan engkau tawadhu’ kepada orang kaya lantaran kekayaannya, sikap demikian untuk orang kaya yang shaleh, lantas bagaimana yang harus dilakukan kepada orang kaya yang durjana?! Jika engkau nyatanya tawadhu’ kepada orang kaya lantaran kekayaan dan ia durjana, maka hilanglah dua pertiga agamamu, hal ini sudah dijabarkan dalam hadits.

Sumber : BUKU KU PILIH TIJANY (AN-NUR FI ATH-THARIQAH AT-TIJANIYYAH) SYAIKH SHALAHUDDIN AT-TIJANY