You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Yang Nampak Pada Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Yang Nampak Pada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra sangat menyembunyikannya, bahkan beliau melarang untuk menuliskannya, akan tetapi para sahabat beliau memandang bahwa larangan untuk menuliskannya itu adalah pada masa hidup beliau. Sebab tipikal para wali Allah yang sempurna memang biasanya menyembunyikan karomah jenis ini dan tidak tertipu dengannya, sebagaimana yang banyak dikisahkan dalam berbagai kitab tasawuf.

1. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mendapatkan pangkat wali Quthub pada bulan Muharram tahun 1214 H, tepatnya di bukit Arafat. Kala itu beliau sedang bermukim di kota Fess yang jauh dari bukit tersebut. Perkara ini bagian dari ilmu melipat bumi dimana hijab diangkat sehingga Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra bisa terlihat di dua tempat sekaligus atau di beberapa tempat yang berbeda sedang sejatinya beliau di satu tempat (kota Fess).

2. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mengizinkan sebagian sahabat beliau untuk khalwat pada waktu tertentu, temyata ada seseorang dari sahabat Sayyidi Syaikh Ra yang menambahkan jumlah bilangan waktu khalwat yang sudah diizinkan oleh Sayyidi Syaikh Ra, maka yang bersangkutan pun senantiasa merasa bahwa Sayyidi Syaikh Ra bersamanya dalam khalwat tersebut, bahkan terdengar Sayyidi Syaikh mengatakan, “Motif apa yang membuatmu melakukan hal ini?”, sementara kala itu Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berada di kota Fess dan yang sedang ber-khalwat itu di kota lain yang jarak antara keduanya jauh.

3. Suatu ketika Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra datang (secara ruhani) ke rumah salah seorang sahabat beliau yang terkenal dengan maqam ke-ma’rifat-annya, ia sedang di rumah membaca buku karya sebagian pembesar wali, sehingga muncul penghormatan yang berlebihan darinya kepada pengarang kitab tersebut yang hampir mengarah kepada iltifat yang memudharatkan seorang murid, maka Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra menegurnya dan mengambil kitab tersebut darinya seraya berkata, “Hai fulan engkau ini pengamal Tijany atau apa?” Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra kala itu sedang berada di padang pasir dan orang tersebut berada di kota Fess.

4. Ada dua orang sahabat khusus Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra keduanya pergi untuk berhaji. Lalu terjadi salah paham antara keduanya hingga salah satunya ingin berbuat jahat pada yang lainnya, hingga pada hari itu atau pada hari setelahnya berhenti di sebuah mata air, dan orang-orang dan juga unta pada kehausan. Maka yang tadi telah berbuat jahat pada temannya turun ke mata air itu melalui jalan turun biasanya hingga tiba-tiba iapun terpeleset dan jatuh ke bawah dengan cepat hingga tidak sadarkan diri. Temannya pun menolah-noleh mencari apa yang jatuh, hingga iapun memohon luthuf Allah dan kemudian ia ingat pada Sayyidi Syaikh Ra dan ber-istighatsah dengan perantara beliau, tiba-tiba ada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra antara dirinya dan juga unta tersebut. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pun menolongnya dan menatap wajah yang terjatuh tersebut seraya berkata, “Ya Allah, sahabat-sahabatku..” Yang dimaksudkan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra adalah apakah engkau ingin menyakiti sahabat-sahabatku?”. Maka iapun langsung paham bahwa kejadian yang menimpanya itu adalah lantaran dirinya berbuat jahat pada temannya itu. Sontak iapun pergi ke temannya yang ia sakiti itu dan meminta maaf kepadanya. Kala itu Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra ada di Maghrib dan keduanya berada di Hijaz.

5. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pemah mengabarkan muridnya Sayyidi Muhammad Al Musyri akan datangnya pemimpin yang zhalim dan nyatanya seperti yang beliau katakan. Beliau Ra pun pernah memberitakan sebelum kejadian terjadi bahwa akan ada kampung yang terbakar. Terkadang beliau memberitahu bahwa sebagian ikhwan akan datang. Terkait dengan berita-berita ini beliau biasanya menutup-nutupinya seraya berkata, “Hatiku mengatakan ini padaku atau Terdetik dalam batinku ini “

6. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah mengabarkan bahwa Prancis akan menguasai Al Jazair. Banyak ragam informasi yang diberitahukan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra yang perlu dibuktikan kenyataannya: baik tentang kejadian yang jelas maupun gambaran masa depan.

Diantara perkara yang diberitakan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra yang mengindikasikan gambaran masa depan adalah, sebuah perkara yang terbukti kejadiannya setelah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra meninggal dunia, bahwa sebagian sahabat khusus Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pemah menyebutkan bahwa Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra memerintahkan untuk menjemur gandum di ladang seperti biasanya. Ketika itu adalah masa subur dan juga lapang, Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berkata, “Panggilkanlah para budak dan perintahkan mereka untuk menemani membawa gandum ini ke ladang,” Sahabat khusus Sayyidi Syaikh Ra menimpali, “Ladang itu dekat dan kita tidak butuh budak untuk hal tersebut,” Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra menjawab “Panggil para budak itu dan perintahkan mereka untuk menemaninya membawa gandum agar tidak dijarah di jalan.” Sahabat khusus Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra bertanya dengan pertanyaan semisal ketika memerintahkan untuk ke tempat pemanggangan roti. Sahabat khusus Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pun berguman seraya berkata, “Kamipun tidak paham perkara itu sampai ada masa paceklik yang panjang pada tahun 1240 H, dimana orang-orang memerlukan seperti apa yang diperintahkan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra.

7. Sayyidi ‘Ali Harazim Ra ketika akan berangkat menunaikan ibadah haji, Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mengatakan kepada beliau bahwa Nabi Saw telah menikahkan beliau (Syaikh Ali Harazim) dengan seorang anak perempuan di kota Tunis. sesampainya di kota Tunis kejadiannya pun seperti yang diberitakan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Kemudian Syaikh ‘Ali Harazim mentalaknya, dimana beritanya ini sampai pula kepada para sahabat Nabi Saw. Sebagian mereka kaget akan berita itu hingga ada sesuatu di hatinya, dimana Syaithan senantiasa mengganggu. Pada suatu hari yang bersangkutan duduk berdua bersama Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, dimana itu merupakan waktu yang tepat untuk curhat kepada beliau Ra, sampai tidak terasa ganjalan hati tentang masalah Syaikh ‘Ali Harazim yang mentalak istrinya itu pula turut tersampaikan. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pun mengangkat kepala seraya memalingkannya kepada sahabat Sayyidi Syaikh Ra tersebut lalu berkata, “Itu karena wanita itu tidak sholat.” Dengan perkataan itu ganjalan dalam hatipun sirna dan diapun tahu bahwa penyebab Syaikh ‘Ali Harazim mentalak adalah lantaran si wanita tidak pernah sholat.

8. Sebagian sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mengambil kain suf untuk dijual di kota Fess, sesampainya di sana, ia mendapati pasar kain wol tersebut penjualannya sedang stagnan. la pun kembali untuk meminta petunjuk Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, sesampainya disana ia mendapati para sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra sedang mengelilingi beliau, akhirnya ia pun duduk bersama mereka, belum saja ia bertanya, Sayyidi Syaikh Ra menanyakannya tentang harga minyak, lalu harga butter kemudian harga daging dan yang lainnya hingga sampai pada harga kain wol beliau, beliau langsung berkata, bahwa pasarannya sedang stagnan, lalu beliau kembali berkata, “Sungguh kain wol merupakan komoditi yang pasti dibutuhkan orang-orang dan sudah seharusnya pasarannya tinggi. Maka siapa yang punya kain wol hendaknya jangan bosan menyimpannya lantaran harganya yang kini sedang stagnan, hendaknya ia menaruhnya di tempat yang dapat menjaga mutunya seperti ini dan itu.” Pada lain waktu harganya akan kembali melambung tinggi, ada seorang lelaki yang mengamalkan petunjuk Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, dimana ketika waktu tersebut tiba, ada banyak orang yang membeli kain wol tersebut dan yang bersangkutan untung besar.

9. Ada sebagian ulama Fess yang terkena penyakit ganguan akal, Sayyidi Syaikh Ra memeintahkan agar membawa kasur dan tinggal di zawiyah, merekapun ternyata langsung sembuh. Oleh karena itu ada anjuran untuk senantiasa mulazamah pada benteng Sayyidi Syaikh Ra:

إِنَّ التَّجَانِي تَاجٌ لَا نَظِيْرَ لَهُ # اللَّهُ صَرَّفَهُ فِيْنَا وَوَلَاهُ

فَاسْرِدْ مَنَاقِبَهُ فَإِنَّهَا دُرَرٌ # أَوِلْزَمْ حِمَاهُ تَنَلْ مَعِيْنَ سُقْيَاهُ

“Sungguh At-Tijany adalah mahkota yang tiada tandingannya # Allahlah yang men-tasrif-kan beliau dan menjadikannya pemimpin kami

Maka ceritakanlah manaqibnya sebab itu adalah mutiara # atau lazimkanlah bentengnya engkau akan mendapat air tegukannya

10. Ada seorang pemuda dari Barbar yang terkenal dengan Amhalusy, ia mengumpulkan kaumnya dan bersatu ingin menyerang kota Fess dan merusak tatanan kekuasaan nya, dalam perjalanan mereka bersamaan dengan seorang keturunan Nabi Saw, yang tujuannya sama yaitu berjalan ke kota Fess. Sesampainya dikawasan bukit kota Fess, seorang keturunan Nabi Saw inipun berpisah dengan mereka, mereka di sana sementara dirinya lanjut ke kota Fess. Tujuannya adalah agar bisa bertemu dengan Ahlullah di sana. Kemudian ia pun pergi ke rumah Sayyidi Syaikh Ra dan dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah beliau, kala itu ia mendapati Sayyidi Syaikh Ra sedang berdzikir, sementara ia pun mondar-mandir di dalam rumah beliau Ra, Sayyidi Syaikh Ra pun memberikannya isyarat agar ia duduk sampai Sayyidi Syaikh Ra selesai membaca wiridan. Setelah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra selesai membaca wiridan, beliau langsung ucapkan salam padanya seraya bertanya dari mana asalnya, dari jalur nasab siapa serta bertanya seputar kondisi dan tujuannya datang, ia pun menjawab semua itu lalu meminta ditalqinkan wiridan thariqah At-Tijaniyyah, Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pun menalqinkannya, kemudian ia meminta petunjuk apakah harus berhijrah dari kota Bar-bar atau tidak, Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra lantas bertanya,” Apakah para wanitanya masih melakukan shalat?” la menjawab, “Sebagian mereka masih melakukan sholat, maka Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra memerintah kannya agar jangan berhijrah, lalu Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra bertanya tentang anak muda Bar-bar dengan orang-orang yang bersamanya, apa yang ia inginkan? lapun menjawab dengan mencirikan kekuatan yang mereka bawa dan apa yang menjadi tujuan mereka. Kemudian Sayyidi Syaikh berpaling seraya menjulurkan telapak tangan beliau dan berucap, “Huss,” lalu keturunan Nabi Saw berpamitan dan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mendo’akan kebaikan untuk beiau. Keesokan paginya ia pun ingin kembali melakukan perjalanan, sesampainya di tempat perpisahan dengan Amhalusy dan orang yang bersamanya, namun tidak menemukan mereka, akhirnya beliau bertanya prihal mereka, lalu ada yang mengatakan, “Mereka kalah kemarin pada waktu ini dan itu,” namun tidak ada yang tahu penyebab mereka bisa dikalahkan. Sang keturunan Nabi Saw tidak ragu lagi mengatakan bahwa mereka dikalahkan pada waktu ini dan itu ketika Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra sedang berpaling kepada mereka.

11. Ada seorang ulama Tilimsan yang berguru kepada Sayyidi Muhammad bin Al Musyri; sosok yang banyak menyimpan rahasia Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Ketika beliau ingin kembali ke negerinya, iapun mendatangi para guru untuk meminta bekal dan do’a baik mereka, serta wasiat yang bermanfaat, seperti adat istiadat yang banyak dilakukan. Salah satu guru yang kutujuh adalah Sayyidi Muhammad bin Al Musyri Ra, diantara wasiat beliau kepadaku adalah, “Apabila engkau dalam kondisi sulit dan terhimpit, maka ber-istighatsah-lah dengan (kemuliaan yang Allah Swt berikan) kepada lelaki ini; maksudnya Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, beliaupun menekankan prihal tersebut.”

Beliaupun pergi kembali ke negerinya, kemudian pergi lagi menuju kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji dengan naik kapal, atas izin Allah, tiba-tiba kapal tersebut pecah, beliau dan sekitar tujuh orang lainnya terapung di atas sebagian kayu kapal dan itu menghantarkan kami ke sebuah daratan yang ada di tengah laut, kamipun menepi dan menanti kematian, sebab tidak ada seorang pun yang berbicara kepada kami (sebab di sekelilingnya tidak ada orang ataupun penduduk). Seketika itulah terlintas dalam pikiran beliau saat-saat berada di negerinya dan juga ulama fikih kota Fess tempat menimba ilmu, dan terdetik wasiat itu, maka beliaupun ber-istighatsah dengan (kemuliaan yang dititipkan oleh Allah Swt kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra). Ketika beliau ber-istighatsah, kondisi diriku antara sadar dan tidak dan temyata di hadapanku ada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra sedang berdiri dan berkata kepadaku, “Katakanlah, ‘Ya ‘Aliman bil Althaf Najjina Mimma Nakhaf (Wahai Dzat yang mengetahui baragam perkara yang halus, selamatkanlah kami dari apa yang kami takuti)’.” Beliaupun terbangun seraya melafalkan itu.” Tidak lama kemudian nampak ada perahu datang dan aku menunjuk orang-orang yang bersamaku kepada kapten kapal, kamipun diangkut dan dihantarkan ke Jazirah Arab (Madinah), lalu kami melanjutkan perjalanan darat dan itu lebih aman.” la melanjutkan,” Hari itupula bukan kejadian itu, di saat beliau kembali ke kota Fess, beliau bertanya tentang Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, ada orang yang berkata, ‘Beliau sudah meninggal dunia’, beliau juga bertanya tentang tanggal Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra meninggal dunia dan aku ingat-ingat pula hari ketika aku dalam musibah itu, dimana saat itu aku melihat ada karomah besar pada kejadian tersebut, hari itu bertepatan dengan hari ketujuh dari wafatnya Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra.”

12. Ada sebagian pemimpin kota Fess yang membangkang, ketika mendengar ragam perkara tentang Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, iapun terkejut kok masih ada orang yang seperti beliau di zaman ini, maka iapun datang kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dengan tampang ingin berziarah dan ber-tabarruk kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, akan tetapi maksud sebenamya adalah untuk menguji Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra.

Sekeluarnya dari rumah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra ia pun berkumpul dengan orang yang ia tuakan dan mereka mencaci-maki Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, lantaran tidak bisa bersenang-senang karena tidak ada hiburan di rumah beliau, dimana memang Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra jauh dari hal tersebut. Perkara ini pun sampai kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan beliau berkata, “Rumah kami adalah rumah kebaikan, sedangkan rumahnya, aku kok melihatnya sebagai rumah yang jorok lagi kosong. Tidak lama setelah itu sang pemimpin tersebut pun dicopot dari jabatan hingga akhimya rumahnya pun kosong dan harta bendanya pun hilang, bahkan namanya pun tidak lagi disebut-sebut oleh masyarakat.

13. Ada seorang pemimpin lainnya yang mengadukan prihal budak-budak yang dimiliki oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, ada yang mengatakan kepadanya, “Ini adalah budak Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra,” pemimpin tersebut berkata, “Sungguh aku tidak mengenalnya,” kabar ini pun sampai pada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, beliau sontak berkata, “Hari ini dia akan mengenalku.”

Pada hari itu juga ada kabar yang diterima pemimpin tersebut, bahwa sebagian penduduk Barbar menyerang kabilahnya dan merampas rumahnya yang berada di tengah kabilah tersebut. Pemimpin tersebut pun pergi ke arah pasukan Barbar, ketika kedua pasukan bertemu, sang pemimpin terkena tembakan hingga ia meninggal dunia, sekelompok pasukan yang bersamanya pun kalah dan rumahnya dirampas, yang tersisa adalah jasad sang pemimpin itu yang tidak dimakamkan selama empat hari sampai kelompok dari Barbar itu pun pergi dari sana.

Orang-orangpun membawanya dalam kondisi yang mengenaskan, diantara orang yang membawa jasadnya adalah kerabatnya, kerabatnya ini termasuk orang yang cinta pada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, ia berkata kepada jasad tersebut, “Apa kini engkau sudah mengenal siapa beliau atau engkau masih belum mengenalnya? Setelah itu ada seseorang yang menggantikan posisi pemimpin tadi yaitu seorang pemimpin lama yang dahulu pernah dipilih oleh Sultan, kemudian, Sultan pun kembali marah dan menurunkan nya dari jabatan, sehingga kondisi lelaki ini pun juga mengenaskan. Selanjutnya, setelah sang Sultan menunjuk pemimpin baru, iapun menetapkan bahwa pada setiap kerabat Sultan ada penjaganya.

Penyebab ia ditunjuk untuk menjadi pemimpin kaum, bahwa suatu hari sebagian sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra lewat dihadapannya seraya berkata, “Wahai fulan, tidakkah engkau lihat bagaimana kondisiku saat ini, maka aku mohon padamu agar engkau meminta belas kasihan pada Allah dengan perantara detikan jiwa Syaikh Ra dan meminta do’a dari beliau.

Lalu Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mendo’akannya, setelah itu Sultan mengirimkan surat mandat dan menjadikannya pemimpin pengganti pemimpin sebelumnya.

14. Pada hari sabtu, 17 Muharram 1279 H, dari makam Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra keluar mata air susu, susu itu terus keluar dari dalam kuburan beliau Ra hingga banyak sekali orang yang mengambilnya sampai berdesak-desakan. Orang cerdas kota Fess tidak bisa berpikir apa-apa kecuali ikut nimbrung mengambil air susu tersebut dengan cawan besar, hingga kini cawan yang berisikan susu itu pun masih ada di beberapa tempat di zawiyah dan tidak berubah hingga saat ini.

15. Nampaknya ragam futuh dan kewalian yang nyata pada para sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra lantaran beliau Ra,

Sumber : BUKU FATHURRABBANI (FATHURRABBANI FIMA YAHTAJU ILAIHI MURID TIJANY) SYAIKH MUHAMMAD ATH-THASFAWI AT-TIJANY