You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Karomah Ma’nawiyah Sayyidi Syekh Ahmad Tijani radhiyallahu ‘anhu

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Karomah Ma’nawiyah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra

1. Kerasnya sikap beliau dalam mengikuti perintah syari’at dan mengikatkan diri dengan ragam perintah dan larangan agama yang nampak maupun yang tersembunyi bahkan sampai pada kebiasaan adat istiadat yang berlaku dan juga dalam beragam perkara mubah, maka bagi para wali Allah yang sudah wushul kepada-Nya termasuk karomah yang paling agung untuk seorang hamba dari Allah Swt.

2. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra sejak kecil memang tumbuh dengan tarbiyah yang ketat dalam beragama, bahkan dari kalangan khusus dan orang umum pun tahu prihal kebiasan beliau tersebut.

3. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra senantiasa melihat Nabi Saw secara yaqazhah (terjaga), dimana Nabi Saw tidak hilang sekejap pun dari pandangan beliau. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra banyak bertanya dan bermusyawarah dengan Nabi Saw, bahkan beliau di-tarbiyah langsung oleh Nabi Saw. Karomah semacam ini termasuk karomah yang tinggi.

4. Bahwa orang yang melihat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pada hari Senin atau hari Jum’at akan masuk surga tanpa hisab dan hukuman dengan jaminan Nabi Saw. Begitu pula ikhwan yang melihat beliau pada puncaknya hari Jum’at. Akan tetapi yang khusus adalah orang yang melihat beliau pada dua hari tersebut (Senin dan Jum’at); yaitu yang bersangkutan akan bahagia dengan kebahagiaan yang tidak dibuntuti kesengsaraan. Maksudnya adalah tidaklah ada seseorang yang melihat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pada hari Senin dan Jum’at, kecuali dalam catatan lauh mahfuzh terdahulu dia memang tergolong orang yang bahagia. Termasuk juga orang yang kafir; jika orang kafir melihat beliau pada salah satu dari dua hari tersebut, maka seyogyanya dia akan menutup hidupnya dengan keimanan. Baginya hendaknya bisa melihat beliau secara mutlak setiap harinya dengan orang Islam lainnya.

Melihat yang terikat dengan dua hari ini untuk setiap orang yang melihat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra meskipun dia adalah orang kafir. Nah, yang dimaksud dengan “melihat” Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra adalah kondisi melihat, yang terbangun dengan suatu keyakinan dan penghormatan diri kepada beliau Ra bukan hanya sekedar melihat saja..

Perkara yang dapat menegaskan bahwa “melihat” ini mencakup juga orang kafir adalah perkara yang ceritanya telah masyhur di kalangan sahabat khusus Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra bahwa ada seorang Yahudi yang kerjanya sebagai penjahit baju, dia pernah menjahit baju Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, sebagian sahabat Sayyidi Syaikh Ra duduk di samping si Yahudi tadi, mereka berbicara mengenai karomah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tersebut tanpa mempedulikan bahwa disana ada si Yahudi tadi. Jahitan baju Sayyidi Syaikh Ra pun selesai pada salah satu dari dua hari tersebut (senin atau jum’at). Ia pun pergi ke rumah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra untuk menyerahkan hasil jahitan baju Sayyidi Syaikh Ra itu sendiri kepada beliau dan biasanya memang ada pelayan Sayyidi Syaikh Ra yang menerima apapun untuk Sayyidi Syaikh Ra, ia pun berkata hendak meminta do’a daripada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Sang pelayan pun kembali masuk ke dalam rumah dan memberitahukan kepada Sayyidi Syaikh Ra apa yang disebutkan oleh orang Yahudi tersebut, maka Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mengizinkannya masuk ke dalam rumah Sayyidi Syaikh Ra. Ketika Si Yahudi tadi sudah masuk ke dalam rumah Sayyidi Syaikh Ra, ia memandang wajah Sayyidi Syaikh Ra seraya berkata, “Wahai Tuanku, ini, hari ini aku telah memandang wajahmu bagini dan begitu, Sayyidi Syaikh Ra pun mendo’akannya, kemudian ia pun pulang. Dan kenyataannya sang Yahudi tersebut meninggal dunia dalam kondisi muslim setelah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra wafat lantaran yakin terhadap jaminan Nabi Saw yang ditekankan dengan redaksi sumpah.

5. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra senantiasa rajin menelaah ragam kitab, mengingat-ingat apa yang sudah dibaca dan juga sering mendiktekan ragam ilmu kepada yang lainnya. Berbicara sembari menulis dalam satu waktu, dimana tidak ada orang yang bisa membuat beliau sibuk, Maha suci Allah yang telah memuliakan beliau dengan itu.

6. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra hafal banyak ilmu. Orang yang ingin bertanya kepada beliau atau menulis surat untuk beliau, maka beliau dengan mudah saja menjawab tanpa perlu lagi berfikir akan jawaban pertanyaan itu, seolah-olah ada catatan di antara dua mata beliau.

7. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah mengatakan, “Jikalau aku ditanya selama empat tahun dan aku mendiktekannya, maka itupun tak akan habis-habis aku memberikan jawaban tanpa perlu berpikir.”
Hal yang demikian sebenarnya tidak lagi aneh, sebab Rasulullah Saw pernah berkata kepada beliau, “Setiap engkau diktekan, maka engkau adalah orang yang menterjemahkannya dariku Saw.”

8. Allah Swt menjadikan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pemberi syafa’at bagi umat pada masa beliau ditambah dua puluh tahun.

9. Rasulullah Saw pernah bersabda pada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra seperti apa yang pernah disabdakan kepada Sayyidina Bilal bin Rabah Al Habasyi,

أَنْفِقْ يَا بِلالُ وَلا تَخْشَ مِنْ ذِي الْعَرْشِ إِقْلَالاً

“Infakkanlah bilal dan jangan kau takut kekurangan dari Dzat pemilik Arasy ini.”

10. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah mengatakan, “Dikatakan kepadaku

هٰذَا عَطَآ ؤُنَا فَا مْنُنْ اَوْ اَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
haazaa ‘athooo-unaa famnun au amsik bighoiri hisaab

“Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan.”
(QS. Sad 38: Ayat 39)

Dua karomah diatas merupakan satu macam. Kebenarannya telah terbukti secara ghaib dan nyata. Lihat kembali kitab Jawahirul Ma’ani pada pembahasan Karomah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, niscaya kau akan temukan apa yang Allah Swt khususkan untuk beliau Ra terkait perkara ini.

11. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra merupakan sosok yang memberikan madad kepada semua wali dan orang-orang yang ‘Arifbillah dengan ragam asrar dan ma’rifat dari Rasulullah Saw dan juga dari semua nabi As. Oleh karena itu, semua wali secara mutlak tunduk kepada beliau dan mengakui kedudukan beliau Ra pada alam ghaib dengan ragam tingkatannya.

12. Pada hari Kiamat, Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra naik ke atas mimbar dari cahaya, kemudian pemanggil menyerukan pada semua yang ada di Mauqif, “Wahai penghuni Mahsyar, ini adalah imam kalian yang memberilan madad pada kalian.”

13. Jika para wali Quthub umat ini berkumpul, maka tidak ada timbangan serambutpun yang menyamai apa yang Allah Swt khususkan pada salah satu dari kelompok pengamal thariqah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Beliau Ra menyebutkan, bahwa jumlah kelompok ini lebih dari 600 orang, mereka adalah Wali Kamil Ahli Tarbiyah, semisal Sayyidi Al Hajj ‘Ali At-Tamasini.

14. Sungguh shalat fardhu ataupun nafilah di zawiyah beliau Ra pasti diterima sesuai dengan keutamaan Allah Swt.

15. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra mengetahui Isim A’zham. Beliaupun menyebutkan bahwa ia memiliki ragam kekhususan dan asrar yang sebelumnya belum pernah dinukil oleh para pembesar wali Allah Swt. 

Sumber : BUKU FATHURRABBANI (FATHURRABBANI FIMA YAHTAJU ILAIHI MURID TIJANY) SYAIKH MUHAMMAD ATH-THASFAWI AT-TIJANY