
Elsubha.com – Penjelasan Ragam Nama Thariqah At-Tijaniyyah
Perlu diketahui, bahwa thariqah kita memang dimutlakkan dengan ragam nama diatas, dan memang semua itu telah dimutlakkan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Hal ini menunjukkan keutamaan agung thariqah ini, sebab banyaknya sematan nama pada sebuah thariqah akan menunjukkan unggulnya thariqah tersebut.
1. Penyematan thariqah ini dengan nama At-Tijaniyyah, maka ini dinisbatkan kepada pemilik thariqah ini; Sayyidi Ahmad At-Tijany Ra.
2. Penyematan thariqah ini dengan nama Al Ahmadiyyah, ini dikarenakan pemilik thariqah ini bernama Ahmad, sehingga dinisbatkan kepada nama ini. Dikatakan pula bahwa disebut demikian karena ia adalah thariqah syukur, lantaran pangkat wali Quthub porosnya adalah pujian untuk Allah Swt atas ragam nikmat melimpah yang patut dipublikasi, sehingga disematkanlah nama Ahmadiyyah. Ada pula yang mengatakan, bahwa thariqah ini disematkan dengan nama Ahmadiyyah karena ragam wiridannya mengandung puncaknya pujian bagi Allah secara eksplisit maupun implisit.
3. Penyematan thariqah ini dengan nama Al Muhammadiyyah, ini dikarenakan ragam wiridannya berupa sholawat dan salam untuk Nabi Muhammad Saw. Dikatakan pula bahwa disebut demikian karena thariqah ini masuk pada semua thariqah yang ada dan membatalkan semua thariqah tersebut, dimana tabi’at thariqah At-Tijaniyyah inipun menempati posisi tabi’at semua thariqah yang ada, nah ketika syari’at Nabi Muhammad Saw ini memiliki tabi’at seperti ini, maka dinamakan Al Muhammadiyyah.
Ada pula yang mengatakan, thariqah At-Tijaniyyah ini dengan nama Al Muhammadiyyah karena semua thariqah pada akhir zaman ini akan masuk ke dalam thariqah At-Tijaniyyah ini sesuai dengan janji Nabi Muhammad Saw, dimana janji beliau Saw tidak pernah dusta. Dikatakan pula, thariqah ini disematkan dengan nama Al Muhammadiyyah karena Allah Swt akan melipat gandakan pahala kebaikan pengamal thariqah ini dibanding dengan yang lainnya, sepertihalnya pahala kebaikan umat ini dilipatgandakan daripada umat-umat terdahulu.
4. Penyematan thariqah ini dengan nama Al Ibrahimiyyah Al Hanifiyyah, ini dikarenakan thariqah ini tumbuh dari lingkaran keutamaan Allah Swt, dimana Allah Swt menjadikan Nabi Ibrahim As sebagai kekasih-Nya sejak zaman azali jauh sebelum beliau ada bahkan jauh sebelum alam semesta ini pun ada. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَـقَدْ اٰتَيْنَاۤ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَ كُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ
wa laqod aatainaaa ibroohiima rusydahuu ming qoblu wa kunnaa bihii ‘aalimiin
“Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk dan Kami telah mengetahui dia.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 51)
Maka karena Allah Swt pun menempatkan keluarga Nabi Ibrahim As pada pusara keutamaan Allah Swt ini, maka dinamakanlah dengan Al Ibrahimiyyah Al Hanifiyyah. Dikatakan pula bahwa thariqah At-Tijaniyyah disematkan dengan nama tersebut karena thariqah At-Tijaniyyah merupakan thariqah pilihan lagi mudah, tidak ada kehimpitan dan kesulitan dalam mengamalkannya. Maka Al Ibrahimiyyah Al Hanifiyyah merupakan nama seperti yang diisyaratkan dalam firman-Nya,
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَا دِهٖ ۗ هُوَ اجْتَبٰٮكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ هُوَ سَمّٰٮكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّا سِ ۖ فَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَا عْتَصِمُوْا بِا للّٰهِ ۗ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
wa jaahiduu fillaahi haqqo jihaadih, huwajtabaakum wa maa ja’ala ‘alaikum fid-diini min haroj, millata abiikum ibroohiim, huwa sammaakumul-muslimiina ming qoblu wa fii haazaa liyakuunar-rosuulu syahiidan ‘alaikum wa takuunuu syuhadaaa-a ‘alan-naasi fa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata wa’tashimuu billaah, huwa maulaakum, fa ni’mal-maulaa wa ni’man-nashiir
“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 78)
Beragam pembahasan mengenai hal ini aku ringkas dari kitab Bughyatul Mustafid, bahkan dalam kitab Ar-Rimah masih banyak lagi ragam nama yang dijadikan nisbat thariqah At-Tijaniyyah ini, silahkan rujuk kembali jika engkau membutuhkannya.
