You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Serangan Mereka Melalui Pembaharuan Dalam Syari’at

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Serangan Mereka Melalui Pembaharuan Dalam syari’at

yang Diantara orang-orang yang memusuhi Islam ada mengklaim, bahwa diri mereka sebagai pembaharu (memperbaharui keadaan yang buruk) atau dia adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tungguh atau Al Masih berada dalam dirinya. Mereka tidak bermaksud, kecuali menyerang agama Islam dan juga kaum muslimin.

Al Baha iyyah adalah bagian dari kelompok bathiniyyah yang memusuhi Islam. Mereka menganggap wajar datangnya para pembaharu dalam beragam cabang agama dan bukan dalam akidah. Lantas apa pembaharuan yang mereka klaim itu? Klaim mereka yang dusta menyatakan, bahwa mereka sanggup merubah syari’at yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, kemudian apa? Mereka menjadikan setiap umat boleh membuat syari’at untuk diri mereka masing-masing sesuai dengan kehendaknya, sehingga yang dinilai halal oleh sekelompok umat, dianggap haram oleh kelompok lainnya.

Sungguh mereka telah membuka kejelekan diri mereka sendiri. Dapat kita ketahui bahwa tujuan dari perintah mereka adalah terbebas dari syari’at Muhammadiyah yang mulia dan juga penutup segala syari’at, lantas apakah yang mereka bawa ini membutuhkan wahyu? Sungguh ini adalah agama para penyembah berhala yang tidak memahami agama.

Apabila dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya Rasulullah Saw adalah penutup para nabi, sehingga syari’atnya tidak bisa dirubah dan wahyu dari langit tidak bisa dirubah, kecuali dengan wahyu dari langit juga. Dan sungguh wahyu kenabian terputus setelah beliau Saw.” Maka mereka menjawab, “Sesungguhnya tugas kami adalah memperbaharui beberapa cabang agama dan bukan akidah.”

Wahai orang-orang miskin! Apakah tugas kenabian itu merubah akidah? Tentu tidak, tugas mereka adalah menjalankan beberapa hukum, seperti halal dan haram. Sebagaimana yang dikatakan oleh nabi Isa As (yang diabadikan dalam Al Qur`an),

وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَلِاُ حِلَّ لَـكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِاٰ يَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَا تَّقُوْا اللّٰهَ وَاَ طِيْعُوْنِ
wa mushoddiqol limaa baina yadayya minat-taurooti wa li-uhilla lakum ba’dhollazii hurrima ‘alaikum wa ji-tukum bi-aayatim mir robbikum, fattaqulloha wa athii’uun

“Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 50)

Mereka adalah kaum yang menetapkan untuk diri mereka hakikat dari tugas kenabian, walaupun mereka jauh dari istilah kenabian. Tidak ada yang bisa dijadikan palajaran kecuali hakikat!

Mereka mengklaim, bahwa Al Qur’an tidak dijelaskan oleh Nabi Saw dan merekalah yang akan menjelaskannya kepada manusia. Namun inti dari penjelasan mereka itu adalah agama selain agama Islam yang dibawa oleh seluruh para nabi.

Allah Swt berfirman kepada Rasul-Nya Saw,

بِا لْبَيِّنٰتِ وَا لزُّبُرِ ۗ وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّا سِ مَا نُزِّلَ اِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
bil-bayyinaati waz-zubur, wa angzalnaaa ilaikaz-zikro litubayyina lin-naasi maa nuzzila ilaihim wa la’allahum yatafakkaruun

“(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Ad-Zikr (Al-Qur’an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 44)

Jadi, Nabi Saw adalah orang yang diperintah oleh Allah Swt untuk menjelaskan Al Qur’an, yaitu Adz-Dzikr (pengingat). Lantas apakah beliau telah menjelaskannya atau tidak?

Barangsiapa yang mengira, bahwa beliau tidak menjelaskan Al Qur’an yang diturunkan untuk manusia, maka dia kafir terhadap Allah Swt dan keluar dari agama Islam. Dan barangsiapa yang beriman bahwa beliau telah menjelaskan Al Qur’an sebagaimana yang diperintah Allah Swt, maka dia tidak akan berfikir untuk meninggalkan keterangan Rasulullah Saw yang memang telah diperintah oleh Allah Swt untuk menyampaikan penjelasan tersebut.

Allah Swt berfirman terkait dengan diri beliau,

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى 
wa maa yangthiqu ‘anil-hawaa

“dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya.”
(QS. An-Najm 53: Ayat 3)

Apakah setelah penjelasan dari orang yang ma’shum Saw dia akan berpindah kepada klaim-klaim yang tidak terdapat dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya Saw. Klaim ini adalah klaim yang keliru lagi dusta serta tidak memiliki jalur periwayatan, bahwa itu diturunkan (oleh Allah Swt).

Sungguh mereka telah membuka keburukan diri mereka sendiri dengan mengingkari hari kebangkitan. Dengan itu, mereka memberitahukan bahwa mereka termasuk bagian dari kebatilan yang merusak dan menimbulkan kontroversi, sehingga sejatinya dia sudah merusak dirinya sendiri. Sungguh mereka telah merubah akidah yang dibawa oleh para nabi disertai dengan pengakuan, bahwa mereka datang bukan untuk merubah akidah sedikit pun.

Sumber : BUKU SUFI MENGGAPAI ILAHI (AHL AL HAQQ AL ‘ARIFUNA BILLAAH) SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI