You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Serangan Mereka Dengan Mengaku Nabi Tanpa Membawa Syari’at Baru

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Serangan Mereka Dengan Mengaku Nabi Tanpa Membawa Syari’at Baru

Diantara mereka ada yang mengaku sebagai nabi tanpa membawa syari’at baru. Apabila benar Al Qur’an mengakui adanya kenabian tanpa membawa syari’at, maka Al Qur’an sendiri telah menafikan keberadaan sosok nabi baru setelah Rasulullah Saw, sebagaimana dalam firman-Nya,

مَا كَا نَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَا لِكُمْ وَلٰـكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَا تَمَ النَّبِيّٖنَ  ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
maa kaana muhammadun abaaa ahadim mir rijaalikum wa laakir rosuulallohi wa khootaman-nabiyyiin, wa kaanallohu bikulli syai-in ‘aliimaa

“Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 40)

Maka terkait pengalihan makna ayat ini dari makna yang sebenarnya dalam sisi linguistik Al Qur’an adalah bentuk pengalihan yang lemah, yang bisa mencela pelakunya, sebab makna sebenarnya adalah bahwa beliau adalah nabi yang terakhir sesuai dengan kesepakatan para pakar bahasa. Jadi, mereka itu adalah para pendusta dalam setiap perkara.

Diantara mereka adalah kelompok Al Qodyâniyyah (aliran yang dinisbatkan kepada Mirza Ghulam Ahmad; Ahmadiyah), mereka termasuk bagian dari orang-orang kafir, karena mereka telah menghancurkan salah satu diantara beragam dasar agama Islam, yaitu bahwa Nabi Saw adalah penutup para nabi, tidak ada nabi dan rasul setelah beliau. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al Qur’an dan sabda manusia mulia (Nabi Muhammad Saw),

Rasulullah Saw bersabda,

كَانَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيلَ تَسُوْسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

“Bani Isra `il selalu dipimpin oleh para nabi, setiap nabi meninggal, maka nabi yang lain menggantikannya dan sesungguhnya tidak ada nabi setelahku.” (HR. Al Bukhari dalam Ash-Shahih dari Abu Hurairah Ra).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik Ra, dia berkata: Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدْ انْقَطَعَتْ فَلَا رَسُوْلَ بَعْدِي وَلَا نَبِيَّ

“Sesungguhnya risalah dan kenabian telah terputus, sehingga tidak ada rasul dan nabi setelahku.” (HR. At-Tirmidzi, dimana dia menilainya shahih)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda,

وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً وَخُتِمَ بِيَ النَّبِيُّوْنَ

“Aku diutus kepada seluruh makhluk secara keseluruhan dan denganku lah para nabi ditutup.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Diriwayatkan dari Tsauban Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda,

أَنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُوْنَ كَذَابًا كُلُّهُمْ يَدَّعِي أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

“Sesungguhnya diantara umatku akan ada tiga puluh pendusta, mereka semua mengaku bahwa dirinya adalah nabi, padahal aku adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi setelahku.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya)

Inilah penjelasan Rasulullah Saw untuk Al Qur’an, -kitab yang Allah Swt perintahkan untuk diemban dan dijelaskan kandungannya, yaitu firman-Nya,

بِا لْبَيِّنٰتِ وَا لزُّبُرِ ۗ وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّا سِ مَا نُزِّلَ اِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
bil-bayyinaati waz-zubur, wa angzalnaaa ilaikaz-zikro litubayyina lin-naasi maa nuzzila ilaihim wa la’allahum yatafakkaruun

“(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Ad-Zikr (Al-Qur’an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 44)

lantas apakah setelah penjelasan Rasulullah Saw ada lagi penjelasan yang lainnya?

Disamping itu, mereka mengklaim bahwa mereka tidak membawa syari’at, namun kenyataannya mereka merubah syari’at Rasulullah Saw dengan beberapa cara buruk yang pernah ditempuh oleh pendahulu mereka, yaitu kelompok bathiniyyah yang telah memusuhi Islam sebelumnya, dengan penakwilan bathil yang menjadi ciri khas orang-orang yang menyimpang. Sebagaimana klaim mereka terkait dengan pembatalan perintah jihad di jalan Allah, disamping mereka juga menyerang kita (kaum muslimin) di negeri-negeri kita sendiri; (mereka juga membatalkan perintah) untuk membela jiwa, negeri kita yaitu negeri Islam, kehormatan kita dan darah kita, padahal tidak ada seorang yang berakal pun meragukan disyariatkannya hal tersebut, baik muslim atau kafir.

Rasulullah Saw bersabda,

مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Barangsiapa yang dibunuh tanpa hartanya (demi mempertahankan hartanya), maka dia syahid dan barangsiapa yang dibunuh tanpa keluarganya (demi membela keluarganya), maka ia syahid.”

Disamping itu, mereka memiliki beberapa kesesatan dalam akidah, karena mereka menakwilkan kebangkitan di akhirat dengan kebangkitan rohani. Mereka menakwilkan surga dan neraka dengan kenikmatan dan keburukan secara ma’nawi. Mereka juga mengingkari setiap perkara yang ada dalam nash-nash Al Qur’an dan As-Sunnah.

Jadi, tujuan orang-orang yang menyimpang itu dengan menggunakan berbagai macam warna dan bentuk- adalah, adakalanya merubah akidah dan adakalanya merubah tatanan amaliyah (action) yang dalam syari’at dijadikan sebagai dasar interaksi diantara manusia dan juga merubah tatanan kehidupan bermasyarakat yang mengatur kemerdekaan setiap manusia, seperti sikap saling tolong-menolong, sikap adil dalam bermasyarakat dengan hikmah yang bisa dinalar dan memiliki kandungan kebenaran yang jelas.

Sumber : BUKU SUFI MENGGAPAI ILAHI (AHL AL HAQQ AL ‘ARIFUNA BILLAAH) SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI