You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Kata Pengantar Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Hafiz dan Syaikh Muhammad Al Hafiz At-Tijany Al Mishri dalam Kitab Radd Akâdzib Al Muftarrin; Ulama Tazkiyat An-Nafs Min A’lâm An-Nâs bil Kitab was-sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Kata Pengantar Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Hafiz dan Syaikh Muhammad Al Hafiz At-Tijany Al Mishri

1. Kata Pengantar Syaikh Ahmad bin Muhammad Al Hafiz

Bismillahirranirrahim

Alhamdulillah, hamdan yaliqu bijalali wajhihil ‘azhîm, alhamdulillâhil-ladzi hadâna lihâdza wama kunna linahtadiya lawlâ an hadânallâh, man yahdillâhu fahuwal muhtadi, wa man yudhlil fa `ulâika humul khâsirûn.

Wa nasyhadu an lâ ilâha illallâh wahdahu lâ syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alâ kulli syai in qadir. Wa shallallahumma ‘alâ sayyidina Muhammadin al fatihi, al khatîm wa alâ âlihi haqqa qadrihi wa miqdarihil ‘azhîm. Amma ba’du.

Tidak dipungkiri lagi bahwa ibadah memberikan pengaruh dalam hal pensucian jiwa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰٮهَا 
qod aflaha mang zakkaahaa

“sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),”
(QS. Asy-Syams 91: Ayat 9)

Ibadah bukanlah bertujuan mengharapkan sesuatu, melainkan itu merupakan bentuk ketaatan diri kepada Allah Swt dan rasul-Nya.

Rabi’ah Al ‘Adawiyah pernah bersenandung,

أُحِبُّكَ حُبَّيْنِ حُبُّ الهَوَى # وَحُبًّا لِأَنَّكَ أَهْلٌ لِذلِكَ

Aku mencintai-Mu lantaran dua alasan: Cinta lantaran hawa # dan cinta lantaran Engkaulah yang pantas dicinta.

Rabi’ah Al ‘Adawiyah pun pernah berkata, “Aku tidak menyembah Allah lantaran aku takut pada neraka dan mengharapkan surga-Nya, aku menyembah-Nya lantaran aku cinta dan rindu pada-Nya.’

Bahkan Allahpun sudah memerintahkan kita melalui lisan nabi-Nya untuk bersegera pergi melakukan perjalanan menuju Allah Swt, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَفِرُّوْۤا اِلَى اللّٰهِ ۗ اِنِّيْ لَـكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ 
fa firruuu ilalloh, innii lakum min-hu naziirum mubiin

“Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 50); yaitu bersegera pergi dari kekufuran menuju iman, pergi dari alam semesta ini menuju Allah sang Pencipta, pergi dari ragam nikmat yang dirasa menuju Allah Dzat pemberi nikmat, dari makhluk menuju Kholiq (Sang Pencipta).

Berlari ataupun hijrah memiliki makna yang sama, sebab nabi Ibrahim As pernah berkata dengan perkataan yang Allah Swt abadikan dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاٰ مَنَ لَهٗ لُوْطٌ ۘ وَقَا لَ اِنِّيْ مُهَا جِرٌ اِلٰى رَبِّيْ ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
fa aamana lahuu luuth, wa qoola innii muhaajirun ilaa robbii, innahuu huwal-‘aziizul-hakiim

“Maka Luth membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.””
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 26)

Rasulullah Saw pun pernah bersabda,

إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَحِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Perumpamaan teman baik dan teman buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pande besi. Penjual minyak bisa saja memberimu minyak itu atau engkau dapat membeli darinya atau engkau juga akan mendapatkan semerbak bau wanginya. Sedangkan pande besi bisa saja membakar bajumu atau engkau akan dapati bau yang tidak sedap.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan kepada kita agar kita bersahabat dengan teman yang baik, sebagaimana disebutkan juga dalam riwayat lainnya,

هُمُ الْقَوْمُ لَا يَسْقِي بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ

“Mereka adalah kaum, dimana orang yang duduk bersamanya tidak pernah sengsara.”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا صْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِا لْغَدٰوةِ وَا لْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ ۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَا تَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَا نَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
washbir nafsaka ma’allaziina yad’uuna robbahum bil-ghodaati wal-‘asyiyyi yuriiduuna waj-hahuu wa laa ta’du ‘ainaaka ‘an-hum, turiidu ziinatal-hayaatid-dun-yaa, wa laa tuthi’ man aghfalnaa qolbahuu ‘ang zikrinaa wattaba’a hawaahu wa kaana amruhuu furuthoo

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 28)

Segala puji bagi Allah, pada kenyataanya thariqah kita merupakan thariqah yang aplikasinya menjalankan segala perintah dan menjauhi segenap larangan-Nya, seperti yang sudah disampaikan oleh Rasulullah Saw.

Dalam buku ini, Syaikh Muhammad Al Hafiz akan mengungkapkan serta membantah semua tuduhan orang-orang yang ingkar terhadap Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan thariqah beliau.

Muhammad Ihab yang merupakan seorang arsitek dan juga cucu dari H. Farid Musa At-Tijany pernah berkata:

وَالْمُنْكِرُوْنَ ثَلَاثَةٌ هُمْ جَاهِلُ # أَوْ حَاسِدٌ أَوْ حَاقِدٌ شَيْطَانِي وَجَمِيْعُهُمْ لَوْ شَاءَ رَبُّكَ أَبْصَرُوا # وَتَسَابَقُوْا لِلْوُدِّ دُوْنَ تَوَانِي لكِنْ محظوظاً بِحَضْرَةِ شَيْخِنَا # يَرْقَى وَيَشْقَى مُنْكِرٌ وَيُعَانِي

“Orang-orang yang ingkar ada tiga tipikal: mereka adalah orang yang bodoh # atau orang yang hasut, atau orang yang dengki kesetanan.

Mereka semua itu, jikapun Allah berkehendak, Diapun akan menunjukkan yang benar # merekapun akan berlomba-lomba dalam berdzikir tanpa kenal lelah.

Namun sesuai dengan apa yang sudah ditentukan Syaikh kami # yang dengannya kita semakin tinggi dan orang yang ingkar akan sengsara.”

Allah Swt pun menyatakan bahwa Dia akan menolong orang-orang yang beriman, sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya,

اِنَّ اللّٰهَ يُدٰفِعُ عَنِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّا نٍ كَفُوْرٍ
innalloha yudaafi’u ‘anillaziina aamanuuu, innalloha laa yuhibbu kulla khowwaaning kafuur

“Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 38)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ 
alaaa inna auliyaaa-allohi laa khoufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS. Yunus 10: Ayat 62)

Semua orang yang ingkar sepakat bahwa thariqah

Tijaniyyah yang merupakan thariqah Sayyidi Syaikh Ahmad Tijany Ra banyak digandrungi oleh para ulama dalam tulisan dan buku mereka, namun mereka ingkar untuk masuk ke dalam thariqah ini lantaran mereka menganggap bahwa thariqah adalah suatu bid’ah yang tidak ada contohnya di zaman Nabi Saw dan juga sahabat, mereka menyatakan demikian dengan berpegang teguh pada hadits Nabi Saw,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدُّ

“Barangsiapa yang membuat perkara baru yang tidak ada dalilnya dalam agama, maka itu tertolak.” (HR. Al Bukhari; Abu Daud; Ad-Daruqthni)

Juga sabda Nabi Saw,

شَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

“Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang baru, setiap perkara baru adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan adanya di neraka.”

Perlu diketahui, bahwa yang dimaksud dengan, “Amrina,” adalah sunnah Rasulullah Saw dan juga kitabullah. Maksud hadits diatas terkait perkara yang bertentangan dengan kitabullah atau sunnah Rasulullah Saw. Sementara perkara baru yang memiliki akar dalil dari kitabullah dan sunnah Rasulullah Saw bukanlah perkara yang dimaksud dari hadits diatas.

Dalam banyak ayat Al Qur’an, Allah Swt memerintahkan orang mukmin untuk memperbanyak berdzikir kepada Allah Swt, sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya,

قَا لَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْۤ اٰيَةً ۗ قَا لَ اٰيَتُكَ اَ لَّا تُكَلِّمَ النَّا سَ ثَلٰثَةَ اَيَّا مٍ اِلَّا رَمْزًا ۗ وَا ذْكُرْ رَّبَّكَ كَثِيْرًا وَّسَبِّحْ بِا لْعَشِيِّ وَا لْاِ بْكَا رِ
qoola robbij’al liii aayah, qoola aayatuka allaa tukalliman-naasa salaasata ayyaamin illaa romzaa, wazkur robbaka kasiirow wa sabbih bil-‘asyiyyi wal-ibkaar

“Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Allah berfirman, “Tanda bagimu adalah bahwa engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 41)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا 
laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatul limang kaana yarjulloha wal-yaumal-aakhiro wa zakarolloha kasiiroo

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَا لْمُسْلِمٰتِ وَا لْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ وَا لْقٰنِتِيْنَ وَا لْقٰنِتٰتِ وَا لصّٰدِقِيْنَ وَا لصّٰدِقٰتِ وَا لصّٰبِرِيْنَ وَا لصّٰبِرٰتِ وَا لْخٰشِعِيْنَ وَا لْخٰشِعٰتِ وَا لْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَا لصَّآئِمِيْنَ وَا لصّٰٓئِمٰتِ وَا لْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَا لْحٰـفِظٰتِ وَا لذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ ۙ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا
innal-muslimiina wal-muslimaati wal-mu-miniina wal-mu-minaati wal-qoonitiina wal-qoonitaati wash-shoodiqiina wash-shoodiqooti wash-shoobiriina wash-shoobirooti wal-khoosyi’iina wal-khoosyi’aati wal-mutashoddiqiina wal-mutashoddiqooti wash-shooo-imiina wash-shooo-imaati wal-haafizhiina furuujahum wal-haafizhooti waz-zaakiriinalloha kasiirow waz-zaakirooti a’addallohu lahum maghfirotaw wa ajron ‘azhiimaa

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا 
yaaa ayyuhallaziina aamanuzkurulloha zikrong kasiiroo

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 41)

وَّ سَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
wa sabbihuuhu bukrotaw wa ashiilaa

“dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 42)

Semoga Allah Swt memberikan kita semua taufik untuk kebaikan dan hidayah, segala puji bagi Allah Swt sejak pertama hingga akhir, pada nikmat yang nampak maupun nikmat yang tersembunyi.

15 Rabi’ul Awwal 1429 H/23 Maret 2008 Μ.

2. Kata Pengantar Penulis; Syaikh Muhammad Al Hafiz At-Tijany Al Mishri

Alhamdulillahi rabbil ‘alamîn, wa shallallahu ‘ala sayyidinâ Muhammadin an-nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbih wa sallim, wa ba’du.

Rasulullah Saw pernah bersabda,

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا ، قِيلَ: كَيْفَ أَنْصُرُهُ ظَالِمًا ؟ قَالَ: تَحْجُرُهُ عَنِ الظُّلْمِ، فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ.

“Tolonglah saudaramu, baik dalam keadaan zhalim atau dizhalimi,” dikatakan oleh sahabat nabi, ‘Bagaimana aku menolongnya dalam kondisi sedang berbuat zhalim?’ Rasulullah Saw bersabda, ‘Cegah ia dari berbuat zhalim, sungguh itu bentuk menolongnya’. ” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i dari riwayat Anas.)

Ada sekelompok orang yang menisbatkan beragam perkara dusta pada orang-orang shaleh. Menyingkap kedustaan yang mereka tuduhkan kepada orang shaleh merupakan bagian dari mencegah kezhaliman orang mukmin yang sudah Allah Swt wajibkan bagi setiap mukmin. Aku tulis buku ini bertujuan untuk menjaga kehormatan Al ‘Arif Ar-Rabbani wal Quthb Ash-Shamdani Sayyidi Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra, dimana aku hanyalah penyambung lisan dari beliau, satu dari banyak pena miliknya, titik diantara lautan ilmunya, Allah Swt telah menganugerahiku kekuatan untuk membela beliau; tentang kemuliaan ilmu yang berasal dari sumbernya, tentang kemuliaan sisi Al Muhammadiy dari keturunan kanjeng Nabi Muhammad Saw dan tentang kewalian dari puncak walinya, tentang keyakinan pada hakikatnya, meski semisal Sayyidi Syaikh Ra tidak perlu lagi dibela oleh orang seperti kami, sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُدٰفِعُ عَنِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّا نٍ كَفُوْرٍ
innalloha yudaafi’u ‘anillaziina aamanuuu, innalloha laa yuhibbu kulla khowwaaning kafuur

“Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 38)

Sayyidi Ibnu ‘Umar bin Sayyidi Muhammad Al Kabir bin Sayyidi Muhammad Al Basyir bin Sayyidi Muhammad Al Habib merupakan sosok yang diharapkan bisa membaca tulisan ini, sosok yang dari tangan beliau banyak orang yang memeluk Islam.

Terakhir kami memohon pada Allah Swt agar Dia menyertai kami dengan taufik-Nya dan memberikan kita dan semua kaum muslimin keridhaan sempurna yang tidak ada kebencian setelahnya, Amin. Wa salamuri ‘alal mursalin walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Ya Tuhanku…Tambahkanlah Ilmuku

Sumber : BUKU SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ MENJAWAB, ANTARA TUDUHAN DAN FAKTA (RADD AKADZIB AL MUFTARRIN; ULAMA TAZKIYAT AN-NAFS MIN A’LAM AN-NAS BIL KITAB WAS-SUNNAH) SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI