
Elsubha.com – Kerajaan Allah di Muka Bumi
Nabi Saw bersabda,
إِنَّ لِلَّهِ مِائَةَ خُلُقٍ وَسَبْعَةَ عَشَرَ خُلُقًا، مَنْ أَتَاهُ بِخُلُقٍ مِنْهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Sungguh Allah memiliki seratus akhlaq (sifat) dan tujuh belas diantaranya (tersimpan di perbendaharaan-Nya), barangsiapa yang bisa mendatangkan satu akhlak [sifat] di antaranya (menyifati dirinya dengan itu pada Hari Kiamat) dengan satu akhlak saja, niscaya ia akan masuk surga.” (HR. Al Hakim dan At-Tirmidzi dengan sanad hasan), masih ada berbagai riwayat lainnya.
Di saat Allah Swt mengutus seorang hamba-Nya, maka Dia pun melepaskan sisi kekurangan dari diri hamba tersebut dan menganugerahinya pakaian kesempurnaan; Allah itu Maha Penyayang, maka Dia pun menjadikannya (hamba-Nya) memiliki sikap penyayang; Allah itu Pemurah, maka la pun menjadikan hamba-Nya memiliki sikap pemurah, penyabar, adil, pemaaf dan memberikannya beragam rahasia yang sesuai dengan maqam penyembahan yang benar, la pun memberikannya akhlak yang sempurna sesuai kemungkinan yang ada, oleh karena itu Allah Swt menyifati Rasulnya Saw dengan “Raufur-rahiim” dan menyifati orang-orang mukmin dengan sifat, أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ ۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَا فُوْنَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu may yartadda mingkum ‘ang diinihii fa saufa ya-tillaahu biqoumiy yuhibbuhum wa yuhibbuunahuuu azillatin ‘alal-mu-miniina a’izzatin ‘alal-kaafiriina yujaahiduuna fii sabiilillaahi wa laa yakhoofuuna laumata laaa-im, zaalika fadhlullohi yu-tiihi may yasyaaa, wallohu waasi’un ‘aliim
“Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 54)
Beliau, (Rasulullahlah Saw) kerajaan Allah Swt, dimana unsurnya bukanlah harta dan kedudukan, tetapi adalah keutamaan Allah Swt, dimana kesempurnaan Dzat-Nya la curahkan pada hamba tersebut sebagai bentuk sikap kasih sayang Allah Swt dan pensucian Dzat-Nya. Inilah kalbu yang disifati kesempurnaan lahi, kalbu jua lah yang merupakan kerajaan Allah Swt di muka bumi ini.
Manusia disibukkan dengan malaikat dan alam semesta ini, sementara mereka (kaum sufi) disibukkan dengan Rabb mereka, mereka adalah orang-orang yang tidak dikenal di muka bumi dan terkenal di langit, jasad mereka berjalan di muka bumi sementara arwah mereka ada di sisi Allah Swt, mereka berdzikir; mengingat Allah Swt dan Allah pun mengingat mereka. Allah Swt mengingat dan juga mengangkat mereka ke hadrah-Nya.
Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,
هُمُ الْقَوْمُ، لَا يَشْقَى جَلِيْسُهُمْ
“Mereka adalah kaum, dimana orang yang bergaul dengan mereka tidak pernah merasakan kesengsaraan.”
Jika engkau tidak menjadi seperti mereka, maka jadilah engkau seperti yang Nabi Saw sabdakan,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau kelak akan bersama orang yang kau cintai.”
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu wahai Dzat yang Penyayang dan Pemberi limpahan anugerah, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan Pemurah, agar Engkau bershalawat atas penghulu kami Muhammad dan juga bagi keluarga dan sahabatnya dan agar engkau memuliakan kami dengan Islam, Iman, Ihsan dan husnul khatimah.
Dan semoga Allah Swt senantiasa bershalawat dan menyampaikan salam atas penghulu kami Muhammad Saw dan juga bagi keluarga dan sahabatnya. Amin.
