You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Ada Hamba Yang Allah Dudukkan Di Atas Mimbar Dari Cahaya Pada Hari Kiamat

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Ada Hamba Yang Allah Dudukkan Di Atas Mimbar Dari Cahaya Pada Hari Kiamat

Perkara ini bisa saja didapatkan setiap muslim. Para pembenci Tijany yang sudah kehilangan amanah ilmiah menyisakan penjelasan tentang pernyataan di atas, berikut ini kami suguhkan pernyataan mereka: Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ عِبَادًا يُجْلِسُهُمُ اللهُ يَوْمِ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ، وَيَغْشَى وُجُوْهَهُمُ النُّوْرُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ حِسَابِ الْخَلَائِقِ.

“Sungguh Allah Swt memiliki hamba-hamba yang didudukkan diatas mimbar yang terbuat dari cahaya pada hari Kiamat, wajah mereka diselimuti cahaya sampai perhitungan amal manusia selesai.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad jayyid.)

Diriwayatkan pula tentang orang-orang yang saling mencintai karena Allah,

الْمُتَحَابُّونَ فِي جَلالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمُ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ.

“Allah Swt berfirman, ‘Orang-orang yang mencintai keagungan-Ku, mereka memiliki kursi yang terbuat dari cahaya, para nabi dan syuhada cemburu kepada mereka,” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan shahih.”)

Banyak lagi hadits shahih semisal itu yang diriwayatkan oleh para sahabat yang diriwayatkan kembali oleh Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Ya’la, Al Hakim, Ath-Thabrani. Sedangkan sosok yang akan dipanggil oleh penghuni mauqif dengan panggilan, ‘Inilah imam kalian’, maka yang dimaksud dengan sosoknya itu adalah orang-orang yang memberikan manfaat di alam nyata dan di alam abstrak, dimana Allah Swt berfirman,

يَوْمَ نَدْعُوا كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ

“(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya;” (Qs. Al Isra [17]: 71).” Maka makna yang tersurat bukanlah maksud dari hadits tersebut, sebab mustahil jika yang dimaksudkan adalah para nabi, kemudian dia menjelaskan bahwa sahabat nabi tidak mungkin menjadi maksud dari hadits di atas, begitu juga penisbatan tersebut kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra sangat tidak beralasan. Selesai perkataan mereka-“

Lihatlah bagaimana mereka menyembunyikan kebenaran, lantas apakah mereka termasuk orang yang terhormat?!.

Sumber : BUKU SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ MENJAWAB, ANTARA TUDUHAN DAN FAKTA (RADD AKADZIB AL MUFTARRIN; ULAMA TAZKIYAT AN-NAFS MIN A’LAM AN-NAS BIL KITAB WAS-SUNNAH) SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI