
Elsubha.com – Wiridan Pagi
A. Rukun bacaannya terdiri dari:
a. Membaca Istighfar sebanyak 100 kali dengan shighah أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ Barangsiapa yang membaca dengan selainnya, maka dia harus mengulanginya lagi.
b. Membaca shalawat Nabi 100 kali dengan lafazh apa saja, khususnya Shalawat Fatih. Sebab, Shalawat Fatih telah mencakup semua Ism A’zham dan beragam sir lainnya.
c. Membaca Hailalah sebanyak 100 kali
لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ
Lafazh Shalawat Fatih
اللَّهُمَّ صَلَّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ والخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ والهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ وعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ ومِقْدَارِهِ العَظِيمِ
“Ya Allah curahkanlah rahmat dan keselamatan atas penghulu kami Nabi Muhammad pembuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus, dan juga (curahkanlah rahmat dan keselamatan) atas keluarganya dengan sebenar-benar kekuasaan dan ukuran Allah yang Maha Agung.”
B. Waktu membacanya:
a. Waktu utama atau waktu pilihan: Setelah melaksanakan shalat Shubuh sampai masuk waktu Zhuhur. Tidak dibaca sebelumnya walau fajar buta telah datang.
b. Waktu Darurat (bagi orang yang memiliki halangan): Dari Zhuhur hingga masuknya waktu Maghrib. Setelah Maghrib, wiridan ini harus di-qadha. Waktu ini disebut dengan waktu darurat, karena dibenarkan untuk mengakhirkan bacaan wiridan dari waktu yang utama atau waktu pilihan, namun dengan syarat adanya perkara yang darurat.
Sumber : BUKU QASDUSSABIL FI ATH-THARIQAH AT-TIJANIYAH, SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI
