You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 8. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra perihal jin; Apakah mereka kelak akan masuk ke dalam surga dan merasakan nikmat seperti halnya manusia?

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra perihal jin; apakah mereka kelak akan masuk ke dalam surga dan merasakan nikmat seperti halnya manusia?

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Jawaban ini merupakan perkara yang benar; bahwa jin itu sama dengan anak keturunan nabi Adam As dalam perkara pembebanan syari’at; yaitu melakukan beragam perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya serta apa yang diharamkan-Nya; mereka pun sama dalam menerima dakwah dan mengajak mereka pada Allah Swt. Tidak ada bedanya jin dengan anak keturunan nabi Adam As dalam perkara ini, hal ini sesuai dengan ragam dalil dari Al Qur’an, As-Sunnah dan ijma’.

Mengenai dalil dari Al Qur’an, maka terdapat pada surah Al Ahqaf dan surah Al Jinn, ini merupakan dalil yang sangat jelas nan tidak bisa ditakwilkan. Sementara dalil dari As-Sunnah adalah sabda Nabi Saw,

بُعِثْتُ إِلَى الثَّقَلَيْنِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ

“Aku diutus kepada tsaqalain: Manusia dan jin.”

Hadits ini merupakan hadits yang telah disepakati ke-shahih-an dan sisi tawatur-nya, maka jika ada orang yang meyakini perkara yang berbeda dengan itu ia telah kufur.

Ulama pun ber-ijma’ tentang risalah Nabi Muhammad Saw yang bersifat umum untuk anak keturunan nabi Adam As dan jin; tentang dakwah bagi anak keturunan nabi Adam As yang bersifat umum dan juga dakwah bagi mereka; yaitu sama-sama mengajak pada Allah Swt dengan lisan Nabi Muhammad Saw; tentang pembebanan syari’at yang bersifat umum pada anak keturunan nabi Adam As dan pada jin. Mereka sama dengan kita dalam hal umumnya ajaran ilahiyyah dan ajaran Nabi Saw yang mencakup pahala bagi yang ta’at dan hukuman bagi yang bermaksiat pada-Nya; masuk surga dan merasakan kenikmatannya bagi yang ta’at dan beriman pada-Nya dan Allah Swt ampuni dosanya dari kalangan kami dan jin atau diadzab masuk neraka bagi yang bermaksiat dan Allah Swt tidak berikan ampunanpadanya dari kalangan kami dan jin. Perkara ini dikuatkan dengan dalil firman Allah Swt,

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِـيُـطَا عَ بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ جَآءُوْكَ فَا سْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَا سْتَغْفَرَ لَـهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّا بًا رَّحِيْمًا
wa maaa arsalnaa mir rosuulin illaa liyuthoo’a bi-iznillaah, walau annahum iz zholamuuu angfusahum jaaa-uuka fastaghfarulloha wastaghfaro lahumur-rosuulu lawajadulloha tawwaabar rohiimaa

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 64)

Juga firman-Nya,

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَا عَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا 
may yuthi’ir-rosuula fa qod athoo’alloh, wa mang tawallaa fa maaa arsalnaaka ‘alaihim hafiizhoo

“Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 80)

Ayat ini cocok bagi setiap umat yang diutus kepada mereka para utusan Allah Swt; yaitu orang yang beriman pada Allah Swt dan senantiasa menjaga batasan dan hukuman-Nya; baik yang sifatnya perintah maupun larangan, sehingga tidak ada perbedaan antara jin dan manusia terkait globalitas risalah dan dakwah kepada Allah Swt.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
tilka huduudulloh, wa may yuthi’illaaha wa rosuulahuu yudkhil-hu jannaating tajrii ming tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, wa zaalikal-fauzul-‘azhiim

“Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 13)

وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَا رًا خَا لِدًا فِيْهَا ۖ وَلَهٗ عَذَا بٌ مُّهِيْنٌ
wa may ya’shillaaha wa rosuulahuu wa yata’adda huduudahuu yudkhil-hu naaron khoolidang fiihaa wa lahuu ‘azaabum muhiin

“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 14)

Ayat ini mencakup ragam hukum yang berlaku bagi setiap individu yang Allah Swt utus kepada mereka utusan-Nya; yang Allah Swt perintahkan untuk mengajak mereka pada Allah Swt.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُ ولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا
wa may ya’mal minash-shoolihaati ming zakarin au ungsaa wa huwa mu-minung fa ulaaa-ika yadkhuluunal-jannata wa laa yuzhlamuuna naqiiroo

“Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 124)

Ayat ini mencakup setiap individu yang Allah utus kepada mereka utusan-Nya; dimana mereka mengajak pada Allah Swt.

Allah Swt juga berfirman bagi orang berakal dari kalangan orang beriman dimana Allah beritakan tentang mereka,

رَبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَا دِيًا يُّنَا دِيْ لِلْاِ يْمَا نِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰ مَنَّا ۖ رَبَّنَا فَا غْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَ بْرَا رِ 
robbanaaa innanaa sami’naa munaadiyay yunaadii lil-iimaani an aaminuu birobbikum fa aamannaa robbanaa faghfir lanaa zunuubanaa wa kaffir ‘annaa sayyi-aatinaa wa tawaffanaa ma’al-abroor

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 193)

رَبَّنَا وَاٰ تِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلٰى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَا دَ
robbanaa wa aatinaa maa wa’attanaa ‘alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal-qiyaamah, innaka laa tukhliful-mii’aad

“Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 194)

فَا سْتَجَا بَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَاۤ اُضِيْعُ عَمَلَ عَا مِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى ۚ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ فَا لَّذِيْنَ هَا جَرُوْا وَاُ خْرِجُوْا مِنْ دِيَا رِهِمْ وَاُ وْذُوْا فِيْ سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُ كَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاُ دْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ ۚ ثَوَا بًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَا بِ
fastajaaba lahum robbuhum annii laaa udhii’u ‘amala ‘aamilim mingkum ming zakarin au ungsaa, ba’dhukum mim ba’dh, fallaziina haajaruu wa ukhrijuu ming diyaarihim wa uuzuu fii sabiilii wa qootaluu wa qutiluu la-ukaffironna ‘an-hum sayyi-aatihim wa la-udkhilannahum jannaating tajrii ming tahtihal-an-haar, sawaabam min ‘ingdillaah, wallohu ‘ingdahuu husnus-sawaab

“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 195)

Ayat ini mencakup risalah dan dakwah menuju Allah Swt bagi kalangan manusia dan jin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗ وَرِضْوَا نٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
wa’adallohul-mu-miniina wal-mu-minaati jannaating tajrii ming tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa wa masaakina thoyyibatang fii jannaati ‘adn, wa ridhwaanum minallohi akbar, zaalika huwal-fauzul-‘azhiim

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di Surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 72) Ayat ini pun mencakup manusia dan jin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَا نَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا 
innallaziina aamanuu wa ‘amilush-shoolihaati kaanat lahum jannaatul-firdausi nuzulaa

“Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan Surga Firdaus sebagai tempat tinggal,”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 107)

Semua ayat-ayat diatas mencakup setiap individu yang Allah kirim utusan pada mereka, maka janganlah lagi engkau lihat tulisan yang bertentangan dengan ini, sebab itu hanya bersumber dari imajinasi akal saja yang didalamnya ada kebatilan yang menyelisihi Al Qur’an dan As-Sunnah. Aku kira penjelasan ini sudah cukup bagi orang yang mau berpikir. Wassalam.

-Selesai sudah apa yang ada di tulisan Sayyidi Al Mukhtar bin Thalib dan kami menyalinnya dari tulisan beliau, dimana beliau di-imla kan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 2 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY