
Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 10. Ar-Roja’
Ar-Roja (berharap) adalah bergantungnya kalbu kepada yang dicintai, yang akan terwujud di masa depan. Dengan berharaplah kalbu akan hidup dan merdeka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ اللّٰهِ فَاِ نَّ اَجَلَ اللّٰهِ لَاٰ تٍ ۗ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
mang kaana yarjuu liqooo-allohi fa inna ajalallohi la-aat, wa huwas-samii’ul-‘aliim
“Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 5)
Diriwayatkan dalam hadits qudsi,
عَبْدِي مَا عَبَدْتَنِي وَرَجَوْتَنِي، وَلَمْ تُشْرِكْ بِي شَيْئًا غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ، وَلَوِ اسْتَقْبَلْتَنِي بِمِلْءِ الْأَرْضِ خَطَايَا وَذُنُوبًا اسْتَقْبَلْتُكَ بِمِلْئِهَا مَغْفِرَةً، أَغْفِرُ لَكَ وَلَا أُبَالِي
“Wahai hambaku, tidaklah engkau menyembah-Ku dan senantiasa berharap pada-Ku, dan engkau tidak menye kutukan-Ku dengan sesuatu, niscaya Aku ampuni engkau dengan apa yang ada padamu, andai engkau temui Aku dengan dipenuhi kesalahan dan dosa seisi bumi, maka Aku temui engkau dengan ampunan yang semisalnya dan Aku tidak peduli.”
Para sufi telah berbeda pendapat tentang hakekat roja (berharap);
Ada ulama yang mengatakan, “Roja adalah percaya akan kedermawanan dari Dzat Yang Maha Pemurah lagi penuh cinta.”
Ulama lain mengatakan, “Roja adalah melihat keperkasaan Allah Swt dengan kacamata keindahan-Nya.”
Ada pula yang mengatakan, “Roja adalah dekatnya kalbu dari pandangan Rabb. “
Ada pula yang mengatakan, “Roja adalah gembiranya hati dengan akhir hidup yang baik.”
Ada pula yang mengatakan, “Roja adalah memandang sisi rahmat Allah Swt.”
Ahmad bin ‘Ashim Al Anthaki pernah mengata kan, “Tanda roja pada seorang hamba adalah ketika dia diliputi kebaikan, dia langsung bersyukur untuk menyempurnakan nikmat dari Allah tersebut di dunia dan mendapatkan ampunan dari-Nya di akhirat.”
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi pernah berkata, “Paling manisnya pemberian di hatiku adalah adanya sikap pengharapan pada-Mu, perkataan yang paling manis di mulutku adalah pujian bagi-Mu, waktu paling aku cintai adalah waktu aku berjumpa dengan-Mu.
