
Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 11. Al Huznu
Al Huznu (Sedih) merupakan suatu kondisi jiwa yang mengikat kalbu agar tidak terjerumus pada lembah orang-orang yang lalai pada Allah Swt, sifat ini adalah bagian dari sifatnya orang yang ber-suluk menuju Allah.
Didalam hadits Nabi Saw disebutkan,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ كُلَّ قَلْبٍ حَزِينٍ
“Sungguh Allah Swt menyukai kalbu yang senantiasa bersedih” (HR. Ath-Thabrani; Al Hakim dari riwayat Abu Ad-Darda`)
Abu ‘Ali Ad-Darqâq pernah mengatakan, “Orang yang senantiasa bersedih mampu memangkas jalannya Ahlullah dalam waktu satu bulan, dimana orang yang tidak bersedih tidak mampu memangkasnya selama bertahun-tahun.”
Di dalam Taurat disebutkan, “Apabila Allah Swt menyukai seorang hamba, maka Allah Swt akan jadikan kalbunya senantiasa meratap dan apabila Allah Swt membenci seorang hamba, dia akan jadikan kalbunya senantiasa berdayu-dayu.”
Sufyan bin ‘Uyainah pernah mengatakan, “Jikalau ada seorang dari suatu umat yang senantiasa bersedih itu menangis, niscaya Allah akan menyayangi umat tersebut lantaran tangisan orang itu.”
Sebagian ulama generasi terdahulu ada yang mengatakan, “Paling banyaknya kebaikan yang ditemukan pada catatan amal seorang mukmin adalah kegelisahan dan kesedihan, dimana mereka senantiasa mengatakan, ‘Segala sesuatu ada zakatnya, maka zakatnya akal adalah kesedihan yang berkepanjangan’.”
