You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Sifat Murid Tijany 25. Ad-Du’a

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 25. Ad-Du’a

Dalam hadits disebutkan,

الدُّعَاءُ مُخُ العِبَادَةِ

“Do’a adalah otaknya ibadah.”

Abu Ali Ad-Darqaq, “Panggilan adalah kuncinya hajat, ia adalah pentasnya orang yang terkena fitnah, tempat perlindungannya orang-orang yang terhimpit serta tempat bernafasnya orang-orang yang punya kebutuhan.”

Allah Swt mencela orang-orang yang meninggal-kan do’a (enggan berdo’a), Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَا لْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۘ يَأْمُرُوْنَ بِا لْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْ ۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
al-munaafiquuna wal-munaafiqootu ba’dhuhum mim ba’dh, ya-muruuna bil-mungkari wa yan-hauna ‘anil-ma’ruufi wa yaqbidhuuna aidiyahum, nasulloha fa nasiyahum, innal-munaafiqiina humul-faasiquun

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 67)

Mengenai ayat ini ada ulama yang mengatakan, “maksudnya mereka tidak mau menjulurkan tangan mereka untuk meminta pada Allah Swt.”

Diantara adab berdo’a adalah hadirnya kalbu, tidak lupa kepada Allah Swt. Dalam hadits disebutkan,

أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ لَاهِ

“Sungguh Allah tidak mengijabah do’a hamba yang berasal dari hati yang lalai.”

Diantara persyaratan do’a adalah hendaknya makanannya adalah makanan yang halal. Nabi Saw bersabda kepada Sa’ad,

أَطِبْ كَسْبَكَ تُسْتَجَبْ دَعْوَتَكَ

“Perbaguslah usahamu, niscaya do’amu diijabah.”

Ada ulama yang mengatakan, “Do’a merupakan kuncinya hajat, dimana simbolnya hajat adalah dengan makanan yang halal.”

Faedah kita berdo’a adalah untuk menunjukkan kebutuhan kita di hadapan Allah Swt, jika tidak demikian, maka Allah bisa saja melakukan apa saja yang Dia kehendaki.

Klasifikasi do’a: Pertama, do’a orang awam adalah dengan kata-kata; Kedua, do’anya orang yang zuhud dengan perbuatannya; Ketiga, do’anya orang yang Arifbillah dengan kondisi jiwa mereka.

Ada ulama yang mengatakan, “Doa itu adalah meninggalkan ragam dosa.”

Ada juga yang mengatakan, “Do’a itu adalah simbol kerinduan kepada yang dicinta (Allah) Swt.”

Ada ulama yang mengatakan, “Memberikan izin untuk berdo’a itu lebih baik daripada memberi sesuatu.”

Ada juga ulama yang mengatakan, “Do’a itu membutuhkan kehadiran jiwa dan pemberian itu membutuhkan bentuk meninggalkan. Berdiri didepan tentu lebih sempurna daripada pergi membawa ganjaran.”

Ada ulama yang mengatakan, “Do’a adalah bentuk menghadap Allah Swt dengan bahasa rasa malu.”

Ulama lain juga ada yang mengatakan, “Syaratnya do’a adalah mengikuti ketentuan Allah Swt dengan gambaran keridhaan diri.

Sumber : BUKU 40 SIFAT MURID TIJANY (AL QAUL AS-SADID FI SHIFAT AL MURID) SYAIKH MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL HAJUJI AT-TIJANY