
Elsubha.com – Sifat Murid Tijany 40. Menjaga Ragam Adab Syari’at
Seorang murid seyogyanya menjaga ragam adab syari’at, menjaga tangan daripada mengambil yang haram dan juga syubhat, menjaga penca indera dari perkara yang membahayakan, menjaga jiwa untuk senantiasa bisa bersama Allah Swt dan tidak lalai kepada-Nya. Tidak mudah menghalalkan; seperti contohnya biji-bijian yang masih ada syubhat kepemilikan pada masa darurat, terlebih pada masa normal seperti biasanya.
Wahai para murid, inilah Risalah yang mencakup 40 perkara. Ketahuilah, jika engkau banyak memikirkan, memperhatikan, meresapi makna serta mengejawantahkan ragam adab ini, niscaya engkau jadi orang mulia nan memiliki kebaikan yang melimpah. Kemudian jangan lupa engkau bandingkan ragam kondisi jiwamu dengan semua ulasan yang ada; jika nyatanya engkau telah menghiasi jiwamu dengan ragam adab diatas, maka bersyukurlah kepada Allah Swt dan pintalah tambahan lainnya kepada-Nya. Akan tetapi jika tidak demikian, maka jiwamu ada pada satu tempat dan ragam adab diatas ada pada tempat lainnya
صَارَتْ مَشْرِقَةً وَصِرْتَ مَغْرِبًا # شَتَانِ بَيْنَ مَشْرِقٍ وَمَغْرِبٍ
“Dia di Timur dan engkau di barat # ada penyekat antara Timur dan Barat
“Menangislah atas jiwamu dengan tangisan penyandaran diri (kepada Allah), kosongkanlah dirimu dengan penyesalan, segeralah bertobat dan kembali pada Allah Swt, lalu mulailah beramal dengan senantiasa memohon pada Allah agar mampu menggapai yang engkau angan-angankan.
Katakanlah dengan lisan kerendahan diri serta senantiasa berlindung kepada Allah Swt dalam keadaan terhimpit.
“Ya Allah, perbaikilah apa yang nampak dan yang tersembunyi dari kami, berilah kami taufik untuk mampu melakukan amal shaleh yang Engkau ridhai. tariklah kalbu kami kepada-Mu dengan tarikan kalbu orang-orang yang jujur jiwanya. Karunikan kami tebatnya orang-oang yang ikhlas, amalan orang-orang yang bertakwa. Perlakukanlah kami dengan perlakuan orang-orang yang cinta pada-Mu dengan keutamaan dan kemuliaan-Mu wahai Ozat yang paling menyayangi diantara orang-orang yang menyayangi.”
Selesai sudah apa yang ingin kami sampaikan dan mampu memenuhi keinginan kami. Allahlah yang diharapkan agar upaya ini dijadikan sebagai amal yang diterima oleh Allah Swt; yang mana semua itu murni lantaran keutamaan dan kemuliaan Allah Dzat Maha penyayang lagi Maha mengampuni dosa.
Sabtu malam, 10 Rabi’ul Awwal 1343 H Muhammad bin Muhammad Al Hajūji
