You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

As-Syama `il At-Tijaniyyah : Uban Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – As-Syama `il At-Tijaniyyah : Uban Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra memiliki wajah yang bercahaya dengan hiasan uban beliau, warna hitam rambut beliau menghilang hingga memutih semua, bahkan semua jambang beliaupun putih dengan uban. Beliaupun sangat senang dengan kondisi ini lantaran ini bagian dari wibawanya Nabi Ibrahim As, kondisi beruban seperti inilah yang beliau angan-angankan sebelum beliau wafat, hal ini karena beliau telah menyelami hakekat uban di alam sirr beliau, bahwa uban memiliki kehormatan di sisi Allah Swt. Beliaupun sempat kagum ketika mendengar orang yang menyenandungkan sya’ir untuk Maula-nya (Allah):

إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا شَابَتْ عَبِيدُهُمْ # فِي رِفْهِمْ عَتَقُوْهَا عِنْقَ أَبْرَارِ

وَأَنْتَ يَا سَيِّدِي أَوْلَى بِذَا كَرَمًا # قَدْ شِبْتُ فِي الرِّقِّ أَعْتِقْنِي مِنَ النَّارِ

“Sungguh para raja, jika budak-budak mereka sudah beruban # dalam perbudakan, para raja memerdekakan mereka dengan pemerdekaan orang-orang yang baik Dan Engkau wahai Tuanku (Allah) tentu lebih utama dengan kemuliaan itu # Aku telah beruban dalam perbudakan (penghambaanku pada-Mu), maka bebaskanlah aku dari neraka.”

Sya’ir seperti ini merupakan bagian dari nasehat yang baik dan simbol daripada akhlak yang mulia. Seorang pecinta yang jujur jiwanya, pemikirannya tidak akan ragu lagi dengan Adh-Dhamân Al Muhammady (Jaminan dari sisi Nabi Muhammad Saw) untuk guru kita (Sayyidina Syaikh Ra) dalam mengapai keinginan beliau, terlebih pada perkara yang melebihi dari apa yang beliau pinta dan juga beliau pinta untuk orang yang beliau cintai. Meski demikian, Sayyidina Syaikh Ahmad At-Tijany Ra seringkali mengingatkan kita agar tidak merasa aman dari makar Allah Swt, dalam konteks ini beliau mengajak bagaimana bisa memberikan hak tajalli Allah dengan adab baik dari diri beliau, juga sebagai sarana pembelajaran adab bagi sesama jenisnya (manusia); yang mana ini telah terpatrikan dalam sirr beliau terkait dengan jaminan yang tidak akan terputus di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, nasehat diatas (yang berupa sya’in membekas dalam diri beliau bahkan beliaupun suka mendengarnya dan suka menyebutkannya kembali agar bermanfaat bagi orang-orang mukmin.

Di dalam majelis, Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra memberikan isyarat yang berkaitan dengan adab murid kepada orang yang telah beruban (orang tua); yaitu memandang mereka dengan pandangan penuh penghormatan, tidak diragukan lagi bahwa anak muda yang hormat kepada orang tua, maka dia akan mendapatkan keberuntungan dengan keberuntungan yang tidak didapati oleh orang yang menodai penghormatan terhadap orang tua (melecehkan mereka); yaitu Allah Swt akan senantiasa memberkahi anak muda tadi dengan umur yang panjang.

Ada orang yang mengatakan: Telah terpatrikan bagi Allah, bahwasanya Dia tidak akan mematikan orang yang menghormati orang tua, sampai Allah Swt mengingatkannya.

Disebutkan dalam sebagian Atsar.

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَفِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukanlah bagian dari golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua.” (As-Suyuthi menyebutkan riwayat ini dalam Al Jâmi Ash-Shaghir, dimana beliau mengangkat hadits ini kepada Ahmad bn Hanbal dalam Al Musnad, At-Tirmidzi meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Abbas Ra. Lihat Al Jami’ Ash-Shaghir, vol. II, hal. 138.)

Ada yang mengatakan: Ditemukan di singgasana Ratu Bilqis ukiran yang diksi arabnya demikian:

سَتَأْتِي سِنُوْنَ هِيَ الْمُعْضَلَاتِ # يُرَاعِ مِنَ الْهِرْعَةِ الْأَجْدَلِ

وَفِيْهَا يُهِيْنُ الصَّغِيرُ الكَبِيرَ # وَذُو الْعِلْمِ يُسْكِتُهُ الْأَجْهَلِ

“Akan datang tahun-tahun yang sulit # dimana burung elang akan digembalakan kutu kecil

Pada tahun-tahun tersebut anak muda kerap menghinakan orang tua # dan orang berilmu dibuat diam oleh yang paling orang bodoh.”

Maka ikhwan thariqah At-Tijaniyyah wajib menjaga adab ini (adab terhadap orang tua). Hendaknya menghormati semua orang tua; baik beliau adalah pengamal thariqah At-Tijaniyyah atau bukan. Maka menghormati orang tua jelas perlu kita perhatikan, karena perkara ini sudah ditekankan dalam syari’at dan tabi’at kita sebagai manusia.

Para sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra yang beruntung bisa bertemu dengan beliau, serta bisa menimkmati pancaran cahaya dari raut wajah beliau, mereka bahkan berlomba-lomba mendapatkan bagian dari rambut Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra ketika rambut beliau dicukur, juga ketika Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra merapihkan jenggot beliau, bahkan para sahabat Sayyidi Syaikh Ra pun memberikan penghormatan pada tukang cukur yang memperbagus penampilan Sayyidi Syaikh Ra, sehingga mereka pun diberikan bagian dari rambut Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Bagi sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, mendapatkan rambut beliau adalah harta berharga bagi mereka; mereka bisa ber-tabarruk dari rambut tersebut, bahkan mereka pun menaruh rambutnya Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pada tempat yang mulia agar mereka pun mendapatkan keberkahan dengan keberadaan rambut tersebut. Sebagian sahabat Sayyidi Syaikh Ra ada yang berwasiat agar menguburkan rambut Sayyidi Syaikh Ra bersamanya ketika ia meninggal dunia. Sebagian lainnya ada yang menaruh rambut Sayyidi Syaikh Ra pada mulut anaknya agar sang anak menghisap sesuatu yang didalamnya terdapat sirr Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan masih banyak lagi gambaran perbuatan sahabat beliau lainnya. Semuanya tentu berdasarkan pada niat masing-masing, mereka pun merasakan keberkahan dari perbuatan itu dan berharap mampu menggapai keinginan mereka di masa yang akan datang.

Hingga kini antar sesama ikhwan saling mewarisi rambut Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra ini dengan tujuan mengalap keberkahan. Alhamdulillah kamipun memiliki beberapa helai rambut Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, semoga ini membawa manfaat bagi kami.

Namun kini kita pun perlu waspada dari para pendusta yang mengaku menyimpan rambut Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, tetapi kenyataannya bahwa itu bukanlah bagian dari rambut beliau.

Sumber : BUKU SYAMA’IL TIJANY (AS-SYAMA`IL AT-TIJANIYYAH) SYAIKH AL ‘ALLAMAH AHMAD BIN AL ‘IYASYI SUKAIRIJ AT-TIJANY