
Elsubha.com – Maksud Penulisan Kitab As-Syama `il At-Tijaniyyah
Ketahuilah, bahwa buku ini dibuat dengan maksud menyebutkan beragam kondisi jiwa Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra sejak awal kehidupan beliau hingga akhirnya; yang didalamnya terdapat ragam perkara mengenai sosok beliau dari sisi Al Ahmadiyyah dan perangai baik beliau dari sisi Al Muhammadiyyah, serta menampilkan sebagian keutamaan thariqah beliau dan ragam dzikirannya, juga memberikan catatan penting dari perangai baik beliau serta juga ragam asrar yang beliau miliki.
Jika penjelasan ini sempurna, maka tidak ada lagi perdebadatan dengan ragam kitab yang pernah dibuat dalam thariqah At-Tijaniyyah ini. Tulisan beliau ini pun bukanlah sekedar berbasa-basi, tetapi inilah yang sebenarnya. Kita kembalikan pada asas ini karena belum adanya karangan lain yang khusus membahas ini. Al ‘Allamah Sukairij memilih judul ini lantaran terinspirasi bahwa banyak ikhwan yang membutuhkan materi ini. Kemudian dimulai bahwa ahli tasawuf sepakat bahwa mengenal sosok Syaikh nya dalam thariqah itu wajib bagi seluruh pengikut dan murid thariqah ini. Selanjutnya memang karena kepiawaian beliau dalam bidang ini sehingga ragam informasi yang beliau suguhkan pun sangat banyak dan mendetail. Yang membantu beliau dalam memperoleh ragam informasi berkaitan dengan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra adalah dari sekelompok orang yang bertemu dengan ulama dalam thariqah At-Tijaniyyah, dimana mereka terkenal dengan kewalian, keistiqamahan diri, memiliki sifat adil dan sering berpetualang. Diantaranya adalah Maulaya Ahmad Al ‘Ablawi, sebab Al Allamah Sukairij termasuk orang yang mengambil thariqah dan banyak ber-istifadah dari beliau secara zhahir dan bathin.
فَإِنَّ قَلْبِي بَيْنَ الْوَرَى كُلِّفَ # مُسْتَغْرِقَ الْوَقْتِ فِي الْتِقَاطِ أَنْوَارِهِ
أَعِدُّ مَا قَدْ ظَفَرْتُ مِنْ مَحَاسِنِهِ # نَزْرًا وَمِنْ بَعْدِهَا كَمَالُ أَنْوَارِهِ
“Sungguh kalbuku terbebani diantara manusia untuk # menyelami waktu guna menemukan ragam cahayanya Akupun terdesak untuk kembali menghitung apa yang telah aku temui dari ragam kebaikan beliau # dimana setelah itu kalbuku dipenuhi ragam cahaya beliau yang sempurna.”
Dimana apa yang kupaparkan disini, meski aku belum pernah berkumpul dengan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, akan tetapi aku telah ber-talaqqi dari mereka yang telah ber-talaqqi dari orang yang langsung bertemu beliau dan bersabahat dengan beliau. Dengan kedekatan mereka kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra kecintaan mereka pun semakin bertambah. Dalam penulisan ini aku bersandar pada apa yang didapatkan dari guru kami Al ‘Arifbillah; Sayyidi wa maulaya Ahmad Al ‘Ablawi Ra (sosok yang senantiasa mengajak pada Allah, orang tua ruhani kami dan yang mendidik kami), dan yang aku temukan di berbagai kitab thariqah secara terpisah serta yang aku dapati dari para muqaddam khusus, ragam surat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan juga ragam surat para muqaddam tersebut. Alhamdulillah akupun mendapat-kan beragam asrar Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dan juga ragam asrar para sahabat khusus Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dalam catatat mereka; baik yang mereka tuliskan sendiri maupun yang ditulis oleh orang lain yang menukilnya dari mereka.
Akupun sedikit jelaskan ragam perangai baik mereka pula di buku ini, tujuannya agar buku ini menjadi buku yang komprehensif mengandung banyak kebaikan; bisa jadi sosok yang aku tampilkan dalam menyebutkan kondisi jiwa Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra ditampilkan dengan gambaran intrograsi, tetapi minimal ini mampu menjabarkan bagaimana sifat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra sementara yang bersangkutan belum pernah bertemu secara langsung dengan beliau Ra, darimana ia dapat informasi tentang Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tersebut? Maka ketika itulah aku katakan:
إِنِّي أُشِرْتُ لِمَا اعْتَمَدْتُ فِي عَمَلِي # وَلِيٌّ بِذَلِكَ عِلْمٌ وَاضِحٌ
مَنْ شَاء فَلْيَعْتَرْفْ بِمَا اعْتَرَفْتُ بِهِ # وَمَا عَلَيَّ إِذَنْ فِي كُلِّ مُنْخَذِلِ
“Sungguh dalam pekerjaanku ini, aku ditunjukkan oleh seorang wali yang jelas memiliki ilmu (pengetahuan) akan perkara itu
Siapa yang mau bisa mengakui apa yang aku akul # dengan demikian, maka bagiku tidak ada lagi perkara yang tertinggal/terlantar.”
Akupun susun pembahasan buku ini menjadi per-bab yang dapat menyejukkan dada para pecinta dan mengikat jiwa-jiwa yang hasud; yang sukanya menisbatkan perkara salah padahal perkara itu sudah jelas kebenarannya.
Tidak dipungkiri lagi sulitnya membuat pembahasan ini; dan itu dikarenakan beragam sebab. Akan tetapi apa semuanya tidak dapat diambil, maka itupun tidak berarti ditinggalkan semuanya. Oleh karena itulah Al ‘Allamah Sukairij menyuguhkan apa yang bisa beliau pastikan dari Syama ‘il Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, tujuannya tak lain sebagai khidmah untuk ikhwan thariqah At-Tijaniyyah, serta menjelaskan ragam akhlak unggul dan sifat terpuji yang ada pada diri Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Akupun tidak meninggalkan ragam isyarat Syaikh Ali Harazim yang telah menghabiskan hampir satu volume karya beliau untuk menuliskan seputar Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Akan tetapi beliau wafat terlebih dahulu di Madinah Al Munawwarah pada tahun 1218 H, sehingga beliau meninggalkan satu sisi penting dari kehidupan Abul ‘Abbas At-Tijany Ra yang tidak beliau dicetak; khususnya berkaitan dengan Syama il (ragam perangai baik) beliau. Sebab inilah yang mendorong Al ‘Allamah Sukairij membuat buku ini, namun sangat disayangkan pula beliaupun belum mampu menyempurnakannya. Saya pun mencoba menyempurnakan semampu diri, tentu pada bahasan lain yang bukan dalam buku ini, Akan tetapi tetap ada perbedaan kontras dalam penjabarannya, dimana hanya pelaut sejatilah yang tahu seluk beluk lautan tersebut.
