You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

As-Syama `il At-Tijaniyyah : Budak dan Pelayan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – As-Syama `il At-Tijaniyyah : Budak dan Pelayan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany radhiyallahu ‘anhu

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra memiliki sekelompok budak dan pelayan wanita. Beliau sangat baik terhadap mereka. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra banyak membeli budak dan memerdekakan mereka, bahkan beliau pernah membeli 25 budak dalam sehari dan membebaskan semuanya. Aku pernah melihat catatan Sayyidi Muhammad Al ‘Arabi bin Sa`ih yang redaksinya sebagai berikut: Maulana Syaikh Ra memiliki banyak budak dan memperlakukan mereka dengan baik, bahkan para budak beliau mendapatkan perlakuan yang lebih baik daripada budaknya para raja, dimana ketika ada budak yang penampilannya bersih, orang-orang mengatakan, “Ini adalah budaknya Sayyidi Ahmad At-Tijany Ra.” Beliau tidak membebaskan budak yang ada di rumah beliau dan tidak menjual mereka, dimana Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pernah mengatakan, “Jika dia telah pindah dari kami dan nikmat yang ada pada kamipun habis, maka karni yang menjebaknya dalam keburukan. ” (Al ‘Allamah Sukairij menyebutkan dalam Kasyful Hijab, hal. 15 dengan redaksi demikian: Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra melihat pelayan sebagian orang berbaju lusuh, membuat badan mereka kurus dan memberikan pakaian yang tidak jelas kala musim penghujan, oleh karenanya Sayyidi Syaikh Ra berkata kepada para sahabat beliau, “Sungguh mustahil, para tuan budak-budak tersebut bisa mencium baunya Islam.”)

Apabila Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra ingin memerdekakan budak, beliau membeli dan langsung memerdekakannya ketika itu juga sebelum mereka masuk ke rumah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, dimana jumlah harga budak adalah harga memerdekakannya.

Sayyidi Muhammad Al ‘Arabi bin Sa`ih juga mengatakan: Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra biasa memberi orang yang memerdekakan budak sebesar 10 mitsqal.

Sayyidi Muhammad Al Arabi bin Sa’ih berkata lainnya: Dengan cara seperti diatas, dalam satu hari beliau Ra pernah memerdekakan 17 budak. Salah seorang budak ada yang berkata, “Perlihatkanlah padaku wahai tuan, orang yang membeli dan memerdekakanku?” lalu Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra diberitahu perihal itu, lalu beliau Ra berkata, “Bawa ia kepadaku,” Sang budak tadi berkata, “Wahai tuanku, apakah engkau yang memerdekakanku?, Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berkata, “Iya,” Budak tadi menjawab, “Aku serahkan diriku untukmu.” Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pun menerimanya dan ia pun berkhidmah kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, dimana dia dapat melihat Nabi Saw dan tidak membanggakan diri dengan perkara itu, sampai Nabi Saw bersabda padanya, “Aku adalah Muhammad bin Abdillah; Rasulullah. Orang yang tidak mendapat-kan perkataan ini, maka mimpinya tidaklah benar.”

Budak ini adalah Sayyidi Bu Jum’ah yang terkenal dikalangan sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Semua budak Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra telah mengambil wiridan thariqah.

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra juga menikahkan budak-budak beliau dengan pelayan wanita, bahkan beliau Ra tidak pernah menyisakan hewan betina kecuali beliau perintahkan agar dicarikan jantannya dan begitu juga sebaliknya. (Tentang ini Al ‘Allamah Sukairij menyebutkan dalam Kasyful Hijab, hal. 15 berkata: Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tidak suka membiarkan orang yang ada di bawah tanggung jawabnya atau dibawah tanggung jawab orang lain; yaitu budak tanpa menikahkannya, Sayyidi Syaikh Ra berkata kepada para sahabat beliau, “Siapa yang memiliki budak wanita tanpa menjadikannya gundik atau menikahkannya dengan yang lainnya atau menjualnya dengan syarat ini, maka tasbehku inilah batas bahwa antara aku dengan dia ada sesuatu.”).

Ketika waktunya tidur Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra senantiasa berdiri didepan pintu memastikan para budak dan istri mereka masuk pada tempat yang telah ditentukan, kemudian beliaulah yang menutup pintu dan menggemboknya, beliau menaruh kunci di laci. Kira-kira satu jam sebelum waktu Shubuh tiba Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra membangunkan mereka dan memberi kesempatan yang ingin mandi atau yang ingin berwudhu, kemudian setelah itu semuanya melakukan shalat Shubuh secara berjama’ah.

Diantara budak Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra yaitu: (1) Sayyidi Al Hajj Bu Jum’ah (Al Waliyyus-Shalih Al Fadhil Sayyidi Al Hajj Bu Jum’ah As-Sudani termasuk sosok yang telah mendapatkan futuh akbar. Beliau sering sekali melihat Nabi Saw. Untuk menggapai itu beliau biasa melantunkan shalawat yang bernama “Al Jâmi’ah;” yaitu shalat yang biasa dibaca oleh Sayyidi Muhammad bin Al Arabi Ad-Damrawi ketika ingin melihat Nabi Sw secara yaqzhah. Al Waliyyush-shalih Al ‘Allamah Sayyidi Muhammad bin Al ‘Arabi Ad-Damrawi menyenandungkan prihal ini dalam Bughyatul Mustafid.

وَمَنْ يَكُنْ لَازَمَهَا سَبْعًا لَدَا # مَنَا مِهِ يَرَى النَّبِيُّ أَحْمَدًا

صَلَّى وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللهُ # مَا اشْتَاقَ مُؤْمِنٌ إِلَى لِقَاهُ

“Barangsiapa yang melazimkannya sebanyak tujuh kali # ketika hendak tidurnya, dia senantiasa akan melihat Nabi Ahmad(Nabi Muhammad Saw)

Semoga Allah senantiasa berkenan manyampaikan shalawat dan salam padanya # dimana tidaklah setiap muslim rindu bertemu dengan beliau Saw.”

Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra menikahkannya dengan budak wanita beliau yang bernama Fathimah pada tahun 1226 H. Beliau meninggal dunia setelah 20 tahun dari meninggalnya Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra. Lihat profil beliau dalam Kasyful Hijab karya Al ‘Allamah Sukairij, hal. 216; Raf’un-Niqab karya Al ‘Allamah Sukairij, vol.I, hal 219; dan Nukhbat Al Ittihaf karya Al Faqih Al Hajuji, nomor profil 126.) yang tadi sudah disebutkan, (2) Sayyidi Mas’ud (Sayyidi Mas’ud termasuk lekai yang mulia lagi shaleh. Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra menjadikan beliau sebagai penjaga pintu rumah Sayyidi Syaikh Ra, dimana tidak ada seorang bisa masuk ke dalam rumah Sayyidi Syaikh Ra kecuali setelah mendapat izin. Pernah ada kejadian yang terjadi pada Syaikh Mas’ud ini: Suatu ketika Sayyidi Mas’ud bepergian bersama Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, Sayyidi Syaikh Ra mendengar suara anak kucing memeong, Sayyidi Syaikh Ra berkata kepada beliau, “Wahai Abu Mas’ud, bawa anak kucing itu,” maka Sayyidi Mas’ud pun membawanya. Sesampainya di rumah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, dan makan malam disiapkan, Sayyidi Syaikh Ra acap meminta agar disiapkan pula makanan satu piring untuk kucing yang berada di rumah Sayyidi Syaikh Ra.

Setelah Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra meninggal dunia, beliau pun akhirnya ikut berpindah dengan para syurafa ke Ainu Madhi, dan disanalah Sayyidi Mas’ud meninggal dunia. Lihat profil beliau dalam Kasyful Hijab karya Al ‘Allamah Sukairij, hal. 215 dan dalam Nukhbat Al İttihäf karya Al Faqih Al Hajūji, nomor profil 125.) , (3) Sayyidi Bilal (Sayyidi Bilal merupakan pelayan pilihan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, beliau tidak mampu berpisah dengan Sayyidi Syaikh Ra. Beliau senantiasa ikut kemanapun Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pergi. Al ‘Allamah Sukairij pernah berkata: Telah sampai informasi padaku dari orang yang terpercaya, bahwa suatu hari Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra ingin pergi menemui Sultan Sulaiman, Sayyidi Syaikh Ra berjalan di atas deretan bebatuan yang tinggi di kota Fes, sementara sebagian pembesar kaum sudah duduk di rumah Sultan Sulaiman. Ketika mereka melihat Sayyidi Syaikh Ra menuruni deretan bebatuan tinggi di kota Fes dengan menunggangi hewan tunggangan dan Sayyidina Bilal (pelayan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra) berada di sisi kanan beliau dan pelayan lain berada di sisi kiri, ada sebagian pembesar kaum berbisik-bisik kepada sebagian lainnya, “Demi Allah, si Tijany ini merupakan satu dari sekian tanda-tanda Allah,” lalu mereka semua diam. Ketika Sayyidi Syaikh Ra sampai di tengah-tengah mereka dan berdiri memberi salam kepada mereka semua, Sayyidi Syaikh Ra berkata kepada mereka dengan kasyaf beliau, “Katakanlah oleh kalian, ‘Sungguh si Tijany ini merupakan satu dari sekian tanda-tandanya Allah yang luhur.” Sayyidi Syaikh Ra pun mengulang-ulang perkataan tersebut beberapa kali dan yang lainnya merasa takjub (maksudnya takjub memikirkan darimana Sayyidi Syaikh Ra bisa mengetahui bisikan mereka itu). Dengan demikian, mereka pun semakin percaya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dengan kewalian beliau, sehingga banyak dari mereka yang minta ditalqinkan thariqah At-Tijaniyyah. Hingga hari ini rumah tersebut dipenuhi dengan ikhwan thariqah At-Tijaniyyah. Lihat profil beliau dalam Kasyful Hijab karya Al ‘Allamah Sukairij, hal. 215 dan dalam Nukhbat Al Ittihaf karya Al Faqih Al Hajūji, nomor profil 127.), (4) Sayyidi Barkah (Sayyidi Barkah merupakah lelaki yang mulia, yang terkenal dengan kebaikan dan keistiqamahannya. Lihat profil beliau dalam Nukhbatul Ittihaf karya Al Faqih Al Hajûji, nomor profil 128.), (5) Sayyidi Mahdi (Sayyidi Mahdi, merupakan lelaki yang bertakwa lagi shaleh, dihormati oleh kalangan umum dan khusus. Beliu termasuk sosok yang do;anya di-qobul di bumi ini, menjadi sosok yang banyak dipintai keberkahan dan do’a pada setiap waktu. Lihat profil beliau dalam Nukhbatul Ittihaf karya Al Faqih Al Hajūji, nomor profil 129.), (6) Sayyidi Salim Ash-Shaghir (Sayyidi Salim Ash-Shaghîr termasuk sosok yang disifati memiliki kewalian yang sempurna dan jiwa bersih. Lihat profil beliau dalam Nukhbatul Ittihaf karya Al Faqih Al Hajûji, nomor profil 130.) dan yang lainnya.

Sumber : BUKU SYAMA’IL TIJANY (AS-SYAMA`IL AT-TIJANIYYAH) SYAIKH AL ‘ALLAMAH AHMAD BIN AL ‘IYASYI SUKAIRIJ AT-TIJANY