You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Wiridan Thariqah At-Tijaniyyah : Wiridan Wazhifah Harian

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Wiridan Thariqah At-Tijaniyyah : Wiridan Wazhifah Harian

Wiridan Wazhifah Harian

Setelah engkau membaca ta’awwudz, basmalah dan surah Al Fatihah saja, engkau lanjut membaca,

اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ القَيُّوْمُ

“Aku memohon ampun pada Allah yang agung; yang tiada Ilah yang patut disembah kecuali Dia; Yang Maha Hidup.”

sebanyak 30 kali, lalu shalawat fatih sebanyak 50 kali, kemudian ayat akhir yaqthaini; yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامُ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.” (Qs. Ash-Shaffat [37]: 180-182).

Lalu membaca لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ “Tiada Allah yang patut disembah kecuali Allah,” sebanyak 100 kali, lalu membaca, Penghulu kami Muhammad ” سَيدُنَا مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ عَلَيْهِ سَلَامُ اللَّهِ utusan Allah, atasnya keselamatan Allah, sebanyak 1 kali, kemudian membaca shalawat jauharatul kamal sebanyak 12 kali yang lafazh-nya sebagai berikut:

اللهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ عَلَى عَيْنِ الرَّحْمَةِ الرَّبَّانِيَّةِ وَالْيَاقُوْتَةِ المُتَحَقِّقَةِ الْحَائِطَةِ بِمَرْكَزِ الْفُهُوْمِ وَالْمَعَانِي، وَنُوْرِ الْأَكْوَانِ الْمَتَكَوَّنَةِ الْآدَمِيِّ صَاحِبِ الحَقِّ الرَّبَانِي، البَرْقِ الأَسْطَعِ بِمُزُوْنِ الأَرْبَاحِ الْمَالِقَةِ لِكُلِّ مُتَعَرِّضٍ مِنَ الْبُحُوْرِ وَالْأَوَانِي وَنُوْرِكَ اللامِعِ الَّذِي مَلأْتَ بِهِ كَوْنَكَ الْحَائِطَ بِأَمْكِنَةِ الْمَكَانِي، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى عَيْنِ الْحَقِّ التي تَتَجَلَّى مِنْهَا عُروشُ الْحَقَائِقِ عَيْنِ الْمَعارِفِ الأَقْوَمِ صِرَاطِكَ النَّامِ الأَسْقَمِ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى طَلْعَةِ الحَقِّ بِالْحَقِّ الْكَيْزِ الْأَعْظَمِ إِفَاضَتِكَ مِنْكَ إِلَيْكَ إِحَاطَةِ النُّوْرِ الْمُطَلْسَمِ، صَليَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وعَلَى آلِهِ صَلَاةً تُعَرِّفُنَا بِهَا إِيَّاهُ

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan-Mu kepada (dzat) yang merupakan perwujudan rahmat sifat-sifat Tuhan, mutiara yang mengetahui semua nama-nama (asma) dan sifat-sifat Allah, yang menjadi pusat pengetahuan yang mencakup seluruh pengetahuan yang diberikan kepada makhluk, dan yang menjadi penerang (cahaya) segala sesuatu yang ada termasuk manusia, sang pembawa kebenaran ketuhanan, yang bagaikan kilat bahkan lebih dari kilat yang dibuktikan dengan mengalir dan berlimpah rahmat Tuhan kepada setiap orang yang menghadap-Nya. Yang menjadi cahaya Tuhan yang menerangi seluruh makhluk di setiap tempat.

Ya Allah! limpahkanlah rahmat dan keselamatan-Mu kepada (dzat) yang menjadi Ain Al Haqq (wujud keadilan, pemilik kebenaran), telah tampak dari padanya seluruh hakikat keadilan yang seperti Arsy sebagai sumber seluruh ilmu, yaitu ilmu Engkau yang terdahulu, jalan Engkau yang sempurna dan lurus.

Ya Allah! limpahkanlah rahmat dan keselamtan-Mu kepada (dzat) yang merupakan mazhar (manifestasi) dan tajally, yang menjadi gudang (tempat penyimpanan) ilmu dan rahmat-Mu Yang Maha Besar, tempat datangnya kasih-Mu, yang meliputi seluruh cahaya yang tersimpan. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya dan kepada keluarganya, yang dengan sebab rahmat tersebut kami bisa mengetahui hakikat.”

Dalam literatur bahasa yang asing, kata  سَقَمَ يَسْقِمُ seperti kata, عَدَلَ يَعْدِلُ baik secara timbangan huruf maupun. Orang arab berkata: سَقَمْتُ إِذَا عَدَ لْتُ Kata ini bukan berasal dari kata سَقِمَ يَسْقَمُ seperti kata مَرِضَ يَمْرَدُ Terkadang sebagian orang ada yang menyangka kata tersebut berasal dari kata ini سَقِمَ يَسْقَمُ ini jelas salah.

Wazhifah ini wajib dibaca sehari satu kali. Jika ada ikhwan yang membacanya tanpa bersuci dengan air, maka bacaan shalawat jauharatul kamal diganti dengan 20 kali bacaan shalawat fatih. Dalam pembacaan wazhifah tidak boleh membaca lafazh shalawat selain shalawat fatih; hal ini pun tidak berlaku bagi ikhwan baru yang belum hafal dengan benar lafazh shalawat jauharatul kamal. Kamudian ditutup dengan membaca,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَيْكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامُ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Semoga rahmat dan keselamatan selalu tercurahkan kepadanya (Nabi Muhammad), keluarga dan sahabatnya. Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan dan kesejah-teraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam.”

Lalu berdo’a untuk dirinya dan juga ikhwan yang hadir ketika itu, bahkan untuk ikhwan yang kala itu tidak hadir.

Sumber : BUKU NAHJUL HAMID RAGAM KEWAJIBAN BAGI MUQADDAM DAN MURID (NAHJUL HAMID FIMA YAJIBU ‘ALAL MUQADDAMI WAL MURIID) SYAIKH IBRAHIM AL HUSAINI AT-TIJANY