You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Penjelasan Lafazh dan Makna Shalawat Fatih : Lathifah

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Penjelasan Lafazh dan Makna Shalawat Fatih : Lathifah

Hikmah tidak adanya titik dalan nama Muhammad. Sebuah titik serupa dengan bekas lalat yang menempel dan ini tidak pantas mengenai dzatnya Nabi Saw, maka Allah berikan nama yang sesuai dengan sosok yang diberi nama; Muhammad. Pada makna inilah Asy-Syihab Al Khafaji menggubah sya’ir berikut:

لَقَدْ ذَبَّ الذُّبَابُ فَلَيْسَ يَعْلُوْا # رَسُولَ اللَّهِ مَحْمُوْدًا مُحَمَّدًا

وَنُقَطُهُ الْحُرُفَ يُشْبِهُهُ بِشَكْلٍ # لِذَاكَ الْخَطْ مِنْهُ قَدْ تَحَرَّدَ

“Lalat mampu pergi tetapi tak bisa tinggi #Sementara utusan Allah Mahmud (terpuji) dialah Muhammad

Titiknya pada huruf itu menyerupai tahi lalat # oleh karena itu, tidak ada titik dalam tulisan (nama beliau).”

Redaksi, (الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ) [pembuka yang tertutup]; Dalam Jawahirul Ma’ani disebutkan demikian: Aku pernah bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang makna shalawat fatih lima ughliqa, maka Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra menjawab demikian: Maknanya adalah pembuka gambaran beberapa akwan, sejatinya semua akwan ini terkunci dalam hijab bathin, maka beliaulah sosok yang membuka hijab yang tertutup, beliau muncul dari ketiadaan hingga menjadi ada (berwujud manusia), hal ini semata-mata karena keutamaan yang dimiliki oleh sosok Nabi Muhammad Saw. Jika bukan karena keutamaan beliau, maka Allah Swt tidak akan menciptakan makhluk atau membuat sesuatu yang awalnya tidak ada menjadi ada.

لَوْلَاكَ يَا أَحْمَدَ الْمَحْمُوْدَ مَا طَلَعَتْ # شَمْسَ وَلَمْ تَخْرُجُ الدُّنْيَا مِنَ الْعَدَمِ

“Jika bukan karenamu wahai Ahmad yang dipuja-puji, maka matahari tidak akan terbit dan dunia tidak ada.” (ini salah satu maknanya).

Makna yang kedua: Beliau pembuka ragam pintu rahmat ilahiyyah yang tertutup dan dengan sebab beliau Saw terbukalah rahmat bagi semua makhluk. Jika bukan karena Allah Swt menciptakan nabi Muhammad Saw, maka tidak ada makhluk yang mendapatkannya. Maka rahmat itu berasal dari Allah untuk makhluknya dengan Nabi Muhammad Saw sebagai sebab turunnya.

Makna yang ketiga: Ragam kalbu tertutupi dengan keburukan dan tidak mendapati adanya keimanan, maka kalbu tersebutpun terbuka dengan dakwahnya Nabi Muhammad Saw, hingga keimanan masuk ke dalam diri mereka dan mereka pun suci dari kesyirikan dan memenuhinya dengan cahaya iman dan hikmah.

Dalam Mathali’ Al Masarrat disebutkan: Maknanya adalah sungguh Allah Swt membukakan ragam kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi hambanya dengan perantara Nabi Muhammad Saw. Atau maksudnya Allah Swt menjelaskan apa yang Dia wahyukan kepada Nabi Muhammad Saw berupa penafsiran, kemudahan, penjelasan perkara yang sulit atau Allah Swt membukakan perkara yang tertutup dengan hikmah-Nya; perkara yang masih kurang jelas dan juga guna memberi peringatan; atau Allah Swt membukakan pintu penciptaan dengan penciptaan beliau, beliaulah sosok pertama yang muncul dari Allah Swt, jika bukan beliau, maka Allah pun tidak akan menciptakan sesuatu; atau Allah Swt membuka kenabian dan beliau Saw Nabi pertama atau cahaya pertama.

InsyaAllah akan kami jelaskan. Yang pertama kali Allah Swt ciptakan adalah cahaya Nabi Muhammad Saw (Nur Al Muhammady) atau Allah Swt membuka ragam pintu rahmat-Nya bagi umat dengan perantara beliau Saw; atau membuka pintu syafa’at, atau membuka pintu surga, dimana pintu surga tidaklah dibuka untuk nabi sebelumnya kecuali untuk beliau Saw.

Redaksi, (وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ) [dan penutup yang telah lampau]; Disebutkan dalam Jawahirul Ma’ani, maksudnya adalah penutup sisi kenabian dan risalah, sebab beliau Saw yang membuka pertama kali dan juga menutupnya, sehingga tidak ada orang yang bisa iri dengan pangkat beliau Saw. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw adalah penutup yang telah lampau dari ragam gambaran tajalli Ilahiyyah, dimana Allah Swt ber-tajalli dengan gambaran-Nya pada alam yang nampak, sebab Nabi Muhammad Saw adalah makhluk pertama yang Allah Swt ciptakan di alam ini dari sisi ‘Ama Ilahiyyah (sisi yang tidak diketahui kecuali Allah), kemudian Allah Swt masih saja membentangkan gambaran alam ini setelahnya dengan menampakkan ragam jenisnya dengan teratur sesuai kehendak Rabbanniyyah sampai wujud akhir dari sisi tajalli-Nya Allah, yaitu gambaran manusia dengan gambarannya Nabi Muhammad Saw dan inilah yang dimaksud dengan gambaran manusia secara umum, sebagaimana Allah Swt membuka keberadaan alam ini dengan beliau Saw, begitu pula Allah Swt menutup gambaran makhluk ini dengan gambaran Nabi Muhammad Saw.

Sumber : BUKU KUPAS TUNTAS SHALAWAT FATIH (AZ-ZUHRUL FA`IH FI FADHLI SHALATIL FATIH) SAYYIDI MUHAMMAD BIN MUHAMMAD BIN AL HASAN IBNU ‘ABDILLAH AL FASI AT-TIJANY