
Elsubha.com – Penutup Kitab Az-Zuhrul Fâ`ih fi Fadhli Shalâtil Fâtih : Faedah Kedua
Syaikhuna Al ‘Allamah Al Qudwah Al Fahhamah; Abu Abdillah Sayyidi Muhammad Kanun dalam syarah beliau yang berjudul Hillul Aqfâl Li Qurra’i Jauharatul Kamal dengan redaksi berikut: Diantara faedah shalawat pada Nabi Saw adalah bahwa pada hari Kiamat, pahala shalawat tidak diambil lantaran kezhaliman yang dilakukan.
Al ‘Arifbillah Abu Zaid Al Fasi tidak berkomentar terhadap pernyataan diatas sampai aku katakan, bahwa perkataan itu dikatakan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra, “Shalawat pada Nabi Muhammad Saw itu pasti diterima dan pahalanya tidak diambil lantaran kezhaliman yang dilakukan.”
Sebagian ulama menggubah sya’ir terkait perkara yang pahala tidak diambil lantaran kezhaliman yang dilakukan:
ثَوَابُ الْمَرِيضِ وَأَجْرُ الصِّيَامِ # صَلَاةٌ عَلَيْهِ، عَلَيْهِ السَّلَامُ
وَحَسَنَاتِ تَضْعِيْفِنَا مَعَ دُعَا # إِلَى الْمُحْسِنِينَ لِوَجْهِ السَّلَامِ
وَالإِيْمَانُ حُبِّ لِخَالِقِنَا # وَحُبُّ الرَّسُوْلِ عَلَيْهِ السَّلَامُ
فَلَيْسَ لِمَظْلُوْمِنَا أَخْذُهَا # وَفِي الْبَعْضِ مِنْهَا الْبَعْضُ كَلَامُ
“Pahala orang yang sakit, pahala orang yang berpuasa # pahala bershalawat kepada beliau As
Lipat ganda kebaikan yang dilakukan dengan do’a # bagi orang-orang yang baik untuk Allah semata
Pahalanya keimanan pada pencipta kita (Allah) # dan kecintaan pada Rasulullah Saw
Orang yang kita zhalimi tidak bisa mengambilnya # sedang terkait bisa diambil sebagiannya, maka ada pembicaraan ulama di sini.”
