You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Kenali Perkara Yang Terjadi di Alam Semesta dan Yang Menunggumu : Ragam Kebiasaan Nabi Saw

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Kenali Perkara Yang Terjadi di Alam Semesta dan Yang Menunggumu : Ragam Kebiasaan Nabi Saw

Pertama; Saat hendak masuk toilet.

Disebutkan dalam sebuah hadits:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ

“Apabila Nabi Saw hendak masuk ke toilet, beliau melepaskan cincinnya.”

(HR. Abu Dawud; at-Tirmidzi; an-Nasa’i dan Ibnu Majah, Ibnu Hibban menyebutkan pula dalam Shahih-nya. Beliau begitu pula al Hakim dalarn al Mustadrak dari riwayat Anas. As-Suyuthi menilai hadits ini sebagal hadits shahih.)

Kedua; Mengenakan cincin perak.

Disebutkan dalam sebuah hadits:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَتَّمُ بِالْفِضَّةِ

“Nabi Saw biasa mengenakan cincin yang terbuat dari perak.”

(HR. Ath-Thabrani dalam al Kabir dari riwayat ‘Abdullah bin Ja’far. As-Suyuthi menilainya sebagai hadits hasan.)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra:

وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَامَ نَفَخَ

“Nabi Saw apabila beliau tertidur terkadang beliau mendengkur.”

(HR. Al Bukhari dan Muslim.)

Dalam sebuah hadits disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَشَى لَمْ يَلْتَفِتْ

“Apabila Nabi Saw berjalan, beliau tidak pernah menoleh.”

(HR. Al Hakim dalam al Mustadrak dari riwayat Jabir. As Suyuthi menilai hadits ini sebagal hadits shahih.)

Dalam sebuah hadits disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَشَى مَشَى أَصْحَابُهُ أَمَامَهُ وَتَرَكُوْا ظَهْرَهُ لِلْمَلَائِكَةِ

“Nabi Saw ketika beliau berjalan para sahabat berjalan di depan beliau dan beliau menyisakan bagian punggung beliau untuk para malaikat.”

(HR Ibnu Majah; Al Hakim dalam al Mustadrak dari riwayat Jabir.)

Diriwayatkan dari Anas Ra:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَشَى كَأَنَّهُ يَتَوَكَّأُ

“Nabi Saw apabila beliau berjalan seolah-olah beliau sedang bersandar.”

(HR. Abu Dawud, al Hakim dalam al Mustadrak dari riwayat Anas. As-Suyuthi menilai hadits ini sebagai hadits shahih.)

Disebutkan dalam sebuah hadits:

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ كَانَ إِذَا وَجَدَ الرَّجُلَ رَاقِدًا عَلَى وَجْهِهِ لَيْسَ عَلَى عَجْزِهِ شَيْءٌ، رَكَضَهُ بِرِجْلِهِ، وَقَالَ : هِيَ أَبْغَضُ الرِّقْدَةِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Diriwayatkan dari Nabi Saw, bahwa sungguh apabila Nabi Saw mendapati orang yang sedang tertidur telungkup bukan karena ketidakmampuannya, maka Nabi pun membangunkannya dengan kaki beliau seraya berkata, “Itu adalah tidur yang paling dibenci oleh Allah.”

(HR. Ahmad dalam Musnad-nya dari riwayat Syarid bin Suwaid. As-Suyuthi menilai hadits ini sebagai hadits hasan. Begitu pula Al Munawi menilainyapun sebagai hadits hasan. Al Haltsami mengatakan: Para periwayatnya adalah para periwayat hadits shahih.)

Dalam riwayat Muslim disebutkan:

خَاتَمَهُ فِضَّةُ يَلْبَسُهُ فِي خِنْصِرِهِ الْأَيْمَنِ

“Cincinnya Nabi Saw dari perak, beliau kenakan pada kelingking tangan kanan.”

(HR. Muslim.)

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY