
Elsubha.com – Kenali Perkara Yang Terjadi di Alam Semesta dan Yang Menunggumu : Perkara yang Nabi Saw Suka
Pertama; Siwak.
Disebutkan dalam sebuah hadits:
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ للرَّبِّ
Diriwayatkan dari Nabi Saw: “Siwak adalah pembersih mulut dan dicintai oleh Allah.”
(HR. Ahmad dalam Musnad-nya dari riwayat Abu Bakar asy Syafi’i. An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya; Al Hakim dalam al Mustadrak, Al Baihaqi dalam Sunan-nya dari riwayat ‘Aisyah. Ibnu Majah dari riwayat Abu Umamah. As-Suyuthi menilai hadits ini sebagai hadits shahih.)
Kedua; Wangi gaharu.
Disebutkan dalam sebuah hadits:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ تُعْجِبُهُ الْفَاغِيَةُ
“Sungguh Rasulullah Saw suka dengan wangi gaharu.”
(HR. Ahmad dalam Musnad-nya dari riwayat Anas. As-Suyuthi menilai hadits ini sebagai hadits shahih.)
Ketiga; Waluh kuning.
Disebutkan dalam sebuah hadits:
وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الْقَرْعُ
“Rasulullah Saw suka makan sayur waluh kuning.”
(HR. Ahmad dalam Musnad-nya; Ibnu Hibban dalam Shahih-nya dari riwayat Anas. As-Suyuthi menilal hadits ini sebagai hadits shahih.)
Dalam sebuah hadits disebutkan:
كَانَ يُحِبُّ الْقَرْعُ وَيَقُوْلُ: إِنَّهَا شَجَرَةُ أَخِي يُؤْنُسَ
“Nabi Saw suka waluh kuning; beliau bersabda, ‘Itu adalah pohon saudaraku; Yunus’.” An-Nasa’i berkata “Ad-Duba dan itu dalam riwayat muslim dengan perkataan yang menyimbolkan rasa suka beliau.
(HR. An-Nasa ‘I; Ibnu Majah dari hadits Anas, bahwa Nabi Saw senang dengan al qar’u.)
Keempat; Minuman dingin.
Disebutkan dalam sebuah hadits:
كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الْخُلْمُ الْبَارِدُ
“Rasulullah Saw suka dengan minuman dingin.” Bisa jadi yang dimaksudkan adalah minuman dingin meskipun itu adalah susu, jus kurma atau jus anggur.
(HR. Ibnu Asakir dari riwayat ‘Aisyah. As-Suyuthi menilai hadits Ini sebagai hadits dha’lf.)
Kelima; Suka wewangian.
Disebutkan dalam sebuah hadits:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الرِّيحُ الطَّيِّبَةُ
“Rasulullah Saw suka wewangian yang harum.”
(HR. Abu Dawud; Al Hakim dalam al Mustadrak dari riwayat ‘Aisyah. As-Suyuthi menilai hadits ini sebagai hadits shahih.)
Rasulullah Saw suka wewangian karena itu merupakan makanannya roh, dimana roh itu pun sejatinya membutuhkan asupan kekuatan, kekuatan roh tersebut pun akan meningkat dengan bau wewangian. Bau wangi itupun memberikan manfaat bagi otak kalbu dan juga semua anggota tubuh bathiniyyah. Kalbu pun akan merasa senang begitu pula jiwa pun akan merasa tentram inilah paling baiknya perkara yang cocok dengan roh, karena wewangian tersebut memiliki keterkaitan yang dekat dengan jasad, sehingga orang yang tersebut adalah bagian yang dicintai oleh Nabi di dunia.
Keenam; Suka melihat tumbuhan hijau dan air mengalir.
Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas:
كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ النَّظَرُ إِلَى الخُضْرَةِ وَالمَاءِ الْجَارِي
“Rasulullah Saw suka melihat tumbuhan-tumbuhan hijau dan air yang mengalir.”
(HR. Ibnu Sunni dan Abu Nu’aim dari riwayat Ibnu ‘Abbas. As Suyuthi menilai hadits ini sebagai hadits dha ‘if.)
Redaksi, “Suka melihat tumbuhan-tumbuhan hijau,” adalah pepohonan dan tanaman-tanaman yang berwarna hijau. Redaksi, “Air yang mengalir,” maksudnya adalah dengan hanya melihat warna hijau, tumbuhan dan air yang mengalir beliau pun sudah merasa senang dan bukan mengharap ingin mendapatkan bagian tanaman tersebut lantaran sudah beliau lihat.
Imam al Ghazali mengatakan: Hadits di atas membicarakan rasa suka; terkadang beliau suka pada bendanya seperti tanaman dan air, bukan suka untuk bisa memakan dan menghilangkan dahaga beliau. Tabiat yang baik adalah tabiat yang mampu merasakan rasa puas dengan hanya melihat beragam cahaya, bunga-bunga, burung-burung yang berterbangan dan juga beragam warna-warna yang indah, bahkan seringkali seorang pun bisa merasakan ketenangan dari kesulitan dan gangguan kecemasan dengan hanya melihat pada sesuatu yang indah.
Ketujuh; Kaki dan pundak kambing.
Disebutkan dalam sebuah hadits:
كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الذَّرَاعَانِ وَالْكَتِفُ
“Rasulullah Saw suka bagian kaki kaki hewan sembelihan dan juga pundaknya. “
(HR. Ibnu Sunni dan Abu Nu’aim dari riwayat Ibnu ‘Abbas. As-Suyuthi menilai hadits ini sebagai hadits dha ‘if.)
Dalam sebuah hasits disebutkan:
كَانَ أَحَبُّ الطَّعَامِ إِلَيْهِ اللَّحْمُ، وَيَقُوْلُ: هُوَ يَزِيدُ فِي السَّمْعِ وَهُوَ سَيِّدُ الطَّعَامِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَلَوْ سَأَلْتُ رَبِّي أَنْ يُطْعِمَنِيْهِ كُلَّ يَوْمٍ لَفَعَلَ
“Makanan yang paling Nabi Saw sukai adalah daging, beliau bersabda, ‘Ia adalah penghulunya makanan di dunia dan akhirat. Seandainya aku meminta kepada Rabb-ku agar Dia memberikanku makan dengannya (daging) setiap harinya, maka Dia pun akan lakukan itu.”
(HR. Abu Syaikh dari riwayat Ibnu Sam’an. Aku dengar dari para ulamaku mereka mengatakan, bahwa makanan yang paling dicintal oleh Rasulullah Saw adalah daging.)
Dalam asy-Syama ‘il karya At-Tirmidzi disebutkan dari hadits Jabir Ra: Nabi Saw mendatangi rumah kami. Kala itu kami pun menyembelihkan kambing untuk beliau Saw, sontak beliau bersabda, “Seolah-olah mereka tahu bahwa kita suka daging (kambing).” (Sanad hadits ini shahih).
