You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Kenali Perkara Yang Terjadi di Alam Semesta dan Yang Menunggumu : Perkara Yang Nabi Saw Tak Sukai

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Kenali Perkara Yang Terjadi di Alam Semesta dan Yang Menunggumu : Perkara Yang Nabi Saw Tak Sukai

Pertama; Tidak suka orang berteriak.

Disebutkan dalam Al Kabir.

كَانَ يَكْرَهُ أَنْ يَرَى الرَّجُلَ جَهِيرًا رَفِيعَ الصَّوْتِ، وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَرَاهُ خَفِيْضَ الصَّوْتِ

“Nabi Saw tidak suka melihat seseorang yang mengangkat suaranya (teriak-teriak). Beliau lebih suka melihatnya orang bersuara lirih.”

(HR. Ath-Thabrani dalam al Kabir dari riwayat Abu Umamah. As-Suyuthi menilai hadits Ini sebagai hadits hasan).)

Kedua; Tidak Suka terhadap orang yang bersin dengan kencang di masjid.

Disebutkan dalam sebuah hadits:

كَانَ يَكْرَهُ الْعَطْسَةَ الشَّدِيْدَةَ فِي الْمَسْجِدِ

“Nabi pun tidak suka dengan orang yang bersin kencang di masjid.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa itu berasal dari setan. Bersin dengan kencang itu merupakan perkara yang makruh di dalam masjid dan tempat yang lain, akan tetapi di masjid hal tersebut adalah perkara yang paling makruh.

(HR. Al Bathaqi dalam As-Sunan dari riwayat Abu Hurairah.)

Ketiga; Tidak suka makan torpedo hewan.

Disebutkan dalam sebuah hadits:

كَانَ يَكْرَهُ الْكَلِيْتَيْنِ لِمَكَانِهِمَا مِنَ الْبَوْلِ

“Nabi Saw tidak suka dengan biji kemaluan hewan lantaran posisinya dari kencing.”

Al Azhari mengatakan: Biji kemaluan ini yang dimiliki oleh manusia dan dimiliki pula oleh semua hewan dimana keduanya merupakan tempat pembuahan anak.

Redaksi, “lantaran posisinya dari kencing,” maksudnya adalah mendekati posisi tempat air kencing keluar, namun meski demikian beliau pun menghalalkan untuk memakannya.

Keempat; Biawak dan limpa.

Dalam riwayat Shahihain dari riwayat Ibnu Abbas disebutkan:

لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ

“Di tanah kaumku tidak ada hewan tersebut, maka menurutku aku mema’fukannya (khalid bin Walid).”

Diriwayatkan pula dari hadits Ibnu Umar:

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ، وَدَمَانِ. فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ: فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ، وَأَمَّا الدَّمَانِ: فَالْكَبِدُ وَالطَّحَالُ

“Dihalalkan bagi kami dua mayat dan dua darah. Dua mayat yaitu ikan paus dan belalang, sedangkan dua darah yaitu hati dan limpa.”

Al Baihaqi meriwayatkan secara marfu’ dari Zaid bin Tsabit:

إِنِّي لَأَكُلُ الطِّحَالَ وَمَا بِي إِلَيْهِ حَاجَةٌ إِلَّا لِيَعْلَمَ أَهْلِي أَنَّهُ لَا بَأْسَ بِهِ

“Sungguh aku juga memakan limpa ketika lagi kepingin, agar keluargaku tahu bahwa itu pun boleh dimakan.”

Kelima; Nabi tidak suka bawang putih, bawang merah dan bawang prei (daun bawang).

Imam Malik meriwayatkan dalam Al Muwaththa dari riwayat Zuhri dari Sulaiman bin Yasar secara mursal; Ad-Daruquthni meriwayatkannya dengan riwayat yang muttashil dalam kitab Ghara ‘ib Malik dari Az-Zuhri, dari Anas. Diriwayatkan pula dalam Shahihain dari hadits Jabir Ra:

وَأَنَّهُ أُتِيَ بِقِدْرٍ فِيهِ خَضِرَاتٌ مِنْ بُقُولٍ فَوَجَدَ لَهَا رِيحًا، فَسَأَلَ: فَأُخْبِرَ بِمَا فِيْهَا مِنَ الْبُقُوْلِ، فَقَالَ: قَرِّبُوْهَا إِلَى بَعْضٍ أَصْحَابِهِ. فَلَمَّا رَآهُ كَرِهَ أَكْلَهَا قَالَ: كُلِّ فَإِنِّي أُنَاجِي مَنْ لَا تُنَاجِي

“Sungguh beliau pernah diberi beberapa sayuran diantaranya ada bawang merah, beliau Saw mencium baunya, lalu bertanya, kemudian dikabarkan bahwa ada bawang merah, beliau pun lanjut berkata, “Dekatkan makanan ini pada orang yang suka akannya. Ketika beliau Saw melihatnya, maka beliaupun tidak suka akannya seraya bersabda, ‘Makanlah, sungguh aku memanggil orang yang tidak kamu panggil.” (Al Hadits)

Dalam riwayat Muslim dari hadits Abu Ayyub; yaitu pada kisah dimana ada sahabat yang memberikan makanan kepada Nabi Saw, di dalamnya ada bawang putih.

Nabi Saw tidak memakannya seraya bersabda,

أَكْرَهُهُ مِنْ أَجْلِ رِيْحِهِ

“Aku tidak suka makanan tersebut lantaran baunya.”

Keenam; Tidak suka tujuh bagian dari kambing.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ مِنَ الشَّاةِ سَبْعًا : الْمَرَارَةَ، وَالْمَثَانَةَ، وَالْحَيَا، وَالذَّكَرَ، وَالْأُنْثَيَيْنِ، وَالْغُدَّةَ، وَالدَّمَ

Rasulullah Saw tidak suka tujuh bagian dari kambing, yaitu kandung kemih, alat kelamin, dua testis, kemaluan hewan, kelenjar dan darah.”

Ketujuh; Tidak suka memakan makanan yang panas.

Disebutkan dalam sebuah hadits:

كَانَ لَا يَأْكُلُ الْحَارَ وَيَقُوْلُ : إِنَّهُ غَيْرُ ذِي بَرَكَةٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يُطْعِمْنَا نَاراً فَأَبْرِدُوْهُ

“Nabi Saw tidak memakan makanan yang masih panas, seraya bersabda, ‘Sungguh itu tidak berkah dan sesungguhnya Allah tidaklah memberi kami makan (sesuatu) yang panas, maka dinginkanlah (dahulu)’.”

Al Baihaqi meriwayatkan dari hadits Abu Hurairah Ra dengan sanad yang shahih:

مَا دَخَلَ بَطْنِي طَعَامٌ سُخْنٌ مُنْذُ كَذَا قَبْلَ الْيَوْمِ

“Tidak masuk ke perutku makanan hangat sejak ini dan itu sebelum hari ini.”

Sumber : BUKU NAFA `IS SUKAIRIJIYYAH (AN-NAFA `IS AS-SUKAIRIJIYYAH) SYAIKH AHMAD BIN AL ‘IYASY SUKAIRIJ AT-TIJANY