
Elsubha.com – Kenali Perkara Yang Terjadi di Alam Semesta dan Yang Menunggumu : Wafatnya Nabi Saw
Rasulullah Saw wafat dan tidak menyisakan dinar, tidak pula dirham kecuali kepingan berwarna putih, pedang dan juga tanah sedekah untuk ibnu sabil.
(Lihat, Fath al Bari karya Ibnu Hajar al ‘Asqalani.)
Rasulullah Saw hidup di kota Madinah selama 10 tahun, tinggal di Kota Makkah selama 10 tahun, disanalah diturunkannya Al Qur’an dan beliau wafat pada usia 63 tahun.
(Lihat, Fath al Bari….)
“Rasulullah Saw wafat pada hari Senin. “
(Ibid)
الأَنْبِيَاءُ أَحْيَاءٌ فِي قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ”
“Para nabi hidup di kuburan mereka, dengan senantiasa shalat (beribadah pada Allah).”
(HR. Al Bazzar dalam Musnadnya)
“Mereka pun paling utamanya orang-orang yang Syahid di hadapan Allah. (Lihat, Fath Al Bari)
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاءِ.”
“Sungguh Allah mengharamkan atas bumi untuk memakan jasad-jasad para nabi.”
(Lihat, Fath al Bari karya Ibnu Hajar al ‘Asqalani.)
Jibril As datang menampakkan Al Qur’an satu kali dalam setiap tahunnya, namun ketika ajal nabi sudah dekat, maka Jibril As pun datang dua kali dalam satu tahun.
(Ibid)
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
إِنَّ النَّبِيَّ لَا يَمُوتُ حَتَّى يَؤُمَّهُ بَعْضُ أُمَّتِهِ
“Sungguh Nabi Saw tidak meninggal dunia sampai ada sebagian dari umat beliau yang menjadi imam.”
Diriwayatkan dari Thalhah bin Musrif, ia berkata:
سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا هَلْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصَى فَقَالَ لَا فَقُلْتُ كَيْفَ كُتِبَ عَلَى النَّاسِ الْوَصِيَّةُ أَوْ أُمِرُوا بِالْوَصِيَّةِ قَالَ أَوْصَى بِكِتَابِ اللَّهِ
“Aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Abi Aufa Ra apakah nabi pernah berwasiat? Ia berkata ‘tidak’, aku kembali menimpalinya, ‘Lantas bagaimana orang-orang menuliskan wasiat atau memerintahkan dengan perkara yang berisikan wasiat’, ia menjawab, ‘Aku wasiatkan dengan kitabullah.”
(HR. At-Tirmidzi dalam al Jami’ ash-Shaghir.)
Dalam sebuah hadits disebutkan:
أُوْصِي فَاطِمَةَ فَقَالَ: قُوْلِى إِذَا مِتُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
“Aku berwasiat pada Fatimah seraya bersabda, ‘Katakanlah ketika aku mati nanti, ‘Sungguh kita ini milik Allah dan sungguh kita pun akan kembali kepada-Nya.”
