
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Mengenal Sahabat Nabi
Perkataan mereka, “Berkumpul dan saling mengenal,” maksudnya adalah orang yang bertemu semasa hidup di bumi sehingga keluar dari golongan ini orang yang melihat Nabi Saw setelah wafatnya Nabi Saw dan sebelum dikebumikan. Sebagaimana keluar pula dari golongan ini para wali Allah yang berkumpul bersama beliau Saw setelah wafatnya beliau secara yaqzhah meskipun itu bagian dari karamah yang Allah Swt berikan pada mereka. Para pembesar wali Allah mengakui hal tersebut, sementara ahlu zhahir banyak yang mengingkari hal itu. Maka tidak mungkin para wali mengabarkan apa yang tidak mereka saksikan atau yang perkaranya masih belum jelas.
Begitu pula keluar dari golongan ini orang yang berkumpul bersama Nabi Saw dari kalangan nabi dan para malaikat pada malam Isra`.
Sementara Nabi Isa As merupakan bagian dari “sahabat,” karena beliau pernah bertemu dengan Nabi Saw di bumi beberapa kali, berkumpul dengan Nabi Saw selain malam Isra tepatnya di kota Makkah beberapa kali. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Adi, Ibnu ‘Asakir dari Anas, dimana Imam adz-Dzahabi berkata:
“Sungguh beliau; nabi Isa As merupakan sahabat nabi yang meninggal terakhir. Bahkan al Imam as-Subki mengangkat perkataan tersebut melalui gubahan syairnya:
مَنْ بِاتِّفَاقِ جَمِيعُ الْخَلْقِ أَفْضَلُ مِنْ # كُلِّ الصَّحَابِ أَبِي بَكْرٍ وَمِنْ عُمَرَ
وَمِنْ عَلِيٍّ وَمِنْ عُثْمَانَ وَهُوَ فَتَى # مِنْ أُمَّةِ الْمُصْطَفَى الْمُخْتَارِ مِنْ مُضَرِ
“Siapakah yang telah disepakati sebagai makhluk paling baik dari #kalangan sahabat nabi semisal Abu Bakar dan juga dari ‘Umar dari ‘Ali dan juga ‘Utsman dimana ia merupakan pemuda # dari umat al Musthafa yang berasal dari kabilah Mudhar.”
Al Imam as-Subki juga pernah mengatakan dalam rangka menjawab pertanyaan sebagian orang dia mengubah syair:
ذَاكَ بْنُ مَرْيَمَ رُوْحُ اللَّهِ حِيْنَ رَءَا # نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى فِي أَحْسَنِ الصُّوَرِ
فَوْقَ السَّمَاوَاتِ لَيْلًا عِنْدَمَا اجْتَمَعًا # كَذَالِكَ عِنْدَ طُوَافِ الْبَيْتِ وَالْحَجَرِ
“Itu anak dari Maryam yang merupakan ruh Allah ketika keduanya (Maryam dan nabi Isa) melihat nabi kita Al
Musthafa dalam gambaran yang paling bagus pada malam hari di atas langit-langit keduanya berkumpul begitupun ketika thawaf dan pada Hijir Ismail.”
(Dikutip dari Tanwir al Afham ‘An ash-Shahabah Ra.)
Pengarang kitab Ruh al Bayan pernah berkata:
“Tidak ada dasar untuk mengkhususkan nabi Isa As, maka sungguh sebagaimana nabi Isa pun bisa berkumpul dengan beliau Saw, nabi Khidir dan nabi Ilyas pun bisa dikatakan sebagai sahabat karena nabi pun pernah berkumpul bersama keduanya dan saling mengenal. “
(Dikutip dari Tanwir al Afham ‘An ash-Shahabah Ra.)
