
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Jauhkan Diri Dari Syirik Aghrad (Tujuan)
Ketahuilah, dalam berdzikir sudah seyogyanya didasari keikhlasan untuk Allah yang Maha Tunggal, dibarengi dengan harapan tercapainya suatu tujuan dari Allah Swt, agar dapat membantunya beribadah kepada Allah serta mendapatkan tujuan tersebut. Hendaknya engkau berhati-hati pada semua jalan suluk-mu dari dzikiran yang hanya bertujuan untuk menggapai sebuah keinginan sebagaimana disebutkan dalam sebuah sya’ir:
صَلَّى وَصَامَ لِأَمْرٍ كَانَ يَطْلَبُهُ # لَمَّا قَضَى الْأَمْرَ مَا صَلَّى وَلَا صَامَا
“Dia shalat dan puasa untuk suatu perkara yang dia pinta # setelah perkara tersebut terwujud dia kembali tidak shalat dan tidak pula puasa.”
Apabila yang dituju dari sebuah dzikiran dan ibadah adalah Allah Swt semata, yang dengan itupun ia berharap terwujudnya suatu keinginan guna membantunya dalam beribadah pada Rabbnya, dimana ia pun senantiasa berdo’a setelah beribadah pada Allah untuk mengabulkan hajatnya, maka hal tersebut diperbolehkan dan tidak masalah, akan tetapi hal itu dilakukan setelah ia punya keyakinan, bahwa Allah Swt merupakan Dzat yang mampu melakukan sesuatu sesuai dengan pilihan-Nya dan bukan lantaran dzikiran tersebut.
Syaikh Ahmad Zarruq Ra pernah berkata, “Beragam ilmu asrar dari huruf dan asma serta yang lainnya itu merupakan ilmu dan itu pun adalah futuh, tidak ada yang membicarakannya kecuali sebagai bantuan bagi orang yang Allah inginkan futuh-kan dan sebagai faedah bagi orang yang menginginkan sebuah hakekat.”
Akan tetapi ketika ilmu itu mati dengan kematian pemiliknya dan belum pernah tertuliskan ilmu mereka, maka ada sebagian orang yang menuliskan, bahkan merumuskan ragam asrar Allah kemudian tersebar di antara orang-orang yang bukan ahlinya. Disebutkan dalam sebuah sya’ir:
أَلَا إِنَّ الرُّمُوْزَ دَلِيْلُ صِدْقٍ # عَلَى الْمَعْنَى الْمُخَبَّأَ فِي الْمِفْوَادِ
وَكُلُّ الْعَارِفُوْنَ لَهُمْ رُمُوْزُ # وَأَلْغَازُ تَرَى عَنِ الْأَعَادِي
وَلَوْلَا اللَّغْزُ كَانَ الْقَولُ كَافِرًا # وَأَدَّى الْعَالَمِينَ إِلَى الْفَسَادِ
“Sungguh beragam rumusam itu adalah bukti #benarnya makna yang terkubur di dalam dada
Seluruh orang-orang yang ‘Arifbillah memiliki rumusan # dan rahasia yang dapat terlihat bagi para musuh
Jika bukan karena teka-teki, maka membicarakannya adalah bentuk kekufuran # yang menggiring alam semesta pada kerusakan.
