
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Beragam Macam Pengobatan
Ketahuilah, bahwa pengobatan itu terbagi menjadi: Pengobatan jasmani dan pengobatan rohani, dimana setiap dari keduanya pun memiliki dua bagian.
Bagian pertama dari pengobatan jasmani adalah mengetahui beragam penyakit jasmani beserta obat yang cocok untuk menghilangkan penyakit tersebut dengan cara mengonsumsinya.
Bagian yang kedua adalah menghilangkan penyakit dengan menggunakan obat yang telah diizinkan oleh para wali Allah. Bagian ini tentu tidaklah harus sesuai obat dengan penyakitnya seperti bagian yang pertama tadi bahkan bagian ini sering diklaim oleh para orang-orang yang Arifbillah untuk mendapatkan suatu khasiat tertentu dengan sebab adanya izin dari ahli khususiyah. Oleh karena itu, seyogyanya tidak menolak bagian yang kedua ini, dimana orang yang menggunakan obat semacam ini tidak termasuk dalam sebuah aturan dan timbangan tertentu, sampai timbulnya ketidakcocokan pada jasmani waktu dan juga tempat.
Sementara bagian pertama dari pengobatan rohani yaitu adalah pengobatan ruh dan jiwa dari penyakit tersembunyi yang dapat merusak dan membuat kalbu keras.
إِذَا فَسَى الْقَلْبُ لَمْ تَنْفَعُهُ مَوْعِظَةٌ # كَالْأَرْضِ إِنْ أَصْبَحَتْ لَمْ تَنْفَعُهُ الْمَطَرُ
“Apabila kalbu telah keras, maka tidaklah bermanfaat suatu nasehat seperti halnya bumi yang sudah tidak dapat menerima curahan hujan.”
Apabila kalbu baik, maka seluruh jasad pun akan baik dan apabila kalbu rusak, maka rusaklah semua jasa tersebut.
Sebagian ulama telah mengisyaratkan mengenai obat dari kalbu yang sudah keras dalam sya’irnya:
دَوَاءُ قَلْبِكَ خَمْسٌ عِنْدَ قَسْوَتِهِ # فَدَمْ عَلَيْهَا تَفُرْ بِالْخَيْرِ وَالظُّفْرِ
خَلَاءُ بَطْنٍ وَقُرْآنٍ تَدَبُّرُهُ # كَذَا تَضَرُعُ بَاكٍ سَاعَةَ السَّحَرِ
كَذَا قِيَامُكَ جُنَحِ اللَّيْلِ أَوْسَطُهُ # وَأَنْ تُجَالِسَ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالْخَيْرِ
“Obat ketika hatimu keras ada lima: # menyesal atas dosamu, engkau akan mendapatkan kebaikan dan keberuntungan
Kosongnya perut dan Qur’an yang engkau tadabburi, # begitu juga bermunajat merendahkan diri seraya menangis pada waktu sahur
Juga shalatmu pada sebagian malam atau tengahnya dan bermujalasah dengan ahli khair itu adalah kebaikan.
Pengobatan cara ini tidak sempurna kecuali dengan dia berserah diri pada orang yang menolongnya, hingga ia mampu menjalankann perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Pusara dari semua perkara ini tak lain adalah mengikuti ajaran Islam yang lurus, karena itu merupakan sirr nafhani pada semua jalan suluk.
Bagian kedua dari pengobatan rohani adalah menghilangkan penyakit dengan salah satu daripada dzikiran thariqah Tuliskan sebuah isim atau yang lain sebagaimana yang telah ditetapkan bagi ahli Asror
إِنَّ الطَّبِيبَ لَدَى الطَّبٌ مَعْرِفَةٌ # مَا دَامَ فِي أَعَاجِلِ الْمَقْدُوْرِ تَأْخِيْرُ
حَتَّى إِذَا مَا انْقَضَتْ أَيَّامَ دَوْلَتِهِ # حَارَ الطَّبِيبُ وَخَانَتْهُ الْعَقَاقِيرُ
(Lihat, Kitab Nail al Amani.)
“Sungguh seorang dokter itu memiliki pengetahuan mengenai obat # selagi berkaitan dengan awal perkara yang telah ditakdirkan lagi bisa ditakdirkan
Sampai pada hari-hari kejayaannya habis yang membuat sang dokter itu bingung cara mengobatinya dan ilmu farmakologi pun mengkhianatinya.”
