You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Marjan Pertama untuk Mutiara Pertama; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Marjan Pertama untuk Mutiara Pertama; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

Memulai dari bab ini, menurut saya, adalah cara yang paling tepat, langkah paling jitu, dan paling bijaksana.

Saya katakan: junjungan kita, Muhammad SAW, setelah Allah SWT rampung menciptakannya sebagai hakikat mitsliyah dan menjadikannya sebagai ciptaan universal dimana tak ada ruang dan waktu, juga tidak dikenai oleh definisi apapun, Allah SWT berfirman kepada beliau: “Aku adalah Si Pemilik, dan engkau yang dimiliki. Aku adalah sang pengatur segalanya, dan engkau orbit. Aku akan menciptakan kerajaan agung dan hal-hal luar biasa di dalam dirimu. Akulah yang akan mengurusinya, memerintah, dan melarangnya. la semua akan memberi seperti Aku memberi padamu. Engkau akan berada di dalam sana seperti Aku berada di dalam dirimu. Maka tak ada sesuatu pun selain dirimu, seperti tak ada yang lain selain diri-Ku. Di dalam mereka semua, engkau berperan sebagai sifat-sifat dan asma-asma-Ku. Buatlah peraturan dan ikatlah perjanjian. Sebab setelah mencipta dan mengatur, Aku akan bertanya padamu tentang nagir dan qidmir.”

Mendengar firman Allah tersebut, mengalirlah keringat deras yang hidup. Keringat suci itu adalah air, yaitu air yang disinggung Allah SWT dalam firman-Nya:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ فِيْ سِتَّةِ اَ يَّا مٍ وَّكَا نَ عَرْشُهٗ عَلَى الْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِنْ قُلْتَ اِنَّكُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ مِنْۢ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَـقُوْلَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ هٰذَاۤ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
wa huwallazii kholaqos-samaawaati wal-ardho fii sittati ayyaamiw wa kaana ‘arsyuhuu ‘alal-maaa-i liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalaa, wa la-ing qulta innakum mab’uusuuna mim ba’dil-mauti layaquulannallaziina kafaruuu in haazaaa illaa sihrum mubiin

“Dan Dialah yang menciptakan langit dan Bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Jika engkau berkata (kepada penduduk Mekah), “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati,” niscaya orang kafir itu akan berkata, “Ini hanyalah sihir yang nyata.””
(QS. Hud 11: Ayat 7)

Inilah dia puncak kosong. Hanya saja di sana terdapat sesuatu yang terus bergoncang, yang memanggul udara kuat. Di balik itu tidak ada sesuatu pun, baik kosong maupun isi.

Sumber : Terjemah Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa karya Syaikh Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Al-‘Arabi al-Khatimi al-Tha’i al-Andalusi radhiyallahu ‘anhu

Tulis Komentar