You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Biji Mutiara Keempat; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Biji Mutiara Keempat; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa

Demikianlah keadaan seseorang apabila di alam barzakh al-barazikh telah memperolah maqam kemuliaan yang tinggi, keagungan luar biasa; yaitu maqam kemuliaan yang ditempati malam lailatul qadar-Nya, kesempurnaan purnama-Nya. Di maqam itulah dia akan mampu membedakan setiap perkara, membedakan antara yang hidup dan yang mati. Di sanalah, dia akan melihat seluruh penduduk negeri dan orang-orang yang memperoleh kenikmatan hidup.

Di tempat yang sama pula, dia akan diperlihatkan kepada dua jenis kitab: kitab yang diberikan dengan tangan kanan dan yang diberikan dengan tangan kiri.

Pertama, adalah golongan orang-orang yang nama-nama dan keluarga mereka berada di Illiyyin.

Kedua, adalah golongan orang-orang yang nama-nama dan keluarga mereka berada di Sijjin.

Ketika penampakan (tajali) Tuhan Yang Mahatinggi telah dialami oleh orang tersebut, maka akan terdengar seruan: “Mereka adalah penduduk surga, aku tidak peduli pada-Nya. Dan mereka yang lain adalah penduduk neraka, aku juga tidak peduli pada mereka.”

Dari sanalah Alquran diturunkan, timbangan digantungkan, dan lembaran-lembaran kitab orang-orang golongan kanan beterbangan.

Di maqam ini pula terjadi kiamat khusus pada Dzat-Nya, masalah-masalah keadilan seputar asma-asma dan sifat-sifat-Nya diperbincangkan, sehingga anggota tubuh dapat berbicara kepada orang-orang yang sudah arifbillah (mengenal Allah), keburukan-keburukan menjadi tampak bagi orang-orang durhaka, dan kebaikan-kebaikan nyara bagi orang-orang saleh.

Di tempat ini pula segala keburukan digantikan oleh kebaikan kebaikan, dan karomah mereka adalah tanda-tanda untuk itu. Ini semua diperoleh setelah kiamat itu terjadi, kabar telah disampaikan, dan maqam khusus telah diciptakan. Di dalam kabar berita khusus itu, Dia berkata: “Segerakan hukuman, percepatlah proses kembali, dan tidak ada sama sekali tempat untuk melarikan diri.”

Semua yang mendengarnya menjadi terburu-buru, per penat dan letih, membaca tahlil dan mengikuti perintah. Dalam keadaan yang sedemikian itu, semuanya menjadi terbalik, seorang wali menjadi nabi, dan nabi menjadi wali. Inilah maqam al-Kahlifah dan al-Khatm (penutup kenabian), tempat untuk menyebarluaskan sekaligus menyembunyikan. Sekalipun orang yang ingkar, yang miskin dan menyombongkan diri, ia masih menjalankan Qadha’ (keputusan) Allah, kecuali apabila ia berada dalam kesadaran yang tersembunyi, maka dirinya akan berubah dan berhubungan satu sama lain.

Sumber : Terjemah Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa karya Syaikh Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Al-‘Arabi al-Khatimi al-Tha’i al-Andalusi radhiyallahu ‘anhu

Tulis Komentar