
Elsubha.com – Biji Mutiara Kelima; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa
Demikian pula apabial engkau melihat bintang-bintang pengetahuan di langit-langit pemahaman, maka segala sesuatu akan butuh pada-Nya, dan Dia tidak butuh pada siapapun. Sifat-sifat-Nya membaca tasbih dan menyucikan-Nya, di falak-falak Dzat-Nya, di atas bintang-bintang maqam-Nya, dan di tempat-tempat kemuliaan-Nya. Hari-hari diciptakan dengan tugasnya untuk berputar, hukum-hukum ditetapkan untuk berkembang bermacam-macam.
Tujuh yang berenang dalam tujuh hitungan akan bertemu dengan dua puluh delapan. Dan perjalanan kembalinya dibagi atas dua belas tempat, agar bisa menjadi dua belas bulan, baik bulan-bulan Haram maupun Halal. Karena itulah, hanya ada empat hal: harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.
Hitungan hari masuk ke dalam hitungan mingguan, dan hitungan bulanan masuk dalam hitungan tahunan. Kemudian cara menghitungnya kembali ke model pertama, perputaran berulang kembali. Dzarari adalah hitungan mingguan secara sempurna, manazil mengikuti hitungan bulanan, dan buruj-buruj mengiktui hitungan tahunan.
1. Jika harimu adalah hari Ahad, maka temanmu adalah Nabi Idris. Karenanya janganlah menoleh kepada orang lain.
2. Jika harimu adalah hari Senin, maka temanmu adalah Nabi Adam. Karenanya janganlah engkau meninggalkan barzakhnya orang-orang yang suka bertaubat.
3. Jika harimu adalah hari Selasa, maka temanmu adalah Nabi Harun. Karenanya engkau mesti terus-menerus berusaha mencari hidayah. Nabi Yahya adalah sahabatmu. Karenanya engkau mesti tekun dalam menjaga kehormatan diri dan merasa cukup.
4. Jika harimu adalah hari Rabu, maka Nabi Isa adalah temanmu. Jagalah hidup yang suci dan bersih.
5. Jika harimu adalah hari Kamis, maka Nabi Musa adalah sahabatmu. Tipu daya hilang, kasih sayang betul-betul didapat secara sempurna, ia mendapat kabar bahagia akan kemenangan, dan membuat iblis kecewa berat.
6. Jika harimu adalah hari Jumat, maka Nabi Yusuf adalah teman karibmu, pemilik sifat yang banyak disukai oleh perempuan-perempuan cantik.
7. Jika harimu adalah hari Sabtu, maka Nabi Ibrahim adalah sahabatmu. Bergeralah untuk memulian para tamumu sebelum terlambat.
Inilah hari-hari yang dimiliki oleh orang-orang yang arifbillah.
Hari-hari di ats adalah Dzarari yang berputar di falak-falaknya as-Sairin (orang-orang yang menempuh perjalanan spiritual).
Sedangkan bulan-bulan yang dimiliki oleh orang-orang yang arifbillah ada empat macam:
Dengarkanlah, wahai Salik (penempuh jalan Tuhan), dan ikutilah.
1. Pertama, lauhiyah.
2. Kedua, Qalamiyah,
3. Ketiga, Yumniyah, dan
4. Keempat, Ilmiyah.
Sedangkan tahun-tahun yang mereka jalani terdapat dua belas bulan, seperti yang diterangkan dalam kitab Allah ketika sedang menciptakan langit dan bumi.
Ingat dan hati-hati dalam bulan Muharram, bulan yang diharamkan dan waktu untuk melepaskan diri.
1. Shaffar: bulan untuk mengosongkan sifat dan mengisinya dengan kebaikan.
2. Rabi’ul Awal: bulan penuh keringat perjuangan.
3. Rabi’ul Tsani: penyingkapan terjadi.
4. Jumadil Ula: Musyahadah (menyaksikan tuhan).
5. Jumadil Akhir: memperoleh pengetahuan pertama dan terakhir.
6. Rajab: bulan terjadinya penampakan yang mulia.
7. Sya’ban: barzakh.
8. Ramadhan: as-Shamadiyah (bulan bergantung sepenuhnya kepada Allah-penj.)
9. Syawwal: menyaksikan hakikat
10. Dzul Qadah: kesederhanaan
11. Dzul Hijjah: bulan untuk bersuka ria.
Inilah bulan-bulan yang dijalani oleh mereka. Demikianlah mereka menghabiskan waktu dalam hidupnya.
Bintang Samsun adalah kehidupan mereka, Bintang Zahrah adalah penglihatan mata hati mereka, Bintang Kitab adalah kata-kata mereka, Bintang Qomar adalah ilmu pengetahuan mereka, Bintang Al-Muqotil adalah kekuatan mereka, Bintang Musytari adalah kehendak mereka, dan Bintang Mirrikh adalah pendengaran mereka.
Samsun (matahari) mereka adalah roh dan jiwa mereka.
Qomar mereka adalah napas-napas mereka.
Jenis adalah pancaindra mereka
Perjalanan mreka adalah perjalanan dari maqam ke maqam.
Pengaruh mereka adalah karomah-karomah yang dirasakan bermanfaat oleh orang lain.
Sedangkan reinkarnasi mereka adalah kembalinya ke asal (bidayah) setelah sampai di batas akhir (nihayah).
Akan tetapi, kebangkitan terakhir di hari kiamat besar adalah sebuah perjalanan yang bersifat kanan dan kiri: yaitu naik atas nama-nama makhluk demi Sang Khaliq, dan atas nama-nama Tuhan demi makhluk. Hukumnya haram (tabhrim) dan halal (tahlil).
Gerhana selesai, karena adanya kesempurnaan yang diciptakan. dan yang paling rendah menyingkap yang paling tinggi, karena ketidakmampuan menyaksikan hal-hal yang tersembunyi. Terjadi penambahan sekaligus pengurangan dalam Qomar-nya jiwa, hal itu disebabkan usaha untuk mengangkat bintang Qus, Maka terjadilah keluar dan masuk dari kehadirat Allah, timbul dan tenggelam. Yang ditampakkan hanyalah debu-debu. Dan Allah menerima pertaubatan orang-orang yang bertaubat pada-Nya.
Lalu bulan menutupi matahari dari beberapa arah, karena bulan memasuki buruj matahari. Andai saja tidak bertujuan untuk meringkas penjelasan, niscaya saya akan menguraikan beberapa misteri terkait gerhana ini, karena di sana akan terdapat banyak pelajaran berharga bagi orang-orang yang memiliki kecerdasan tinggi.
Perhatikan contoh-contoh yang disebutkan ini di dalam dirimu sendiri, berusahalah untuk menjalankan bulanmu di mataharimu. Allah adalah Dzat yang akan menunjukkan jalan paling lurus, kepada kecenderungan yang paling benar, dan jalan yang paling klasik.
